<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba BTPN Anjlok 32% Jadi Rp544 Miliar di Kuartal I-2024</title><description>PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp544 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/30/278/3002762/laba-btpn-anjlok-32-jadi-rp544-miliar-di-kuartal-i-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/30/278/3002762/laba-btpn-anjlok-32-jadi-rp544-miliar-di-kuartal-i-2024"/><item><title>Laba BTPN Anjlok 32% Jadi Rp544 Miliar di Kuartal I-2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/30/278/3002762/laba-btpn-anjlok-32-jadi-rp544-miliar-di-kuartal-i-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/30/278/3002762/laba-btpn-anjlok-32-jadi-rp544-miliar-di-kuartal-i-2024</guid><pubDate>Selasa 30 April 2024 20:24 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/30/278/3002762/laba-btpn-anjlok-32-jadi-rp544-miliar-di-kuartal-i-2024-me9gkHCjI5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba BTPN anjlok di kuartal I 2024 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/30/278/3002762/laba-btpn-anjlok-32-jadi-rp544-miliar-di-kuartal-i-2024-me9gkHCjI5.jpeg</image><title>Laba BTPN anjlok di kuartal I 2024 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp544 miliar pada akhir Maret 2024. Laba BTPN anjlok 32% yoy dari periode di tahun sebelumnya Rp805 miliar.
Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan biaya sejalan dengan pertumbuhan volume usaha dan inisiatif-inisiatif yang sedang dikerjakan oleh Bank, lebih tingginya pencadangan kredit seiring dengan pertumbuhan jumlah kredit yang diberikan serta keputusan perseroan untuk menambah pencadangan kredit sebagai bentuk antisipasi berakhirnya POJK relaksasi kredit restrukturisasi pada 31 Maret 2024.

BACA JUGA:
Laba Bank Mandiri Naik Tipis 1,1% Jadi Rp12,7 Triliun di Kuartal-2024


&amp;ldquo;Bank BTPN akan terus berupaya untuk tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan publik yang relevan untuk masyarakat dan nasabah kami,&amp;rdquo; kata Direktur Utama BTPN Henoch Munandar dalam keterangan resminya, Selasa (30/4/2024).
Adapun Bank BTPN mencatat peningkatan total penyaluran kredit sebesar 24% year-on-year (yoy) menjadi Rp186,56 triliun pada akhir Maret 2024 dari Rp149,90 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:
CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,2 Triliun di Kuartal I-2024, Naik 7,8%


Peningkatan kredit termasuk pembiayaan dari PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance (SOF)&amp;mdash; OTO Group, seiring dengan selesainya aksi korporasi Bank BTPN pada akhir Maret 2024 atas akuisisi dua perusahaan pembiayaan tersebut, yang kini menjadi bagian dari Bank BTPN.
Bank BTPN secara organik membukukan peningkatan penyaluran kredit di luar OTO Group sebesar 8,5% yoy, yang terutama didorong oleh segmen korporasi dan komersial (9%), segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (18%), diikuti oleh segmen Jenius (154%) serta segmen Joint Finance (607%).
Aset Bank BTPN tumbuh sebesar 18% yoy, dari Rp204,00 triliun menjadi Rp239,84 triliun pada akhir Maret 2024.
Selain peningkatan kredit, Bank BTPN juga berhasil menjaga kualitas  kredit tetap baik. Rasio gross non-performing loan (NPL) Bank BTPN  berada di level 1,83% per akhir Maret 2024, lebih rendah dibanding  rata-rata industri yang tercatat sebesar 2,4% pada akhir Februari 2024.
Di tengah kondisi suku bunga yang masih tinggi, pendapatan bunga  bersih Bank BTPN naik sebesar 3% yoy menjadi Rp3,02 triliun dari Rp2,94  triliun.
Kenaikan pendapatan bunga bersih yang dikontribusikan oleh pendapatan  bunga dari kredit mendorong kenaikan pendapatan operasional  (konsolidasi) sebesar 1% yoy, serta Net Interest Margin (NIM) yang  terjaga di level 6,02%.
Saldo Current Account &amp;amp; Saving Account (CASA) Bank BTPN tercatat  meningkat sebesar 25% yoy dari Rp39,57 triliun menjadi Rp49,27 triliun  pada akhir Maret 2024. Rasio CASA juga mengalami peningkatan dari 34,0%  menjadi 41,0%.
Sementara itu, total deposito mengalami penurunan sebesar 8% yoy  menjadi Rp71,00 triliun. Dengan demikian total dana pihak ketiga (DPK)  Bank BTPN meningkat sebesar 3% yoy dari Rp116,37 triliun pada akhir  Maret 2023 menjadi Rp120,27 triliun akhir Maret 2024.
Bank BTPN dapat menjaga rasio likuiditas dan pendanaan di tingkat  yang sehat, dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 233,6% dan  net stable funding ratio (NSFR) 115,7% per 31 Maret 2024. Perseroan  mencatat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang kuat di  angka 27,8%.
Sementara itu, hingga akhir kuartal I 2024, Jenius dari Bank BTPN  berhasil mencatat pertumbuhan positif pada jumlah registered user  sebesar 21% menjadi 5,5 juta dari 4,6 juta pada periode sebelumnya.  Total penyaluran kredit (Flexi Cash, Digital Micro, Kartu Kredit Jenius  Visa, Paylater) menunjukkan peningkatan dari Rp1,2 triliun menjadi Rp2,8  triliun. Selain itu, dana pihak ketiga yang dikelola Jenius juga tumbuh  sebesar 13% menjadi Rp26,7 triliun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp544 miliar pada akhir Maret 2024. Laba BTPN anjlok 32% yoy dari periode di tahun sebelumnya Rp805 miliar.
Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan biaya sejalan dengan pertumbuhan volume usaha dan inisiatif-inisiatif yang sedang dikerjakan oleh Bank, lebih tingginya pencadangan kredit seiring dengan pertumbuhan jumlah kredit yang diberikan serta keputusan perseroan untuk menambah pencadangan kredit sebagai bentuk antisipasi berakhirnya POJK relaksasi kredit restrukturisasi pada 31 Maret 2024.

BACA JUGA:
Laba Bank Mandiri Naik Tipis 1,1% Jadi Rp12,7 Triliun di Kuartal-2024


&amp;ldquo;Bank BTPN akan terus berupaya untuk tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan publik yang relevan untuk masyarakat dan nasabah kami,&amp;rdquo; kata Direktur Utama BTPN Henoch Munandar dalam keterangan resminya, Selasa (30/4/2024).
Adapun Bank BTPN mencatat peningkatan total penyaluran kredit sebesar 24% year-on-year (yoy) menjadi Rp186,56 triliun pada akhir Maret 2024 dari Rp149,90 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:
CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,2 Triliun di Kuartal I-2024, Naik 7,8%


Peningkatan kredit termasuk pembiayaan dari PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance (SOF)&amp;mdash; OTO Group, seiring dengan selesainya aksi korporasi Bank BTPN pada akhir Maret 2024 atas akuisisi dua perusahaan pembiayaan tersebut, yang kini menjadi bagian dari Bank BTPN.
Bank BTPN secara organik membukukan peningkatan penyaluran kredit di luar OTO Group sebesar 8,5% yoy, yang terutama didorong oleh segmen korporasi dan komersial (9%), segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (18%), diikuti oleh segmen Jenius (154%) serta segmen Joint Finance (607%).
Aset Bank BTPN tumbuh sebesar 18% yoy, dari Rp204,00 triliun menjadi Rp239,84 triliun pada akhir Maret 2024.
Selain peningkatan kredit, Bank BTPN juga berhasil menjaga kualitas  kredit tetap baik. Rasio gross non-performing loan (NPL) Bank BTPN  berada di level 1,83% per akhir Maret 2024, lebih rendah dibanding  rata-rata industri yang tercatat sebesar 2,4% pada akhir Februari 2024.
Di tengah kondisi suku bunga yang masih tinggi, pendapatan bunga  bersih Bank BTPN naik sebesar 3% yoy menjadi Rp3,02 triliun dari Rp2,94  triliun.
Kenaikan pendapatan bunga bersih yang dikontribusikan oleh pendapatan  bunga dari kredit mendorong kenaikan pendapatan operasional  (konsolidasi) sebesar 1% yoy, serta Net Interest Margin (NIM) yang  terjaga di level 6,02%.
Saldo Current Account &amp;amp; Saving Account (CASA) Bank BTPN tercatat  meningkat sebesar 25% yoy dari Rp39,57 triliun menjadi Rp49,27 triliun  pada akhir Maret 2024. Rasio CASA juga mengalami peningkatan dari 34,0%  menjadi 41,0%.
Sementara itu, total deposito mengalami penurunan sebesar 8% yoy  menjadi Rp71,00 triliun. Dengan demikian total dana pihak ketiga (DPK)  Bank BTPN meningkat sebesar 3% yoy dari Rp116,37 triliun pada akhir  Maret 2023 menjadi Rp120,27 triliun akhir Maret 2024.
Bank BTPN dapat menjaga rasio likuiditas dan pendanaan di tingkat  yang sehat, dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 233,6% dan  net stable funding ratio (NSFR) 115,7% per 31 Maret 2024. Perseroan  mencatat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang kuat di  angka 27,8%.
Sementara itu, hingga akhir kuartal I 2024, Jenius dari Bank BTPN  berhasil mencatat pertumbuhan positif pada jumlah registered user  sebesar 21% menjadi 5,5 juta dari 4,6 juta pada periode sebelumnya.  Total penyaluran kredit (Flexi Cash, Digital Micro, Kartu Kredit Jenius  Visa, Paylater) menunjukkan peningkatan dari Rp1,2 triliun menjadi Rp2,8  triliun. Selain itu, dana pihak ketiga yang dikelola Jenius juga tumbuh  sebesar 13% menjadi Rp26,7 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
