<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Bermasalah di Level Terjaga 2,25%, OJK: Kualitasnya Baik</title><description>Rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan Indonesia terjaga dengan baik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/03/320/3004068/kredit-bermasalah-di-level-terjaga-2-25-ojk-kualitasnya-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/03/320/3004068/kredit-bermasalah-di-level-terjaga-2-25-ojk-kualitasnya-baik"/><item><title>Kredit Bermasalah di Level Terjaga 2,25%, OJK: Kualitasnya Baik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/03/320/3004068/kredit-bermasalah-di-level-terjaga-2-25-ojk-kualitasnya-baik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/03/320/3004068/kredit-bermasalah-di-level-terjaga-2-25-ojk-kualitasnya-baik</guid><pubDate>Jum'at 03 Mei 2024 18:37 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/03/320/3004068/kredit-bermasalah-di-level-terjaga-2-25-ojk-kualitasnya-baik-6HiEun37sP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rasio kredit bermasalah perbankan RI terjaga baik (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/03/320/3004068/kredit-bermasalah-di-level-terjaga-2-25-ojk-kualitasnya-baik-6HiEun37sP.jpg</image><title>Rasio kredit bermasalah perbankan RI terjaga baik (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMS8xLzE3ODY0NC81L3g4djlzNms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan Indonesia terjaga dengan baik. Kondisi penyaluran kredit dari industri perbankan terus mengalami pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

BACA JUGA:
OJK Cabut Izin Usaha BPR Dananta Kudus 


Per Maret 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) kotor/gross perbankan menembus 2,25%, dengan NPL bersih/net mencapai 0,77%.
&amp;ldquo;Kualitas kredit masih tetap terjaga. Ini didukung oleh (rasio) permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 26 persen, dengan sebagian besar terdiri dari modal inti,&amp;rdquo; kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers hasil rapat berkala KSSK II, Jumat (3/5/2024).

BACA JUGA:
AEI Kumpul Bahas Aturan OJK, Pajak hingga Laporan Keuangan Emiten 


Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 12,4 persen year on year (yoy) menembus Rp7.244 triliun di kuartal pertama, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada kredit modal kerja sebesar 12,3%.
Mahendra menyatakan industri perbankan masih cukup percaya diri. menghadapi uncertainty.
&amp;ldquo;Secara industri kami confidence bahwa angka-angka ini sebagai  bantalan mitigasi risiko adalah solid di tengah kondisi ketidakpastian  global,&amp;rdquo; terang Mahendra.
Adapun likuiditas perbankan pada Maret 2024, ungkap OJK juga terjaga  baik, rasio alat likuid terhadap non-core deposit atau AL-NCD dan alat  likuid terhadap DPK (AL-DPK) masing-masing tercatat sebesar 121,05  persen dan 27,18 persen.
&amp;ldquo;Ini jauh di atas threeshold masing-masing sebesar 50 dan 10 persen,&amp;rdquo; paparnya.
Seiring dengan pemulihan pertumbuhan perekonomian nasional, jumlah  kredit restrukturisasi COVID-19 per Maret 2024 disebut juga melanjutkan  tren penurunan menjadi sebesar Rp228,03 triliun. Demikian juga dengan  jumlah nasabah yang turun menjadi sebanyak 859 ribu nasabah.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMS8xLzE3ODY0NC81L3g4djlzNms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan Indonesia terjaga dengan baik. Kondisi penyaluran kredit dari industri perbankan terus mengalami pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

BACA JUGA:
OJK Cabut Izin Usaha BPR Dananta Kudus 


Per Maret 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) kotor/gross perbankan menembus 2,25%, dengan NPL bersih/net mencapai 0,77%.
&amp;ldquo;Kualitas kredit masih tetap terjaga. Ini didukung oleh (rasio) permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 26 persen, dengan sebagian besar terdiri dari modal inti,&amp;rdquo; kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers hasil rapat berkala KSSK II, Jumat (3/5/2024).

BACA JUGA:
AEI Kumpul Bahas Aturan OJK, Pajak hingga Laporan Keuangan Emiten 


Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 12,4 persen year on year (yoy) menembus Rp7.244 triliun di kuartal pertama, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada kredit modal kerja sebesar 12,3%.
Mahendra menyatakan industri perbankan masih cukup percaya diri. menghadapi uncertainty.
&amp;ldquo;Secara industri kami confidence bahwa angka-angka ini sebagai  bantalan mitigasi risiko adalah solid di tengah kondisi ketidakpastian  global,&amp;rdquo; terang Mahendra.
Adapun likuiditas perbankan pada Maret 2024, ungkap OJK juga terjaga  baik, rasio alat likuid terhadap non-core deposit atau AL-NCD dan alat  likuid terhadap DPK (AL-DPK) masing-masing tercatat sebesar 121,05  persen dan 27,18 persen.
&amp;ldquo;Ini jauh di atas threeshold masing-masing sebesar 50 dan 10 persen,&amp;rdquo; paparnya.
Seiring dengan pemulihan pertumbuhan perekonomian nasional, jumlah  kredit restrukturisasi COVID-19 per Maret 2024 disebut juga melanjutkan  tren penurunan menjadi sebesar Rp228,03 triliun. Demikian juga dengan  jumlah nasabah yang turun menjadi sebanyak 859 ribu nasabah.</content:encoded></item></channel></rss>
