<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rugi Global Digital Niaga (BELI) Menyusut Jadi Rp691,2 Miliar di Kuartal I-2024</title><description>Rugi PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) menyusut menjadi Rp691,2 miliar pada kuartal I 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/278/3004871/rugi-global-digital-niaga-beli-menyusut-jadi-rp691-2-miliar-di-kuartal-i-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/278/3004871/rugi-global-digital-niaga-beli-menyusut-jadi-rp691-2-miliar-di-kuartal-i-2024"/><item><title>Rugi Global Digital Niaga (BELI) Menyusut Jadi Rp691,2 Miliar di Kuartal I-2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/278/3004871/rugi-global-digital-niaga-beli-menyusut-jadi-rp691-2-miliar-di-kuartal-i-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/278/3004871/rugi-global-digital-niaga-beli-menyusut-jadi-rp691-2-miliar-di-kuartal-i-2024</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 08:19 WIB</pubDate><dc:creator>Faradilla Indah Siti Aysha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/278/3004871/rugi-global-digital-niaga-beli-menyusut-jadi-rp691-2-miliar-di-kuartal-i-2024-6y20T82R9X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rugi BELI menyusut di kuartal I 2024 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/278/3004871/rugi-global-digital-niaga-beli-menyusut-jadi-rp691-2-miliar-di-kuartal-i-2024-6y20T82R9X.jpg</image><title>Rugi BELI menyusut di kuartal I 2024 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Rugi PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) menyusut menjadi Rp691,2 miliar pada kuartal I 2024. Rugi bersih BELI turun 21,28% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp878,17 miliar.
Emiten pengelola e-commerce Blibli ini mencatat pertumbuhan pendapatan. BELI meraup pendapatan bersih sebesar Rp3,93 triliun. Capaian tersebut tumbuh 2,44% YoY dari raihan per Maret 2023 di Rp3,82 triliun.

BACA JUGA:
Riset MNC Sekuritas: IHSG Berpeluang Uji Level 7.289


Pertumbuhan ditopang oleh agen perjalanan daring selama periode Ramadhan dan kinerja kuat segmen institusi dan toko fisik.
&amp;ldquo;Padakuartal pertama ini, belanja konsumen secara umum melemah dan usaha B2C kami melewatinya dengan strategi pertumbuhan kategori secara selektif termasuk perluasan lebih lanjuit dari titik kontak dengan pelanggan secara fisik,&amp;rdquo; papar CEO &amp;amp; Co-Founder Blibli Kusumo Martanto, Senin (6/5/2024).

BACA JUGA:
IHSG Awal Pekan Diprediksi Cenderung Menguat


Dengan pertumbuhan pendapatan neto dan rasionalisasi bauran TPV, marjin bruto konsolidasi dari 15,1% pada kuartal I 2023 menjadi 18,9% pada kuartal I 2024.  Naiknya kinerja marjin bruto ini didukung oleh meningkatnya laba bruto konsolidasi terutama dari meningkatnya usaha OTA yang menikmati peningkatan selama periode Ramadhan.
Pendapatan dari pihak berelasi naik signifikan sebesar 235,44% YoY menjadi Rp137,32 miliar. Namun pendapatan pihak ketiga masih menjadi kontributor utama senilai Rp3,78 triliun.
Di sisi lain sejumlah pos beban Blibli terpantau menciut. Misalnya,  beban pokok pendapatan BELI turun 2,22% YoY menjadi Rp3,18 triliun per  31 Maret 2024 dari Rp3,25 triliun per 31 Maret 2023.
Beban penjualan BELI terpantau turun 20,27% YoY menjadi Rp453,42  miliar dan beban lainnya menyusut 2,92% YoY menjadi Rp29,45 miliar.  Sementara itu beban umum dan administrasi BELI naik 4,02% YoY menjadi  Rp924,57 miliar.
&quot;Meskipun ada hambatan, pertumbuhan laba bruto kami terus berlanjut.  Fokus strategis kami pada optimalisasi marjin, kepemimpinan biaya dan  keunggulan ekosistem telah mendorong peningkatan produktivitas dan  efisiensi sehingga mengurangi kerugian,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Rugi PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) menyusut menjadi Rp691,2 miliar pada kuartal I 2024. Rugi bersih BELI turun 21,28% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp878,17 miliar.
Emiten pengelola e-commerce Blibli ini mencatat pertumbuhan pendapatan. BELI meraup pendapatan bersih sebesar Rp3,93 triliun. Capaian tersebut tumbuh 2,44% YoY dari raihan per Maret 2023 di Rp3,82 triliun.

BACA JUGA:
Riset MNC Sekuritas: IHSG Berpeluang Uji Level 7.289


Pertumbuhan ditopang oleh agen perjalanan daring selama periode Ramadhan dan kinerja kuat segmen institusi dan toko fisik.
&amp;ldquo;Padakuartal pertama ini, belanja konsumen secara umum melemah dan usaha B2C kami melewatinya dengan strategi pertumbuhan kategori secara selektif termasuk perluasan lebih lanjuit dari titik kontak dengan pelanggan secara fisik,&amp;rdquo; papar CEO &amp;amp; Co-Founder Blibli Kusumo Martanto, Senin (6/5/2024).

BACA JUGA:
IHSG Awal Pekan Diprediksi Cenderung Menguat


Dengan pertumbuhan pendapatan neto dan rasionalisasi bauran TPV, marjin bruto konsolidasi dari 15,1% pada kuartal I 2023 menjadi 18,9% pada kuartal I 2024.  Naiknya kinerja marjin bruto ini didukung oleh meningkatnya laba bruto konsolidasi terutama dari meningkatnya usaha OTA yang menikmati peningkatan selama periode Ramadhan.
Pendapatan dari pihak berelasi naik signifikan sebesar 235,44% YoY menjadi Rp137,32 miliar. Namun pendapatan pihak ketiga masih menjadi kontributor utama senilai Rp3,78 triliun.
Di sisi lain sejumlah pos beban Blibli terpantau menciut. Misalnya,  beban pokok pendapatan BELI turun 2,22% YoY menjadi Rp3,18 triliun per  31 Maret 2024 dari Rp3,25 triliun per 31 Maret 2023.
Beban penjualan BELI terpantau turun 20,27% YoY menjadi Rp453,42  miliar dan beban lainnya menyusut 2,92% YoY menjadi Rp29,45 miliar.  Sementara itu beban umum dan administrasi BELI naik 4,02% YoY menjadi  Rp924,57 miliar.
&quot;Meskipun ada hambatan, pertumbuhan laba bruto kami terus berlanjut.  Fokus strategis kami pada optimalisasi marjin, kepemimpinan biaya dan  keunggulan ekosistem telah mendorong peningkatan produktivitas dan  efisiensi sehingga mengurangi kerugian,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
