<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyebab Banyak Orang RI Ogah Bayar Utang di Fintech</title><description>Penyebab banyak orang Indonesia ogah membayar utang di Fintech adalah minimnya edukasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/622/3002215/penyebab-banyak-orang-ri-ogah-bayar-utang-di-fintech</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/622/3002215/penyebab-banyak-orang-ri-ogah-bayar-utang-di-fintech"/><item><title>Penyebab Banyak Orang RI Ogah Bayar Utang di Fintech</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/622/3002215/penyebab-banyak-orang-ri-ogah-bayar-utang-di-fintech</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/29/622/3002215/penyebab-banyak-orang-ri-ogah-bayar-utang-di-fintech</guid><pubDate>Senin 29 April 2024 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/29/622/3002215/penyebab-banyak-orang-ri-ogah-bayar-utang-di-fintech-tnQg9FUUoy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyebab orang RI ogah bayar utang (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/29/622/3002215/penyebab-banyak-orang-ri-ogah-bayar-utang-di-fintech-tnQg9FUUoy.jpg</image><title>Penyebab orang RI ogah bayar utang (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMC8xLzE3NzQ0NS81L3g4c3p0cGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Penyebab banyak orang Indonesia ogah membayar utang di Fintech adalah minimnya edukasi.  Maraknya kasus orang yang ogah membayar utang karena minimnya edukasi.

BACA JUGA:
Banyak Korban Pinjol Bunuh Diri, Fintech: Kami yang Dituduh


Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik S Djafar mengatakan belum meratanya edukasi di tengah masyarakat membuat banyak orang memiliki mental enggan membayar utang. Menurutnya, edukasi sangat penting didapat agar masyarakat memiliki disiplin untuk membayar kewajiban.

BACA JUGA:
Asosiasi Fintech: Kami Bukan Pinjol!


&quot;Karena edukasi ke masyarakat belum merata sehingga membuat mental-mental gak mau bayar. Itu gak bagus. Secara agama saja, agama apapun, itu gak boleh utang gak dibayar,&quot; ungkapnya dalam Media Gathering dan Halalbihalal bersama AdaKami, pada Senin (29/4/2024).
Entjik mencontohkan bahwa di negara maju, ada kebijakan bahwa para penunggak utang dilarang untuk menggunakan fasilitas umum seperti kereta atau MRT. Namun ia menegaskan bahwa sayangnya ini belum cocok diadopsi di Indonesia.
Lebih lanjut Entjik mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan  treatment Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Dengan SLIK, data  penunggak utang akan tersimpan dan mereka bakal disulitkan untuk  mengajukan pinjaman di berbagai platform.
&quot;Kita ini Indonesia. Republik ini masih belajar, ada step-stepnya  karena kita ini negara berkembang. Kalau untuk kebijakan seekstrim  negara maju belum lah, tapi kalau bisa SLIK masuk, itu sudah mengedukasi  masyarakat untuk disiplin membayar kewajiban,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMC8xLzE3NzQ0NS81L3g4c3p0cGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Penyebab banyak orang Indonesia ogah membayar utang di Fintech adalah minimnya edukasi.  Maraknya kasus orang yang ogah membayar utang karena minimnya edukasi.

BACA JUGA:
Banyak Korban Pinjol Bunuh Diri, Fintech: Kami yang Dituduh


Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik S Djafar mengatakan belum meratanya edukasi di tengah masyarakat membuat banyak orang memiliki mental enggan membayar utang. Menurutnya, edukasi sangat penting didapat agar masyarakat memiliki disiplin untuk membayar kewajiban.

BACA JUGA:
Asosiasi Fintech: Kami Bukan Pinjol!


&quot;Karena edukasi ke masyarakat belum merata sehingga membuat mental-mental gak mau bayar. Itu gak bagus. Secara agama saja, agama apapun, itu gak boleh utang gak dibayar,&quot; ungkapnya dalam Media Gathering dan Halalbihalal bersama AdaKami, pada Senin (29/4/2024).
Entjik mencontohkan bahwa di negara maju, ada kebijakan bahwa para penunggak utang dilarang untuk menggunakan fasilitas umum seperti kereta atau MRT. Namun ia menegaskan bahwa sayangnya ini belum cocok diadopsi di Indonesia.
Lebih lanjut Entjik mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan  treatment Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Dengan SLIK, data  penunggak utang akan tersimpan dan mereka bakal disulitkan untuk  mengajukan pinjaman di berbagai platform.
&quot;Kita ini Indonesia. Republik ini masih belajar, ada step-stepnya  karena kita ini negara berkembang. Kalau untuk kebijakan seekstrim  negara maju belum lah, tapi kalau bisa SLIK masuk, itu sudah mengedukasi  masyarakat untuk disiplin membayar kewajiban,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
