<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesempatan Kerja Perempuan di RI Masih Minim? Cek Faktanya</title><description>Benarkah kesempatan kerja bagi perempuan di Indonesia masih minim?</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/28/622/3001593/kesempatan-kerja-perempuan-di-ri-masih-minim-cek-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/28/622/3001593/kesempatan-kerja-perempuan-di-ri-masih-minim-cek-faktanya"/><item><title>Kesempatan Kerja Perempuan di RI Masih Minim? Cek Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/28/622/3001593/kesempatan-kerja-perempuan-di-ri-masih-minim-cek-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/28/622/3001593/kesempatan-kerja-perempuan-di-ri-masih-minim-cek-faktanya</guid><pubDate>Minggu 28 April 2024 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Kristalensi Bunga Nauli Sihite</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/28/622/3001593/kesempatan-kerja-perempuan-di-ri-masih-minim-cek-faktanya-rwZrDKkOu8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kesempatan kerja bagi perempuan di Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/28/622/3001593/kesempatan-kerja-perempuan-di-ri-masih-minim-cek-faktanya-rwZrDKkOu8.jpg</image><title>Kesempatan kerja bagi perempuan di Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy81LzE3OTkwMS81L3g4eGIxcms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Benarkah kesempatan kerja bagi perempuan di Indonesia masih minim? Melansir data dari Indonesia Business Coalition for Power Empowerment (IBCWE), di 20 tahun terakhir konstan di kisaran angka 51% perempuan dengan rasio partisipasi perempuan ke laki-laki statis 0,62.
Praktisi Media dan Mompreneur, Amanda Valani menyampaikan pemikirannya mengenai kesempatan kerja bagi perempuan di Indonesia.

BACA JUGA:
Promosi Pendidikan, Intip Peluang Kerja Sama Perguruan Tinggi RI-Australia

Dengan seiring berjalannya waktu, pemberdayaan perempuan di era modern sudah tergolong banyak peluangnya. Walaupun peluangnya memang luas, namun untuk meraihnya memerlukan dari kemauan seorang perempuan.
&amp;ldquo;Semuanya balik lagi ke kita sendiri. Willingness and ambition to grab the opportunity,&amp;rdquo; ucapnya di acara inDrive bertajuk Driving Empowerment Celebrating Kartini&amp;rsquo;s Day, dikutip Minggu (28/4/2024).

BACA JUGA:
Peluang Kerja 95%, 1,14 Juta Peserta Ditargetkan Ikuti Program Kartu Prakerja 2024

Menurut Amanda, peningkatan kesempatan kerja bagi perempuan di Indonesia terbilang sudah mengalami peningkatan. Namun, tidak menutup kemungkinan masih adanya kesenjangan.
Kesenjangan-kesenjangan tersebut dalam bentuk kesenjangan gender, pendapatan hingga bagaimana perempuan mengambil keputusan dalam berumah tangga.&amp;ldquo;Kalau kita lihat dari konteks global data, BKS tahun 2023 terakhir ada 60% pekerja laki-laki dan ada 40% pekerja perempuan. Artinya masih ada kesenjangan yang cukup besar. Namun setiap tahun pasti akan selalu ada peningkatan walaupun masih slow, sekitar 1 atau 2%,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;ldquo;Dari data yang disebutin tadi, katakanlah ada 65% wanita yang bekerja di sektor informal sisanya 35% bekerja di sektor formal,&amp;rdquo; tambahnya.
Berdasarkan dari jumlah persentase tersebut, tingginya tingkat perempuan yang bekerja di sektor informal disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
- Keterampilan yang rendah
- Tanggung jawab
- Kondisi budaya
Praktisi media tersebut menyampaikan bahwa kesempatan kerja untuk perempuan sangatlah luas. Kesempatan tersebut pun juga dapat mempengaruhi aspek kehidupan yang dapat menutupi kesenjangan-kesenjangan yang ada. Namun, kembali lagi bahwa semua itu akan tercapai apabila ada kemauan dan ambisi dari dalam diri seorang perempuan.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy81LzE3OTkwMS81L3g4eGIxcms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Benarkah kesempatan kerja bagi perempuan di Indonesia masih minim? Melansir data dari Indonesia Business Coalition for Power Empowerment (IBCWE), di 20 tahun terakhir konstan di kisaran angka 51% perempuan dengan rasio partisipasi perempuan ke laki-laki statis 0,62.
Praktisi Media dan Mompreneur, Amanda Valani menyampaikan pemikirannya mengenai kesempatan kerja bagi perempuan di Indonesia.

BACA JUGA:
Promosi Pendidikan, Intip Peluang Kerja Sama Perguruan Tinggi RI-Australia

Dengan seiring berjalannya waktu, pemberdayaan perempuan di era modern sudah tergolong banyak peluangnya. Walaupun peluangnya memang luas, namun untuk meraihnya memerlukan dari kemauan seorang perempuan.
&amp;ldquo;Semuanya balik lagi ke kita sendiri. Willingness and ambition to grab the opportunity,&amp;rdquo; ucapnya di acara inDrive bertajuk Driving Empowerment Celebrating Kartini&amp;rsquo;s Day, dikutip Minggu (28/4/2024).

BACA JUGA:
Peluang Kerja 95%, 1,14 Juta Peserta Ditargetkan Ikuti Program Kartu Prakerja 2024

Menurut Amanda, peningkatan kesempatan kerja bagi perempuan di Indonesia terbilang sudah mengalami peningkatan. Namun, tidak menutup kemungkinan masih adanya kesenjangan.
Kesenjangan-kesenjangan tersebut dalam bentuk kesenjangan gender, pendapatan hingga bagaimana perempuan mengambil keputusan dalam berumah tangga.&amp;ldquo;Kalau kita lihat dari konteks global data, BKS tahun 2023 terakhir ada 60% pekerja laki-laki dan ada 40% pekerja perempuan. Artinya masih ada kesenjangan yang cukup besar. Namun setiap tahun pasti akan selalu ada peningkatan walaupun masih slow, sekitar 1 atau 2%,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;ldquo;Dari data yang disebutin tadi, katakanlah ada 65% wanita yang bekerja di sektor informal sisanya 35% bekerja di sektor formal,&amp;rdquo; tambahnya.
Berdasarkan dari jumlah persentase tersebut, tingginya tingkat perempuan yang bekerja di sektor informal disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
- Keterampilan yang rendah
- Tanggung jawab
- Kondisi budaya
Praktisi media tersebut menyampaikan bahwa kesempatan kerja untuk perempuan sangatlah luas. Kesempatan tersebut pun juga dapat mempengaruhi aspek kehidupan yang dapat menutupi kesenjangan-kesenjangan yang ada. Namun, kembali lagi bahwa semua itu akan tercapai apabila ada kemauan dan ambisi dari dalam diri seorang perempuan.
</content:encoded></item></channel></rss>
