<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Siap Kuasai 61% Saham Freeport, Bahlil: Fokus ke Hilirisasi</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan menambah porsi kepemilikan saham di PT Freeport Indonesia 10%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/03/320/3004056/ri-siap-kuasai-61-saham-freeport-bahlil-fokus-ke-hilirisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/03/320/3004056/ri-siap-kuasai-61-saham-freeport-bahlil-fokus-ke-hilirisasi"/><item><title>RI Siap Kuasai 61% Saham Freeport, Bahlil: Fokus ke Hilirisasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/03/320/3004056/ri-siap-kuasai-61-saham-freeport-bahlil-fokus-ke-hilirisasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/03/320/3004056/ri-siap-kuasai-61-saham-freeport-bahlil-fokus-ke-hilirisasi</guid><pubDate>Jum'at 03 Mei 2024 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/03/320/3004056/ri-siap-kuasai-61-saham-freeport-bahlil-fokus-ke-hilirisasi-yBMWIk7TBJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI bisa kuasai 61% saham Freeport (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/03/320/3004056/ri-siap-kuasai-61-saham-freeport-bahlil-fokus-ke-hilirisasi-yBMWIk7TBJ.jpg</image><title>RI bisa kuasai 61% saham Freeport (Foto: Reuters)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan menambah porsi kepemilikan saham di PT Freeport Indonesia 10%. Dengan demikian total kepemilikan saham di PTFI akan menjadi 61%.
Bahlil menjelaskan, penambahan porsi kepemilikan saham itu bertujuan untuk mendorong hilirisasi pada perusahaan tambang tersebut. Sebab dengan menambah porsi kepemilikan saham, nantinya pemerintah bisa lebih leluasa mengatur model bisnis di PTFI.

BACA JUGA:
Bahlil Buka-bukaan Peluang Indonesia Kuasai 61% Saham Freeport

Bahlil mengatakan pembelian saham pemerintah pada PTFI sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk membangun hilirisasi di Indonesia, khususnya pada ekosistem kendaraan listrik. Dengan memiliki saham yang lebih besar, pemerintah tidak hanya diuntungkan dengan besaran dividen tapi juga dapat mendukung kebijakan pemerintah untuk melakukan hilirisasi.
&quot;Sekarang Freeport sudah menjadi perusahaan milik pemerintah Indonesia, karena kita sudah mayoritas. Kita beli kurang lebih sekitar hampir USD4 miliar. Dan dari pendapatan itu, sekarang dividen 2024 itu sudah hampir lunas dengan pendapatan itu,&quot; ungkap Bahlil dalam keterangan resminya, Jumat (3/5/2024).

BACA JUGA:
4 Fakta Smelter Freeport Rampung hingga RI Segera Kuasai 61% Saham Tambang Emas Papua

Bahlil juga menyebutkan bahwa dengan kepemilikan saham mayoritas di PTFI, pemerintah juga dapat dengan lebih mudah menjalankan kebijakan hilirisasi, khususnya pada komoditas tembaga. Bahlil bercerita tentang bagaimana pembangunan smelter PTFI di Gresik yang akhirnya berjalan karena adanya dorongan kuat dari pemerintah.&quot;USD3 miliar (untuk) bangun smelter di Gresik. Sekarang sudah jadi,  bulan Mei (beroperasi) dan di situ kita sudah bisa produksi katoda  tembaga. Dari 3 juta konsentrat yang dibawa dari Timika ke Gresik, itu  menghasilkan 400 ribu ton katoda tembaga, 60 ton emas,&quot; ungkap Bahlil.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengatakan bahwa perpanjangan  kontrak PTFI tidak terlepas dari rencana perusahaan untuk memproduksi  kawat tembaga. Kawat tembaga merupakan produk turunan tembaga yang bisa  menghasilkan nilai 24 kali lipat.
Bahlil menyebut bahwa dengan memproduksi kawat tembaga, Indonesia  akan semakin dekat dalam mewujudkan ekosistem industri kendaraan listrik  dari hulu ke hilir di dalam negeri.
&quot;Nah kalau tembaganya ada, itu kita bangun pabrik mobil. Copper Wire  (kawat tembaga) itu bungkus untuk baterai, jadi kita bangun ekosistemnya  semua di Indonesia. Supaya kita jadi negara produsen yang disegani  dunia,&quot; pungkas Bahlil.</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan menambah porsi kepemilikan saham di PT Freeport Indonesia 10%. Dengan demikian total kepemilikan saham di PTFI akan menjadi 61%.
Bahlil menjelaskan, penambahan porsi kepemilikan saham itu bertujuan untuk mendorong hilirisasi pada perusahaan tambang tersebut. Sebab dengan menambah porsi kepemilikan saham, nantinya pemerintah bisa lebih leluasa mengatur model bisnis di PTFI.

BACA JUGA:
Bahlil Buka-bukaan Peluang Indonesia Kuasai 61% Saham Freeport

Bahlil mengatakan pembelian saham pemerintah pada PTFI sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk membangun hilirisasi di Indonesia, khususnya pada ekosistem kendaraan listrik. Dengan memiliki saham yang lebih besar, pemerintah tidak hanya diuntungkan dengan besaran dividen tapi juga dapat mendukung kebijakan pemerintah untuk melakukan hilirisasi.
&quot;Sekarang Freeport sudah menjadi perusahaan milik pemerintah Indonesia, karena kita sudah mayoritas. Kita beli kurang lebih sekitar hampir USD4 miliar. Dan dari pendapatan itu, sekarang dividen 2024 itu sudah hampir lunas dengan pendapatan itu,&quot; ungkap Bahlil dalam keterangan resminya, Jumat (3/5/2024).

BACA JUGA:
4 Fakta Smelter Freeport Rampung hingga RI Segera Kuasai 61% Saham Tambang Emas Papua

Bahlil juga menyebutkan bahwa dengan kepemilikan saham mayoritas di PTFI, pemerintah juga dapat dengan lebih mudah menjalankan kebijakan hilirisasi, khususnya pada komoditas tembaga. Bahlil bercerita tentang bagaimana pembangunan smelter PTFI di Gresik yang akhirnya berjalan karena adanya dorongan kuat dari pemerintah.&quot;USD3 miliar (untuk) bangun smelter di Gresik. Sekarang sudah jadi,  bulan Mei (beroperasi) dan di situ kita sudah bisa produksi katoda  tembaga. Dari 3 juta konsentrat yang dibawa dari Timika ke Gresik, itu  menghasilkan 400 ribu ton katoda tembaga, 60 ton emas,&quot; ungkap Bahlil.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengatakan bahwa perpanjangan  kontrak PTFI tidak terlepas dari rencana perusahaan untuk memproduksi  kawat tembaga. Kawat tembaga merupakan produk turunan tembaga yang bisa  menghasilkan nilai 24 kali lipat.
Bahlil menyebut bahwa dengan memproduksi kawat tembaga, Indonesia  akan semakin dekat dalam mewujudkan ekosistem industri kendaraan listrik  dari hulu ke hilir di dalam negeri.
&quot;Nah kalau tembaganya ada, itu kita bangun pabrik mobil. Copper Wire  (kawat tembaga) itu bungkus untuk baterai, jadi kita bangun ekosistemnya  semua di Indonesia. Supaya kita jadi negara produsen yang disegani  dunia,&quot; pungkas Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
