<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Mau Mengemis, Ini Kisah Tukang Gali demi Bertahan Hidup</title><description>Seorang kakek terlihat melamun di pinggir jalan. Yakni Walim (55), seorang tukang gali yang biasa menerima pekerjaan di sekitar Kota Bekasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/05/320/3004722/tak-mau-mengemis-ini-kisah-tukang-gali-demi-bertahan-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/05/320/3004722/tak-mau-mengemis-ini-kisah-tukang-gali-demi-bertahan-hidup"/><item><title>Tak Mau Mengemis, Ini Kisah Tukang Gali demi Bertahan Hidup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/05/320/3004722/tak-mau-mengemis-ini-kisah-tukang-gali-demi-bertahan-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/05/320/3004722/tak-mau-mengemis-ini-kisah-tukang-gali-demi-bertahan-hidup</guid><pubDate>Minggu 05 Mei 2024 18:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/05/320/3004722/tak-mau-mengemis-ini-kisah-tukang-gali-demi-bertahan-hidup-hXvkU3MKnX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tukang Gali di Bekasi (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/05/320/3004722/tak-mau-mengemis-ini-kisah-tukang-gali-demi-bertahan-hidup-hXvkU3MKnX.jpg</image><title>Tukang Gali di Bekasi (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wMy84LzE4MDI4OC81L3g4eHdoOTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEKASI - Seorang kakek terlihat melamun di pinggir jalan. Yakni Walim (55), seorang tukang gali yang biasa menerima pekerjaan di sekitar Perumnas I, Kranji, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Menggali tanah, memangkas rumput liar, apapun ia lakukan demi menyambung hidup. Kerja serabutan menjadi pilihan bertahan di kota metropolitan.

BACA JUGA:
Siswa STIP Meninggal Dunia Dikeroyok Senior, Kemenhub Bentuk Tim Investigasi

Kepada MNC Portal Indonesia, Minggu siang (5/5/2024), pria perantau asal Brebes itu ternyata hidup sebatang kara. Ia mengaku telah lama ditinggal istri dan anaknya.
&amp;ldquo;Istri gak punya, udah cerai, kalau anak pergi jauh di Kalimantan,&amp;rdquo; ujarnya.
Walim tak mau mengemis. Puluhan kilometer ia tempuh beralaskan sandal jepit, memanggul arit dan cangkul yang diikat di sebatang bambu.

BACA JUGA:
Bertemu Wakil PM Belanda, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama Giant Sea Wall

Tak ada kata pensiun di usia senja. Badan kurus dan wajah keriput tidak membuat semangatnya susut.Walim mengaku mampu menggenggam Rp200 ribu untuk pekerjaan serabutan. Tapi itu sudah berlalu, karena ia mengeluh tak ada penghidupan sejak dua minggu terakhir.
Di rumah kontraknya, ia bahkan rela &amp;lsquo;ngutang&amp;rsquo; ke warung agar sepiring nasi menenangkan jeritan perut, memberi harapan bahwa esok masih ada sesuatu yang dikerjakan.
&amp;ldquo;Kadang-kadang ada yang ngasih. Kalau gak ada yang ngasih ya pulang ke tempat, karena ada warung, ya ngutang,&amp;rdquo; ucapnya.
Walim adalah salah satu potret kaum marjinal di kawasan penyangga yang menjadi pusat keuangan, manufaktur, dan perdagangan. Badan Pusat Statistik (BPS) Bekasi Kota mencatat persentase penduduk miskin tahun 2023 mencapai 4,10 persen.
Nilai garis kemiskinan (GK) Kota Bekasi tahun 2023 mencapai Rp795.965 per kapita per bulan. GK atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu wilayah.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wMy84LzE4MDI4OC81L3g4eHdoOTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEKASI - Seorang kakek terlihat melamun di pinggir jalan. Yakni Walim (55), seorang tukang gali yang biasa menerima pekerjaan di sekitar Perumnas I, Kranji, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Menggali tanah, memangkas rumput liar, apapun ia lakukan demi menyambung hidup. Kerja serabutan menjadi pilihan bertahan di kota metropolitan.

BACA JUGA:
Siswa STIP Meninggal Dunia Dikeroyok Senior, Kemenhub Bentuk Tim Investigasi

Kepada MNC Portal Indonesia, Minggu siang (5/5/2024), pria perantau asal Brebes itu ternyata hidup sebatang kara. Ia mengaku telah lama ditinggal istri dan anaknya.
&amp;ldquo;Istri gak punya, udah cerai, kalau anak pergi jauh di Kalimantan,&amp;rdquo; ujarnya.
Walim tak mau mengemis. Puluhan kilometer ia tempuh beralaskan sandal jepit, memanggul arit dan cangkul yang diikat di sebatang bambu.

BACA JUGA:
Bertemu Wakil PM Belanda, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama Giant Sea Wall

Tak ada kata pensiun di usia senja. Badan kurus dan wajah keriput tidak membuat semangatnya susut.Walim mengaku mampu menggenggam Rp200 ribu untuk pekerjaan serabutan. Tapi itu sudah berlalu, karena ia mengeluh tak ada penghidupan sejak dua minggu terakhir.
Di rumah kontraknya, ia bahkan rela &amp;lsquo;ngutang&amp;rsquo; ke warung agar sepiring nasi menenangkan jeritan perut, memberi harapan bahwa esok masih ada sesuatu yang dikerjakan.
&amp;ldquo;Kadang-kadang ada yang ngasih. Kalau gak ada yang ngasih ya pulang ke tempat, karena ada warung, ya ngutang,&amp;rdquo; ucapnya.
Walim adalah salah satu potret kaum marjinal di kawasan penyangga yang menjadi pusat keuangan, manufaktur, dan perdagangan. Badan Pusat Statistik (BPS) Bekasi Kota mencatat persentase penduduk miskin tahun 2023 mencapai 4,10 persen.
Nilai garis kemiskinan (GK) Kota Bekasi tahun 2023 mencapai Rp795.965 per kapita per bulan. GK atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu wilayah.</content:encoded></item></channel></rss>
