<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS Catat Inflasi Sultra 2,93%, Terkendali Di Bawah Rata-Rata Nasional</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Sultra year on year stabil  di angka 2,93% atau di bawah angka inflasi nasional yakni 3%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/02/320/3003629/bps-catat-inflasi-sultra-2-93-terkendali-di-bawah-rata-rata-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/02/320/3003629/bps-catat-inflasi-sultra-2-93-terkendali-di-bawah-rata-rata-nasional"/><item><title>BPS Catat Inflasi Sultra 2,93%, Terkendali Di Bawah Rata-Rata Nasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/02/320/3003629/bps-catat-inflasi-sultra-2-93-terkendali-di-bawah-rata-rata-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/02/320/3003629/bps-catat-inflasi-sultra-2-93-terkendali-di-bawah-rata-rata-nasional</guid><pubDate>Kamis 02 Mei 2024 19:12 WIB</pubDate><dc:creator>Kristalensi Bunga Nauli Sihite</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/02/320/3003629/bps-catat-inflasi-sultra-2-93-terkendali-di-bawah-rata-rata-nasional-XmencB7ucQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi Sultra terkendali di bawah rata-rata nasional (Foto: BPS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/02/320/3003629/bps-catat-inflasi-sultra-2-93-terkendali-di-bawah-rata-rata-nasional-XmencB7ucQ.jpg</image><title>Inflasi Sultra terkendali di bawah rata-rata nasional (Foto: BPS)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yOC8xLzE3ODkwMy81L3g4dnhkN2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Sultra year on year stabil di angka 2,93% atau di bawah angka inflasi nasional yakni 3%. Hal ini menunjukkan pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menjaga stabilitas angka inflasi pasca Idul Fitri 1445H.

BACA JUGA:
Banjir Bikin Bawang Merah Inflasi hingga 30,7% 


&quot;Alhamdulillah inflasi kita relatif stabil di bawah angka inflasi nasional, jika diurutkan dari tingkat inflasi terendah maka Provinsi Sultra pada peringkat ke-13 dari 38 Provinsi. Inflasi tertinggi tercatat di Provinsi Gorontalo sebesar 4,65%,&quot; ujar Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto, Kamis (2/5/2024).
Selanjutnya, untuk 4 (empat) Kabupaten/Kota yang dihitung angka inflasinya, Kota Baubau menjadi yang tertinggi dan Kabupaten Kolaka menjadi yang terendah.

BACA JUGA:
Setelah 8 Bulan Jadi Biang Kerok Inflasi, Akhirnya Harga Beras Alami Deflasi


&quot;Kota Baubau angka inflasinya yakni sebesar 3,21%, selanjutnya Kota Kendari 3,09%, Kabupaten Konawe 2,58%, dan yang terendah Kabupaten Kolaka sebesar 2,45%,&quot; kata Andap.
Terdapat beberapa komoditas penyumbang inflasi di Sultra yakni beras sebesar 0,90%, sigaret kretek mesin 0,42%, angkatan udara 0,24%, dan emas perhiasan sebesar 0,15%.
&quot;Adapun komoditas peredam laju inflasi di tempat kita Sultra yakni ikan layang dengan andil deflasi sebesar 0,12%, ikan bandeng/bolu 0,08%, dan ikan kembung dengan andil sebesar 0,07%,&quot; ungkapnya.
Linier dengan inflasi year on year, inflasi bulanan (MoM) Sultra juga  stabil pada angka sebesar 0,47%. Berdasarkan historis perkembangan  harga selama Idul Fitri dalam 4 (empat) tahun terakhir, Sultra selalu  alami inflasi MoM.
Kondisi inflasi yang terkendali ini menempatkan Sultra pada posisi  ke-26 apabila dilihat dari peringkat inflasi tertinggi. Namun apabila  dilihat dari peringkat inflasi terendah, Sultra berada pada peringkat 13  dari 38 Provinsi yang dinilai inflasinya secara nasional.
Sementara itu, Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto mengaku  bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama  dan berperan aktif dalam pengendalian inflasi di Sultra.
&quot;Saya apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada TPID Provinsi Sultra  dan para pihak yang telah berkontribusi menjaga stabilitas inflasi di  Sultra selama perayaan Idul Fitri 1445 H,&quot; ujar Andap.
Pj Gubernur juga menginstruksikan TPID Provinsi Sultra serta  Bupati/Walikota dan Kepala Perangkat Daerah untuk melakukan  langkah-langkah intervensi dalam menjaga stabilitas harga di Sultra.
&quot;TPID, serta Bupati/Walikota dan para Kepala Perangkat Daerah, meski  angka inflasi kita masih dalam rentang kendali 1,5% hingga 3,5 %, saya  perlu tegaskan akan pentingnya langkah-langkah intervensi, tetap waspada  dan laksanakan langkah-langkah antisipatif guna menjaga stabilitas  harga di Sultra,&quot; pungkas Pj Gubernur.
&quot;Selamat berjuang untuk melayani masyarakat, semoga Sultra semakin baik dari waktu ke waktu,&quot; tutup Andap.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yOC8xLzE3ODkwMy81L3g4dnhkN2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Sultra year on year stabil di angka 2,93% atau di bawah angka inflasi nasional yakni 3%. Hal ini menunjukkan pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menjaga stabilitas angka inflasi pasca Idul Fitri 1445H.

BACA JUGA:
Banjir Bikin Bawang Merah Inflasi hingga 30,7% 


&quot;Alhamdulillah inflasi kita relatif stabil di bawah angka inflasi nasional, jika diurutkan dari tingkat inflasi terendah maka Provinsi Sultra pada peringkat ke-13 dari 38 Provinsi. Inflasi tertinggi tercatat di Provinsi Gorontalo sebesar 4,65%,&quot; ujar Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto, Kamis (2/5/2024).
Selanjutnya, untuk 4 (empat) Kabupaten/Kota yang dihitung angka inflasinya, Kota Baubau menjadi yang tertinggi dan Kabupaten Kolaka menjadi yang terendah.

BACA JUGA:
Setelah 8 Bulan Jadi Biang Kerok Inflasi, Akhirnya Harga Beras Alami Deflasi


&quot;Kota Baubau angka inflasinya yakni sebesar 3,21%, selanjutnya Kota Kendari 3,09%, Kabupaten Konawe 2,58%, dan yang terendah Kabupaten Kolaka sebesar 2,45%,&quot; kata Andap.
Terdapat beberapa komoditas penyumbang inflasi di Sultra yakni beras sebesar 0,90%, sigaret kretek mesin 0,42%, angkatan udara 0,24%, dan emas perhiasan sebesar 0,15%.
&quot;Adapun komoditas peredam laju inflasi di tempat kita Sultra yakni ikan layang dengan andil deflasi sebesar 0,12%, ikan bandeng/bolu 0,08%, dan ikan kembung dengan andil sebesar 0,07%,&quot; ungkapnya.
Linier dengan inflasi year on year, inflasi bulanan (MoM) Sultra juga  stabil pada angka sebesar 0,47%. Berdasarkan historis perkembangan  harga selama Idul Fitri dalam 4 (empat) tahun terakhir, Sultra selalu  alami inflasi MoM.
Kondisi inflasi yang terkendali ini menempatkan Sultra pada posisi  ke-26 apabila dilihat dari peringkat inflasi tertinggi. Namun apabila  dilihat dari peringkat inflasi terendah, Sultra berada pada peringkat 13  dari 38 Provinsi yang dinilai inflasinya secara nasional.
Sementara itu, Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto mengaku  bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama  dan berperan aktif dalam pengendalian inflasi di Sultra.
&quot;Saya apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada TPID Provinsi Sultra  dan para pihak yang telah berkontribusi menjaga stabilitas inflasi di  Sultra selama perayaan Idul Fitri 1445 H,&quot; ujar Andap.
Pj Gubernur juga menginstruksikan TPID Provinsi Sultra serta  Bupati/Walikota dan Kepala Perangkat Daerah untuk melakukan  langkah-langkah intervensi dalam menjaga stabilitas harga di Sultra.
&quot;TPID, serta Bupati/Walikota dan para Kepala Perangkat Daerah, meski  angka inflasi kita masih dalam rentang kendali 1,5% hingga 3,5 %, saya  perlu tegaskan akan pentingnya langkah-langkah intervensi, tetap waspada  dan laksanakan langkah-langkah antisipatif guna menjaga stabilitas  harga di Sultra,&quot; pungkas Pj Gubernur.
&quot;Selamat berjuang untuk melayani masyarakat, semoga Sultra semakin baik dari waktu ke waktu,&quot; tutup Andap.</content:encoded></item></channel></rss>
