<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bandara Internasional Dipangkas, Bisnis Maskapai Domestik Bagaimana?</title><description>Pemangkasan bandara internasional bakal memperbaiki bisnis maskapai penerbangan nasional.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/28/320/3001724/bandara-internasional-dipangkas-bisnis-maskapai-domestik-bagaimana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/28/320/3001724/bandara-internasional-dipangkas-bisnis-maskapai-domestik-bagaimana"/><item><title>Bandara Internasional Dipangkas, Bisnis Maskapai Domestik Bagaimana?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/28/320/3001724/bandara-internasional-dipangkas-bisnis-maskapai-domestik-bagaimana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/28/320/3001724/bandara-internasional-dipangkas-bisnis-maskapai-domestik-bagaimana</guid><pubDate>Minggu 28 April 2024 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/28/320/3001724/bandara-internasional-dipangkas-bisnis-maskapai-domestik-bagaimana-1PI8jss6uU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara internasional di RI bakal di pangkas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/28/320/3001724/bandara-internasional-dipangkas-bisnis-maskapai-domestik-bagaimana-1PI8jss6uU.jpg</image><title>Bandara internasional di RI bakal di pangkas (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMS8xLzE3OTg0OC81L3g4eDdneGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemangkasan bandara internasional bakal memperbaiki bisnis maskapai penerbangan nasional. Pasalnya, ceruk pasar domestik bisa dioptimalkan.
Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio mengatakan, selama ini beberapa bandara di dalam negeri yang melayani penerbangan internasional hanya menguntungkan maskapai asing saja. Sebaliknya, kebijakan itu membunuh perusahaan serupa di dalam negeri.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Gaji Pilot dan Kopilot Maskapai Penerbangan Batik Air

Dia mencontohkan, penerbangan internasional dengan rute Singapura - Solo bisa dihentikan karena merugikan maskapai nasional. Sebagai gantinya, pemerintah bisa mengatur rute penerbangan menjadi Singapura-Jakarta, lalu dari Jakarta-Solo.
&amp;ldquo;Anda mau ke Solo, ya dari Singapura bisa ke Solo. Coba kalau Jakarta, kan maskapai domestiknya bisa ngangkut dari Jakarta ke Solo dan seterusnya,&amp;rdquo; ujar Agus, Minggu (28/4/2024).

BACA JUGA:
Inilah Sosok Pemilik Maskapai Penerbangan Batik Air yang Pilot dan Kopilotnya Ketiduran 28 Menit

Bahkan, perusahaan penerbangan Indonesia bisa menjemput ajal alias mati, jika pemerintah tidak melakukan pemangkasan dan hanya memperbanyak bandara yang melayani rute internasional.
Menurutnya, membanjirnya bandara berstatus internasional hanya memberi ruang bisnis bagi perusahaan asing untuk meraup sebanyak-banyaknya pasar penerbangan Indonesia.
&amp;ldquo;Yang ada adalah airline kita mati karena rute-nya diambil oleh maskapai asing kan,&amp;rdquo; paparnya.Adapun, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memangkas jumlah bandara internasional dari 34 bandara menjadi 17 saja. Kebijakan itu tertuang melalui Surat Keputusan Menteri Nomor 31/2024 (KM 31/2004) tentang Penetapan Bandar Udara Internasional pada 2 April 2024 lalu.
Agus memandang, beleid tersebut merupakan kebijakan yang tepat untuk memulihkan industri perberbangan di dalam negeri. Kendati, proses pengurangan masih harus dilakukan hingga menyisakan lima bandara internasional saja.
Lima bandara di Indonesia yang diusul melayani penerbangan internasional, diantaranya Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Bandara Internasional Juanda, Surabaya, dan Bandara Internasional Kualanamu Medan.
&amp;ldquo;Harus (dipangkas), saya sudah mendorong sejak 10 tahun yang lalu, supaya bandara untuk port of entry masuk ke negara itu tidak lebih dari 10. Amerika yang ratusan bandaranya internasional tapi port of entry hanya delapan, jadi kebanyakan untuk apa?&amp;rdquo; ungkap dia.
&amp;ldquo;Kan ini tujuannya kalau menurut Kementerian Pariwisata untuk menaikan turis, gak ada turis datang. Yang ada adalah airline kita mati karena rute-nya diambil oleh maskapai asing kan,&amp;rdquo; lanjutnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMS8xLzE3OTg0OC81L3g4eDdneGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemangkasan bandara internasional bakal memperbaiki bisnis maskapai penerbangan nasional. Pasalnya, ceruk pasar domestik bisa dioptimalkan.
Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio mengatakan, selama ini beberapa bandara di dalam negeri yang melayani penerbangan internasional hanya menguntungkan maskapai asing saja. Sebaliknya, kebijakan itu membunuh perusahaan serupa di dalam negeri.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Gaji Pilot dan Kopilot Maskapai Penerbangan Batik Air

Dia mencontohkan, penerbangan internasional dengan rute Singapura - Solo bisa dihentikan karena merugikan maskapai nasional. Sebagai gantinya, pemerintah bisa mengatur rute penerbangan menjadi Singapura-Jakarta, lalu dari Jakarta-Solo.
&amp;ldquo;Anda mau ke Solo, ya dari Singapura bisa ke Solo. Coba kalau Jakarta, kan maskapai domestiknya bisa ngangkut dari Jakarta ke Solo dan seterusnya,&amp;rdquo; ujar Agus, Minggu (28/4/2024).

BACA JUGA:
Inilah Sosok Pemilik Maskapai Penerbangan Batik Air yang Pilot dan Kopilotnya Ketiduran 28 Menit

Bahkan, perusahaan penerbangan Indonesia bisa menjemput ajal alias mati, jika pemerintah tidak melakukan pemangkasan dan hanya memperbanyak bandara yang melayani rute internasional.
Menurutnya, membanjirnya bandara berstatus internasional hanya memberi ruang bisnis bagi perusahaan asing untuk meraup sebanyak-banyaknya pasar penerbangan Indonesia.
&amp;ldquo;Yang ada adalah airline kita mati karena rute-nya diambil oleh maskapai asing kan,&amp;rdquo; paparnya.Adapun, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memangkas jumlah bandara internasional dari 34 bandara menjadi 17 saja. Kebijakan itu tertuang melalui Surat Keputusan Menteri Nomor 31/2024 (KM 31/2004) tentang Penetapan Bandar Udara Internasional pada 2 April 2024 lalu.
Agus memandang, beleid tersebut merupakan kebijakan yang tepat untuk memulihkan industri perberbangan di dalam negeri. Kendati, proses pengurangan masih harus dilakukan hingga menyisakan lima bandara internasional saja.
Lima bandara di Indonesia yang diusul melayani penerbangan internasional, diantaranya Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Bandara Internasional Juanda, Surabaya, dan Bandara Internasional Kualanamu Medan.
&amp;ldquo;Harus (dipangkas), saya sudah mendorong sejak 10 tahun yang lalu, supaya bandara untuk port of entry masuk ke negara itu tidak lebih dari 10. Amerika yang ratusan bandaranya internasional tapi port of entry hanya delapan, jadi kebanyakan untuk apa?&amp;rdquo; ungkap dia.
&amp;ldquo;Kan ini tujuannya kalau menurut Kementerian Pariwisata untuk menaikan turis, gak ada turis datang. Yang ada adalah airline kita mati karena rute-nya diambil oleh maskapai asing kan,&amp;rdquo; lanjutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
