<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Buka-bukaan Peluang Indonesia Kuasai 61% Saham Freeport</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkap Indonesia masih berpotensi  untuk menambah porsi kepemilikan saham freeport 10% lagi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/320/3002195/bahlil-buka-bukaan-peluang-indonesia-kuasai-61-saham-freeport</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/320/3002195/bahlil-buka-bukaan-peluang-indonesia-kuasai-61-saham-freeport"/><item><title>Bahlil Buka-bukaan Peluang Indonesia Kuasai 61% Saham Freeport</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/320/3002195/bahlil-buka-bukaan-peluang-indonesia-kuasai-61-saham-freeport</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/320/3002195/bahlil-buka-bukaan-peluang-indonesia-kuasai-61-saham-freeport</guid><pubDate>Senin 29 April 2024 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/29/320/3002195/bahlil-buka-bukaan-peluang-indonesia-kuasai-61-saham-freeport-OXFUQBhw77.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI bisa kuasai 61% saham Freeport (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/29/320/3002195/bahlil-buka-bukaan-peluang-indonesia-kuasai-61-saham-freeport-OXFUQBhw77.jpg</image><title>RI bisa kuasai 61% saham Freeport (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNC8xLzE3MzY0Ni81L3g4cG0yZm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkap Indonesia masih berpotensi untuk menambah porsi kepemilikan saham freeport 10% lagi. Dengan begitu total kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia (PTFI) bisa menjadi 61%.

BACA JUGA:
4 Fakta Smelter Freeport Rampung hingga RI Segera Kuasai 61% Saham Tambang Emas Papua


Lebih lanjut, Bahlil mengaku penambahan saham kepemilikan saham 10% di PTFI bisa didapatkan dengan harga yang murah, namun Bahlil masih enggan untuk membocorkan angka konkretnya.
&quot;Ini ada opsi penambahan saham 10 persen, dengan harga yang sangat murah, ke depan, Freeport itu Indonesia sudah memiliki setidaknya 61%,&quot; ujar Bahlil usai konferensi pers di kantornya, Senin (29/4/2024).

BACA JUGA:
Proyek Smelter Freeport di Gresik Tuntas Mei 2024 


Potensi penambahan saham freeport menjadi 61% itu bisa didapatkan setelah Pemerintah memberikan perpanjangan kontrak Freeport dalam rangka melakukan eksplorasi penambangan.
Pada kesempatan tersebut, Bahlil juga menjelaskan saat ini Pemerintah tengah mempercepat revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.
Lewat regulasi tersebut, maka kontrak penambangan freeport yang  sebelumnya habis pada tahun 2041 mendatang akan ditambah selama 20 tahun  hingga 2061. Perpanjangan kontrak itu bertujuan untuk melakukan  eksplorasi penambangan.
Sebab, Bahlil mengungkapkan puncak produksi freeport sendiri  diperkirakan akan terjadi pada tahun 2035 mendatang, sehingga jika tidak  dilakukan eksplorasi maka freeport terancam berhenti produksi pada  tahun 2040.
&quot;Begitu 2035 ketika kita tidak melakukan eksplorasi, itu produksi  bisa habis, sedangkan untuk eksplorasi underground itu butuh waktu 10  sampai 15 tahun,&quot; kata Bahlil.
&quot;Jadi kalau kita tidak melakukan perpanjangan kontrak sekarang untuk  melakukan eksplorasi, maka siap-siap 2040 itu Freeport tidak operasi,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNC8xLzE3MzY0Ni81L3g4cG0yZm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkap Indonesia masih berpotensi untuk menambah porsi kepemilikan saham freeport 10% lagi. Dengan begitu total kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia (PTFI) bisa menjadi 61%.

BACA JUGA:
4 Fakta Smelter Freeport Rampung hingga RI Segera Kuasai 61% Saham Tambang Emas Papua


Lebih lanjut, Bahlil mengaku penambahan saham kepemilikan saham 10% di PTFI bisa didapatkan dengan harga yang murah, namun Bahlil masih enggan untuk membocorkan angka konkretnya.
&quot;Ini ada opsi penambahan saham 10 persen, dengan harga yang sangat murah, ke depan, Freeport itu Indonesia sudah memiliki setidaknya 61%,&quot; ujar Bahlil usai konferensi pers di kantornya, Senin (29/4/2024).

BACA JUGA:
Proyek Smelter Freeport di Gresik Tuntas Mei 2024 


Potensi penambahan saham freeport menjadi 61% itu bisa didapatkan setelah Pemerintah memberikan perpanjangan kontrak Freeport dalam rangka melakukan eksplorasi penambangan.
Pada kesempatan tersebut, Bahlil juga menjelaskan saat ini Pemerintah tengah mempercepat revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.
Lewat regulasi tersebut, maka kontrak penambangan freeport yang  sebelumnya habis pada tahun 2041 mendatang akan ditambah selama 20 tahun  hingga 2061. Perpanjangan kontrak itu bertujuan untuk melakukan  eksplorasi penambangan.
Sebab, Bahlil mengungkapkan puncak produksi freeport sendiri  diperkirakan akan terjadi pada tahun 2035 mendatang, sehingga jika tidak  dilakukan eksplorasi maka freeport terancam berhenti produksi pada  tahun 2040.
&quot;Begitu 2035 ketika kita tidak melakukan eksplorasi, itu produksi  bisa habis, sedangkan untuk eksplorasi underground itu butuh waktu 10  sampai 15 tahun,&quot; kata Bahlil.
&quot;Jadi kalau kita tidak melakukan perpanjangan kontrak sekarang untuk  melakukan eksplorasi, maka siap-siap 2040 itu Freeport tidak operasi,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
