<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Jadi Anggota OECD, Menko Airlangga: Belanda, Jepang dan Australia Siap Bantu</title><description>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia secara resmi  telah menerima peta jalan (roadmap) untuk menjadi keanggotaan OECD.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/03/320/3003949/ri-jadi-anggota-oecd-menko-airlangga-belanda-jepang-dan-australia-siap-bantu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/03/320/3003949/ri-jadi-anggota-oecd-menko-airlangga-belanda-jepang-dan-australia-siap-bantu"/><item><title>RI Jadi Anggota OECD, Menko Airlangga: Belanda, Jepang dan Australia Siap Bantu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/03/320/3003949/ri-jadi-anggota-oecd-menko-airlangga-belanda-jepang-dan-australia-siap-bantu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/03/320/3003949/ri-jadi-anggota-oecd-menko-airlangga-belanda-jepang-dan-australia-siap-bantu</guid><pubDate>Jum'at 03 Mei 2024 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/03/320/3003949/ri-jadi-anggota-oecd-menko-airlangga-belanda-jepang-dan-australia-siap-bantu-acx43NMfsx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga terima petajalan keanggotaan OECD (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/03/320/3003949/ri-jadi-anggota-oecd-menko-airlangga-belanda-jepang-dan-australia-siap-bantu-acx43NMfsx.jpg</image><title>Menko Airlangga terima petajalan keanggotaan OECD (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC80LzE3MDQzMy81L3g4bnoyN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia secara resmi telah menerima peta jalan (roadmap) untuk menjadi keanggotaan OECD.
Roadmap keanggotaan OECD diterima langsung Menko Airlangga dari Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann di markas besar OECD di Chateau de la Muette, Paris, Prancis.

BACA JUGA:
RI Terima Peta Jalan Aksesi Keanggotaan OECD


&quot;Indonesia mendapatkan secara resmi roadmap untuk menjadi anggota OECD, di dalam statemen Pak Sekjen (OECD) Mathias Cormann mengapresiasi Indonesia berproses secara cepat,&quot; tutur Airlangga di Kantor OECD, Jumat (3/5/2024).
Airlangga juga mengaku berbagai negara mendukung penuh keanggotaan Indonesia dalam OECD. Misalnya, Pemerintah Jepang, melalui Perdana Menteri Nishida ikut mempromosikan Indonesia untuk segera menjadi anggota OECD. Perwakilan Pemerintah Belanda yang hadir dalam pertemuan tingkat menteri OECD juga mendukung keanggotaan Indonesia.

BACA JUGA:
Bertemu Sekjen OECD, Menko Airlangga Bahas Keanggotaan Indonesia


&quot;Bahkan Belanda, Australia, Jepang, itu menyediakan dana agar proses Indonesia menjadi anggota OECD bisa lebih cepat,&quot; ujar Airlangga.
Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan, Indonesia mencatatkan sejarah bagus dalam keanggotaan OECD. Sebab, Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang berhasil menjadi anggota OECD.
&quot;Dan (Indonesia) menjadi negara Asia ketiga sesudah Jepang dan Korea (Selatan),&quot; tegas Airlangga.

Menko Perekonomian menuturkan, Indonesia hanya butuh tidak lebih dari  delapan bulan untuk mendapatkan keputusan Dewan OECD dalam keanggotaan  Indonesia.
Sebab, Indonesia menyampaikan intensi keanggotaan OECD pada Juli  2023, dan pada Februari 2024, keluar keputusan Dewan OECD yang  menyepakati untuk memulai proses aksesi Indonesia. Bahkan, seluruh  anggota OECD yang berjumlah 38 negara secara bulat menerima Indonesia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC80LzE3MDQzMy81L3g4bnoyN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia secara resmi telah menerima peta jalan (roadmap) untuk menjadi keanggotaan OECD.
Roadmap keanggotaan OECD diterima langsung Menko Airlangga dari Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann di markas besar OECD di Chateau de la Muette, Paris, Prancis.

BACA JUGA:
RI Terima Peta Jalan Aksesi Keanggotaan OECD


&quot;Indonesia mendapatkan secara resmi roadmap untuk menjadi anggota OECD, di dalam statemen Pak Sekjen (OECD) Mathias Cormann mengapresiasi Indonesia berproses secara cepat,&quot; tutur Airlangga di Kantor OECD, Jumat (3/5/2024).
Airlangga juga mengaku berbagai negara mendukung penuh keanggotaan Indonesia dalam OECD. Misalnya, Pemerintah Jepang, melalui Perdana Menteri Nishida ikut mempromosikan Indonesia untuk segera menjadi anggota OECD. Perwakilan Pemerintah Belanda yang hadir dalam pertemuan tingkat menteri OECD juga mendukung keanggotaan Indonesia.

BACA JUGA:
Bertemu Sekjen OECD, Menko Airlangga Bahas Keanggotaan Indonesia


&quot;Bahkan Belanda, Australia, Jepang, itu menyediakan dana agar proses Indonesia menjadi anggota OECD bisa lebih cepat,&quot; ujar Airlangga.
Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan, Indonesia mencatatkan sejarah bagus dalam keanggotaan OECD. Sebab, Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang berhasil menjadi anggota OECD.
&quot;Dan (Indonesia) menjadi negara Asia ketiga sesudah Jepang dan Korea (Selatan),&quot; tegas Airlangga.

Menko Perekonomian menuturkan, Indonesia hanya butuh tidak lebih dari  delapan bulan untuk mendapatkan keputusan Dewan OECD dalam keanggotaan  Indonesia.
Sebab, Indonesia menyampaikan intensi keanggotaan OECD pada Juli  2023, dan pada Februari 2024, keluar keputusan Dewan OECD yang  menyepakati untuk memulai proses aksesi Indonesia. Bahkan, seluruh  anggota OECD yang berjumlah 38 negara secara bulat menerima Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
