<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Dia Desa Keuangan Pertama di Indonesia</title><description>DJPK Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman mengatakan Desa Nglanggeran di Gunung Kidul.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/05/320/3004605/ini-dia-desa-keuangan-pertama-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/05/320/3004605/ini-dia-desa-keuangan-pertama-di-indonesia"/><item><title>Ini Dia Desa Keuangan Pertama di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/05/320/3004605/ini-dia-desa-keuangan-pertama-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/05/320/3004605/ini-dia-desa-keuangan-pertama-di-indonesia</guid><pubDate>Minggu 05 Mei 2024 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/05/320/3004605/ini-dia-desa-keuangan-pertama-di-indonesia-mX9It6MXr7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Desa Keuangan di Yogyakarta (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/05/320/3004605/ini-dia-desa-keuangan-pertama-di-indonesia-mX9It6MXr7.jpg</image><title>Desa Keuangan di Yogyakarta (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wMy84LzE4MDI4OC81L3g4eHdoOTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman mengatakan Desa Nglanggeran di Gunung Kidul, Yogyakarta telah ditetapkan sebagai Desa Keuangan (Desa KEU). Hal ini dikarenakan membangun perekonomian desanya dengan baik.
&quot;Jadi desa ini mendapatkan dukungan dari Kemenkeu melalui dana APBN melalui dana Desa dan kami memastikan dana Desa itu dipakai untuk apa,&quot; kata Luky dikutip Minggu (5/5/2024).

BACA JUGA:
Pertalite Bakal Diganti Bioetanol, Masyarakat Minta Harga Lebih Murah

Dia menjelaskan pihaknya mengalokasikan dana ke daerah khususnya ke Desa, melihat banyaknya variasi yang dikembangkan di Desa. Dan juga sebagai bentuk penghargaan bagi Desa yang memiliki kinerja baik di dalam mengembangkan perekonomian desanya.
&quot;Hal ini bagus untuk memotivasi desa untuk bisa maju kinerjanya, dan ada rewardnya,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Pede Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5% pada Kuartal I-2024&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Keunggulan Desa Nglanggeran Desa Nglanggeran memiliki sejumlah keunggulan untuk mendongkrak perekonomian desanya. Di sektor pariwisata, misalnya, Desa Nglanggeran memiliki potensi agro wisata dan embung Nglanggeran, serta air terjun musiman Kedung Kandang.Kemudian, lanjut dia sektor UMKM, selain Pawon Purba, Griya Batik, Griya Spa, dan homestay, Desa Nglanggeran juga memiliki potensi perkebunan kakao, di mana Griya Cokelat Nglanggeran menjadi klaster pengolahan kakao dari hulu sampai hilir.
Desa Nglanggeran juga memiliki potensi di sektor perkebunan, dengan komoditas utamanya yaitu kakao dan durian. Dalam upaya pengembangan desa Nglanggeran, Kemenkeu ikut melibatkan beberapa lembaga seperti, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) serta Pusat Investasi Pemerintah (PIP).
SMF memberikan dukungannya dalam mendongkrak ekonomi Desa Nglanggeran Kabupaten Gunung Kidul melalui Program Pembiayaan Homestay.  SMF telah membiayai 24 unit homestay di Desa Nglanggeran, dengan total penyaluran dana senilai Rp 1,57 miliar dan rata-rata tenor 10 tahun.
LPEI juga turut mendorong ekonomi Desa Nglanggeran Kabupaten Gunung Kidul melalui program Desa Devisa. Program ini menjadi salah satu langkah strategis LPEI untuk mendorong komoditas unggulan desa agar mampu bersaing menembus pasar global.
Kemudian PIP juga melalui program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) berperan menyalurkan pembiayaan dan pendampingan kepada pelaku usaha ultra mikro yang belum bisa mengakses perbankan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wMy84LzE4MDI4OC81L3g4eHdoOTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman mengatakan Desa Nglanggeran di Gunung Kidul, Yogyakarta telah ditetapkan sebagai Desa Keuangan (Desa KEU). Hal ini dikarenakan membangun perekonomian desanya dengan baik.
&quot;Jadi desa ini mendapatkan dukungan dari Kemenkeu melalui dana APBN melalui dana Desa dan kami memastikan dana Desa itu dipakai untuk apa,&quot; kata Luky dikutip Minggu (5/5/2024).

BACA JUGA:
Pertalite Bakal Diganti Bioetanol, Masyarakat Minta Harga Lebih Murah

Dia menjelaskan pihaknya mengalokasikan dana ke daerah khususnya ke Desa, melihat banyaknya variasi yang dikembangkan di Desa. Dan juga sebagai bentuk penghargaan bagi Desa yang memiliki kinerja baik di dalam mengembangkan perekonomian desanya.
&quot;Hal ini bagus untuk memotivasi desa untuk bisa maju kinerjanya, dan ada rewardnya,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Pede Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5% pada Kuartal I-2024&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Keunggulan Desa Nglanggeran Desa Nglanggeran memiliki sejumlah keunggulan untuk mendongkrak perekonomian desanya. Di sektor pariwisata, misalnya, Desa Nglanggeran memiliki potensi agro wisata dan embung Nglanggeran, serta air terjun musiman Kedung Kandang.Kemudian, lanjut dia sektor UMKM, selain Pawon Purba, Griya Batik, Griya Spa, dan homestay, Desa Nglanggeran juga memiliki potensi perkebunan kakao, di mana Griya Cokelat Nglanggeran menjadi klaster pengolahan kakao dari hulu sampai hilir.
Desa Nglanggeran juga memiliki potensi di sektor perkebunan, dengan komoditas utamanya yaitu kakao dan durian. Dalam upaya pengembangan desa Nglanggeran, Kemenkeu ikut melibatkan beberapa lembaga seperti, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) serta Pusat Investasi Pemerintah (PIP).
SMF memberikan dukungannya dalam mendongkrak ekonomi Desa Nglanggeran Kabupaten Gunung Kidul melalui Program Pembiayaan Homestay.  SMF telah membiayai 24 unit homestay di Desa Nglanggeran, dengan total penyaluran dana senilai Rp 1,57 miliar dan rata-rata tenor 10 tahun.
LPEI juga turut mendorong ekonomi Desa Nglanggeran Kabupaten Gunung Kidul melalui program Desa Devisa. Program ini menjadi salah satu langkah strategis LPEI untuk mendorong komoditas unggulan desa agar mampu bersaing menembus pasar global.
Kemudian PIP juga melalui program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) berperan menyalurkan pembiayaan dan pendampingan kepada pelaku usaha ultra mikro yang belum bisa mengakses perbankan.</content:encoded></item></channel></rss>
