<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astra International (ASII) Cetak Laba Rp7,46 Triliun di 3 Bulan Pertama 2024</title><description>PT Astra International Tbk (ASII) mencetak laba bersih sebesar Rp7,46 triliun hingga kuartal I 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/278/3002228/astra-international-asii-cetak-laba-rp7-46-triliun-di-3-bulan-pertama-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/278/3002228/astra-international-asii-cetak-laba-rp7-46-triliun-di-3-bulan-pertama-2024"/><item><title>Astra International (ASII) Cetak Laba Rp7,46 Triliun di 3 Bulan Pertama 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/278/3002228/astra-international-asii-cetak-laba-rp7-46-triliun-di-3-bulan-pertama-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/278/3002228/astra-international-asii-cetak-laba-rp7-46-triliun-di-3-bulan-pertama-2024</guid><pubDate>Senin 29 April 2024 18:33 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/29/278/3002228/astra-international-asii-cetak-laba-rp7-46-triliun-di-3-bulan-pertama-2024-qZFCcXLh6G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ASII raup laba di kuartal I 2024 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/29/278/3002228/astra-international-asii-cetak-laba-rp7-46-triliun-di-3-bulan-pertama-2024-qZFCcXLh6G.jpg</image><title>ASII raup laba di kuartal I 2024 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) mencetak laba bersih sebesar Rp7,46 triliun hingga kuartal I 2024. Capaian ini turun 14,39% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,71 triliun.

BACA JUGA:
Penjualan Mobil Astra (ASII) Turun Jadi 119.662 Unit hingga Maret 2024


Adapun, laba bersih perseroan tidak termasuk penyesuaian nilai wajar atas investasi di GoTo dan Hermina tercatat sebesar Rp8,1 triliun, 5% lebih rendah dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2023.
Sementara itu, pendapatan perseroan juga susut 2,13% menjadi Rp81,20 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp82,98 triliun. Penurunan kinerja perseroan sepanjang kuartal pertama tahun 2024 ini disebabkan oleh penurunan kinerja bisnis alat berat, pertambangan dan otomotif grup ASII.

BACA JUGA:
Raup Laba Rp33,8 Triliun, Astra (ASII) Bakal Bagi-Bagi Dividen Rp421 per Saham


&amp;ldquo;Kinerja grup pada kuartal pertama tahun 2024 menurun, terutama merefleksikan kondisi ekonomi yang melemah dan penurunan harga batu bara dari tingkat harga yang tinggi sebelumnya,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur ASII, Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan resminya, Senin (29/4/2024).
Sebagai informasi, laba bersih dari segmen bisnis alat berat yang dijalankan oleh PT United Tractors Tbk (UNTR) tercatat turun 15% menjadi Rp2,8 triliun. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan kontribusi dari bisnis pertambangan dan mesin konstruksi.
Sedangkan, laba bersih pada divisi otomotif turun 9%, yang  merefleksikan penurunan volume penjualan. Penjualan mobil Astra  sepanjang kuartal pertama tahun ini turun 20% menjadi 120.000 unit,  sementara penjualan sepeda motor Astra turun 8% menjadi 1,32 juta unit.
Djony menyampaikan, terlepas dari tantangan-tantangan tersebut,  perseroan tetap optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.  &amp;ldquo;Didukung oleh neraca keuangan yang kuat, grup dengan diversifikasi  portofolio bisnisnya berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan  peluang-peluang pertumbuhan jangka panjang,&amp;rdquo; pungkas Djony.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) mencetak laba bersih sebesar Rp7,46 triliun hingga kuartal I 2024. Capaian ini turun 14,39% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,71 triliun.

BACA JUGA:
Penjualan Mobil Astra (ASII) Turun Jadi 119.662 Unit hingga Maret 2024


Adapun, laba bersih perseroan tidak termasuk penyesuaian nilai wajar atas investasi di GoTo dan Hermina tercatat sebesar Rp8,1 triliun, 5% lebih rendah dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2023.
Sementara itu, pendapatan perseroan juga susut 2,13% menjadi Rp81,20 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp82,98 triliun. Penurunan kinerja perseroan sepanjang kuartal pertama tahun 2024 ini disebabkan oleh penurunan kinerja bisnis alat berat, pertambangan dan otomotif grup ASII.

BACA JUGA:
Raup Laba Rp33,8 Triliun, Astra (ASII) Bakal Bagi-Bagi Dividen Rp421 per Saham


&amp;ldquo;Kinerja grup pada kuartal pertama tahun 2024 menurun, terutama merefleksikan kondisi ekonomi yang melemah dan penurunan harga batu bara dari tingkat harga yang tinggi sebelumnya,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur ASII, Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan resminya, Senin (29/4/2024).
Sebagai informasi, laba bersih dari segmen bisnis alat berat yang dijalankan oleh PT United Tractors Tbk (UNTR) tercatat turun 15% menjadi Rp2,8 triliun. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan kontribusi dari bisnis pertambangan dan mesin konstruksi.
Sedangkan, laba bersih pada divisi otomotif turun 9%, yang  merefleksikan penurunan volume penjualan. Penjualan mobil Astra  sepanjang kuartal pertama tahun ini turun 20% menjadi 120.000 unit,  sementara penjualan sepeda motor Astra turun 8% menjadi 1,32 juta unit.
Djony menyampaikan, terlepas dari tantangan-tantangan tersebut,  perseroan tetap optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.  &amp;ldquo;Didukung oleh neraca keuangan yang kuat, grup dengan diversifikasi  portofolio bisnisnya berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan  peluang-peluang pertumbuhan jangka panjang,&amp;rdquo; pungkas Djony.</content:encoded></item></channel></rss>
