<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNI Raup Laba Bersih Rp5,3 Triliun di Kuartal I-2024, Naik Tipis 2%</title><description>PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meraup laba bersih sebesar Rp5,3 triliun pada kuartal I 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/278/3002208/bni-raup-laba-bersih-rp5-3-triliun-di-kuartal-i-2024-naik-tipis-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/278/3002208/bni-raup-laba-bersih-rp5-3-triliun-di-kuartal-i-2024-naik-tipis-2"/><item><title>BNI Raup Laba Bersih Rp5,3 Triliun di Kuartal I-2024, Naik Tipis 2%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/278/3002208/bni-raup-laba-bersih-rp5-3-triliun-di-kuartal-i-2024-naik-tipis-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/278/3002208/bni-raup-laba-bersih-rp5-3-triliun-di-kuartal-i-2024-naik-tipis-2</guid><pubDate>Senin 29 April 2024 17:57 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/29/278/3002208/bni-raup-laba-bersih-rp5-3-triliun-di-kuartal-i-2024-naik-tipis-2-Hc4I7w9dsE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba BNI naik tipis di kuartal I 2024 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/29/278/3002208/bni-raup-laba-bersih-rp5-3-triliun-di-kuartal-i-2024-naik-tipis-2-Hc4I7w9dsE.jpg</image><title>Laba BNI naik tipis di kuartal I 2024 (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meraup laba bersih sebesar Rp5,3 triliun pada kuartal I 2024. Angka tersebut tumbuh 2% dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp5,2%.
Berdasarkan laporan keuangan di keterbukaan informasi BEI, Senin (29/4/2024), net interest income (NII) BNI tercatat turun menjadi Rp9,4 triliun atau 9,8% secara yoy, terutama akibat membengkaknya beban bunga sebesar 47,5% yoy menjadi Rp6,4 triliun.

BACA JUGA:
XL Axiata Raih Laba Bersih Rp547 Miliar, Meroket 168% di Kuartal I-2024


Sementara itu, Pre-Provision Operating Profit (PPOP) BNI turun menjadi Rp8,2 triliun atau turun 5,4% yoy.
Kenaikan laba bersih BNI pada kuartal I 2024 ini didorong oleh beban provisi yang turun menjadi Rp1,7 triliun atau 19% yoy.

BACA JUGA:
Jasindo Cetak Laba Bersih Rp102,8 Miliar di 2023 


Dari segi operasional, kredit disalurkan tumbuh 9,6% yoy, sejalan dengan  guidance manajemen di level 9%&amp;ndash;11% dan target industri dari BI dan OJK pada level 9&amp;ndash;12%.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) BNI meningkat 4,9% yoy, didorong oleh peningkatan CASA 6% yoy dan deposito 2,4% yoy.
Hal ini membuat Loan-to-Deposit Ratio (LDR) naik ke level 89% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu hanya 85,8%.
Di sisi lain, Net Interest Margin (NIM) BNI turun ke level 4,0%  dibandingkan pada kuartal I 2023 hanya 4,7%, jauh di bawah guidance  manajemen yang mengincar &amp;ge;4,5%.
Beban bunga BNI membengkak, terutama didorong oleh naiknya cost of funds menjadi 2,8% dibandingkan kuartal I 2023 1,9%.
Dari sisi kualitas aset, Non&amp;ndash;Performing Loan (Gross) BNI tercatat turun menjadi 2% dibandingkan kuartal I 2023 tercatat 2,8%.
Total aset BNI tercatat turun 1,84% menjadi RP 1.066 triliun hingga  akhir Maret 2024, dengan ekuitas juga turun 3% menjadi Rp149,70 triliun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meraup laba bersih sebesar Rp5,3 triliun pada kuartal I 2024. Angka tersebut tumbuh 2% dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp5,2%.
Berdasarkan laporan keuangan di keterbukaan informasi BEI, Senin (29/4/2024), net interest income (NII) BNI tercatat turun menjadi Rp9,4 triliun atau 9,8% secara yoy, terutama akibat membengkaknya beban bunga sebesar 47,5% yoy menjadi Rp6,4 triliun.

BACA JUGA:
XL Axiata Raih Laba Bersih Rp547 Miliar, Meroket 168% di Kuartal I-2024


Sementara itu, Pre-Provision Operating Profit (PPOP) BNI turun menjadi Rp8,2 triliun atau turun 5,4% yoy.
Kenaikan laba bersih BNI pada kuartal I 2024 ini didorong oleh beban provisi yang turun menjadi Rp1,7 triliun atau 19% yoy.

BACA JUGA:
Jasindo Cetak Laba Bersih Rp102,8 Miliar di 2023 


Dari segi operasional, kredit disalurkan tumbuh 9,6% yoy, sejalan dengan  guidance manajemen di level 9%&amp;ndash;11% dan target industri dari BI dan OJK pada level 9&amp;ndash;12%.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) BNI meningkat 4,9% yoy, didorong oleh peningkatan CASA 6% yoy dan deposito 2,4% yoy.
Hal ini membuat Loan-to-Deposit Ratio (LDR) naik ke level 89% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu hanya 85,8%.
Di sisi lain, Net Interest Margin (NIM) BNI turun ke level 4,0%  dibandingkan pada kuartal I 2023 hanya 4,7%, jauh di bawah guidance  manajemen yang mengincar &amp;ge;4,5%.
Beban bunga BNI membengkak, terutama didorong oleh naiknya cost of funds menjadi 2,8% dibandingkan kuartal I 2023 1,9%.
Dari sisi kualitas aset, Non&amp;ndash;Performing Loan (Gross) BNI tercatat turun menjadi 2% dibandingkan kuartal I 2023 tercatat 2,8%.
Total aset BNI tercatat turun 1,84% menjadi RP 1.066 triliun hingga  akhir Maret 2024, dengan ekuitas juga turun 3% menjadi Rp149,70 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
