<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>133 Ribu Kendaraan Listrik Sudah Wara-wiri di Jalan Indonesia   </title><description>Angka tersebut berdasarkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) yang sudah terbit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/01/320/3002937/133-ribu-kendaraan-listrik-sudah-wara-wiri-di-jalan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/01/320/3002937/133-ribu-kendaraan-listrik-sudah-wara-wiri-di-jalan-indonesia"/><item><title>133 Ribu Kendaraan Listrik Sudah Wara-wiri di Jalan Indonesia   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/01/320/3002937/133-ribu-kendaraan-listrik-sudah-wara-wiri-di-jalan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/01/320/3002937/133-ribu-kendaraan-listrik-sudah-wara-wiri-di-jalan-indonesia</guid><pubDate>Rabu 01 Mei 2024 12:06 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/01/320/3002937/133-ribu-kendaraan-listrik-sudah-wara-wiri-di-jalan-indonesia-HCCj3ql4t2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah Kendaraan Listrik di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Antara) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/01/320/3002937/133-ribu-kendaraan-listrik-sudah-wara-wiri-di-jalan-indonesia-HCCj3ql4t2.jpg</image><title>Jumlah Kendaraan Listrik di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Antara) </title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan jumlah kendaran listrik berbasis baterai (KLBB) di Indonesia per 3 April 2024 mencapai 133.225 unit. Angka tersebut berdasarkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) yang sudah terbit.
&quot;Hingga 3 April 2024, jumlah KBLBB berdasarkan jumlah SRUT yang terbit yaitu 133.225 unit. Kami bertanggung jawab dalam memastikan kendaraan bermotor yang dioperasikan wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sehingga aman dan berkeselamatan,&quot; ujar Menhub, Rabu (1/5/2024).

BACA JUGA:
BUMN Keroyokan Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Menhub menyampaikan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik butuh kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pemerintah telah menerbitkan berbagai regulasi dan kebijakan insentif guna mendukung percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan.
Dukungan Kementerian Perhubungan yakni melalui pemberian kebijakan insentif fiskal untuk tarif uji tipe dan tarif Sertifikat Uji Tipe, baik untuk KBLBB baru maupun kendaraan hasil konversi.

BACA JUGA:
Pameran Kendaraan Listrik PEVS 2024 Resmi Dibuka, Terbesar di ASEAN

Menurutnya, sektor transportasi merupakan bagian dari sektor energi yang fokus pada penerapan konservasi energi serta pemanfaatan energi baru dan terbarukan dalam pengendalian emisi. Manfaat dari peralihan menuju kendaraan listrik ini adalah penurunan emisi serta penghematan energi dan biaya energi.

&quot;Masa depan tanpa emisi dapat diwujudkan salah satunya melalui implementasi kendaraan listrik yang merupakan peluang besar untuk transisi energi bersih dan ramah lingkungan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi,&quot; sebut Menhub.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, diproyeksikan pada tahun 2030 jumlah kebutuhan energi pada sektor transportasi mengalami penghematan sebesar 0,4 juta TOE atau terjadi penghematan biaya energi sebesar Rp 4,2 Triliun. Ini terjadi dengan estimasi penurunan emisi sebesar 358 Juta ton CO2.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan jumlah kendaran listrik berbasis baterai (KLBB) di Indonesia per 3 April 2024 mencapai 133.225 unit. Angka tersebut berdasarkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) yang sudah terbit.
&quot;Hingga 3 April 2024, jumlah KBLBB berdasarkan jumlah SRUT yang terbit yaitu 133.225 unit. Kami bertanggung jawab dalam memastikan kendaraan bermotor yang dioperasikan wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sehingga aman dan berkeselamatan,&quot; ujar Menhub, Rabu (1/5/2024).

BACA JUGA:
BUMN Keroyokan Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Menhub menyampaikan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik butuh kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pemerintah telah menerbitkan berbagai regulasi dan kebijakan insentif guna mendukung percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan.
Dukungan Kementerian Perhubungan yakni melalui pemberian kebijakan insentif fiskal untuk tarif uji tipe dan tarif Sertifikat Uji Tipe, baik untuk KBLBB baru maupun kendaraan hasil konversi.

BACA JUGA:
Pameran Kendaraan Listrik PEVS 2024 Resmi Dibuka, Terbesar di ASEAN

Menurutnya, sektor transportasi merupakan bagian dari sektor energi yang fokus pada penerapan konservasi energi serta pemanfaatan energi baru dan terbarukan dalam pengendalian emisi. Manfaat dari peralihan menuju kendaraan listrik ini adalah penurunan emisi serta penghematan energi dan biaya energi.

&quot;Masa depan tanpa emisi dapat diwujudkan salah satunya melalui implementasi kendaraan listrik yang merupakan peluang besar untuk transisi energi bersih dan ramah lingkungan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi,&quot; sebut Menhub.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, diproyeksikan pada tahun 2030 jumlah kebutuhan energi pada sektor transportasi mengalami penghematan sebesar 0,4 juta TOE atau terjadi penghematan biaya energi sebesar Rp 4,2 Triliun. Ini terjadi dengan estimasi penurunan emisi sebesar 358 Juta ton CO2.</content:encoded></item></channel></rss>
