<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Terima Peta Jalan Aksesi Keanggotaan OECD</title><description>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerima Peta Jalan Aksesi Keanggotaan OECD Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/02/320/3003618/ri-terima-peta-jalan-aksesi-keanggotaan-oecd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/02/320/3003618/ri-terima-peta-jalan-aksesi-keanggotaan-oecd"/><item><title>RI Terima Peta Jalan Aksesi Keanggotaan OECD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/02/320/3003618/ri-terima-peta-jalan-aksesi-keanggotaan-oecd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/02/320/3003618/ri-terima-peta-jalan-aksesi-keanggotaan-oecd</guid><pubDate>Kamis 02 Mei 2024 18:45 WIB</pubDate><dc:creator>Farida Syifa Anandita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/02/320/3003618/ri-terima-peta-jalan-aksesi-keanggotaan-oecd-FoTvs8VsZd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga terima petajalan keanggotaan OECD (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/02/320/3003618/ri-terima-peta-jalan-aksesi-keanggotaan-oecd-FoTvs8VsZd.jpg</image><title>Menko Airlangga terima petajalan keanggotaan OECD (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xMC8xLzE3OTQ1NS81L3g4d2xhMzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerima Peta Jalan Aksesi Keanggotaan OECD Indonesia pada pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri OECD di Paris Prancis, Kamis (2/5/2024). Prosesi ini menandakan proses lebih lanjut dari tahapan bergabungnya Indonesia di OECD.

BACA JUGA:
Bertemu Sekjen OECD, Menko Airlangga Bahas Keanggotaan Indonesia


Proses aksesi ini sejalan dengan upaya Indonesia meningkatkan kolaborasi dengan seluruh anggota OECD. Kerja sama kedua pihak secara erat dalam proses aksesi bertujuan untuk memungkinkan kebijakan lebih baik untuk kehidupan yang lebih baik, sebagaimana moto OECD &amp;ldquo;Better Policies for Better Lives&amp;rdquo;.

BACA JUGA:
Jokowi Tunjuk Airlangga Urus Nasib Indonesia di OECD, Ini Tugasnya


&amp;ldquo;Dengan mewakili 80% perdagangan dan investasi dunia, keanggotaan dan standar OECD sangat penting untuk menjamin perekonomian global yang inklusif dan berkelanjutan. Menjadi anggota OECD memungkinkan Indonesia memperkuat komitmen konstitusionalnya untuk berpartisipasi dalam tatanan dunia, untuk memajukan kebebasan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,&amp;rdquo; tutur Menko Airlangga.Dengan bergabungnya Indonesia, saat ini terdapat 7 negara dengan  status kandidat aksesi, yakni Argentina, Brasil, Bulgaria, Indonesia,  Kroasia, Peru, dan Rumania. Hubungan Indonesia dan OECD telah  berlangsung sejak 2007, ketika Indonesia bergabung menjadi mitra kunci  OECD. OECD sendiri telah menjadi mitra strategis Indonesia dalam  penyempurnaan kebijakan dan standar, baik bagi masyarakat, tata kelola  pemerintahan, hingga dunia usaha.
Turut hadir menyaksikan serah terima peta jalan keanggotaan Indonesia  bersama Menko Perekonomian yakni Menteri Keuangan RI, Sekretaris  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi  Kerja Sama Internasional Kemenko Perekonomian, dan Duta Besar RI untuk  Prancis, Andorra, Monako, serta Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk  UNESCO.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xMC8xLzE3OTQ1NS81L3g4d2xhMzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerima Peta Jalan Aksesi Keanggotaan OECD Indonesia pada pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri OECD di Paris Prancis, Kamis (2/5/2024). Prosesi ini menandakan proses lebih lanjut dari tahapan bergabungnya Indonesia di OECD.

BACA JUGA:
Bertemu Sekjen OECD, Menko Airlangga Bahas Keanggotaan Indonesia


Proses aksesi ini sejalan dengan upaya Indonesia meningkatkan kolaborasi dengan seluruh anggota OECD. Kerja sama kedua pihak secara erat dalam proses aksesi bertujuan untuk memungkinkan kebijakan lebih baik untuk kehidupan yang lebih baik, sebagaimana moto OECD &amp;ldquo;Better Policies for Better Lives&amp;rdquo;.

BACA JUGA:
Jokowi Tunjuk Airlangga Urus Nasib Indonesia di OECD, Ini Tugasnya


&amp;ldquo;Dengan mewakili 80% perdagangan dan investasi dunia, keanggotaan dan standar OECD sangat penting untuk menjamin perekonomian global yang inklusif dan berkelanjutan. Menjadi anggota OECD memungkinkan Indonesia memperkuat komitmen konstitusionalnya untuk berpartisipasi dalam tatanan dunia, untuk memajukan kebebasan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,&amp;rdquo; tutur Menko Airlangga.Dengan bergabungnya Indonesia, saat ini terdapat 7 negara dengan  status kandidat aksesi, yakni Argentina, Brasil, Bulgaria, Indonesia,  Kroasia, Peru, dan Rumania. Hubungan Indonesia dan OECD telah  berlangsung sejak 2007, ketika Indonesia bergabung menjadi mitra kunci  OECD. OECD sendiri telah menjadi mitra strategis Indonesia dalam  penyempurnaan kebijakan dan standar, baik bagi masyarakat, tata kelola  pemerintahan, hingga dunia usaha.
Turut hadir menyaksikan serah terima peta jalan keanggotaan Indonesia  bersama Menko Perekonomian yakni Menteri Keuangan RI, Sekretaris  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi  Kerja Sama Internasional Kemenko Perekonomian, dan Duta Besar RI untuk  Prancis, Andorra, Monako, serta Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk  UNESCO.
</content:encoded></item></channel></rss>
