<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor China Bangun Pabrik Motor Listrik Rp1,9 Triliun, Serap 1.500 Tenaga Kerja</title><description>Sunra Indonesia melakukan groundbreaking pembangunan pabrik sepeda motor listrik di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3004845/investor-china-bangun-pabrik-motor-listrik-rp1-9-triliun-serap-1-500-tenaga-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3004845/investor-china-bangun-pabrik-motor-listrik-rp1-9-triliun-serap-1-500-tenaga-kerja"/><item><title>Investor China Bangun Pabrik Motor Listrik Rp1,9 Triliun, Serap 1.500 Tenaga Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3004845/investor-china-bangun-pabrik-motor-listrik-rp1-9-triliun-serap-1-500-tenaga-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3004845/investor-china-bangun-pabrik-motor-listrik-rp1-9-triliun-serap-1-500-tenaga-kerja</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/320/3004845/investor-china-bangun-pabrik-motor-listrik-rp1-9-triliun-serap-1-500-tenaga-kerja-NF1dxkJPxb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen ILMATE Kemenperin groundbreaking pabrik kendaraan listrik (Foto: Kemenperin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/320/3004845/investor-china-bangun-pabrik-motor-listrik-rp1-9-triliun-serap-1-500-tenaga-kerja-NF1dxkJPxb.jpg</image><title>Dirjen ILMATE Kemenperin groundbreaking pabrik kendaraan listrik (Foto: Kemenperin)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi84LzE3NjgyNS81L3g4czFjeWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Sunra Asia Pasific Hi-Tech (Sunra Indonesia) melakukan groundbreaking pembangunan pabrik sepeda motor listrik di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Dimulainya pembangunan pabrik Sunra Indonesia dengan total rencana investasi sebesar USD120 juta (setara Rp1,9 triliun) sekaligus menandai iklim investasi dalam negeri yang semakin kondusif terutama pada industri kendaraan listrik, khususnya kendaraan roda dua.
Sunra Indonesia telah resmi berinvestasi di pasar Indonesia sejak tahun 2023 lalu dengan skala investasi terbesar di industri kendaraan listrik roda dua. &amp;ldquo;Pembangunan pabrik Sunra di Indonesia penting untuk menjamin kualitas produk dan memberikan layanan purna jual dengan lebih baik,&amp;rdquo; kata Chairman Sunra Group Zhang Chongshun, Senin (6/5/2024).

BACA JUGA:
Genjot Penggunaan Motor Listrik di Indonesia, Bagaimana Caranya?


Groundbreaking dilakukan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufik Bawazier.
Di kesempatan yang sama Taufik Bawazier menyampaikan, dalam rangka memenuhi komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 11,89% dengan usaha sendiri sampai dengan 43,20% dengan bantuan internasional pada tahun 2030, saat ini pemerintah berfokus pada penerapan program percepatan peningkatan ekosistem elektrifikasi kendaraan bermotor.

BACA JUGA:
Jokowi Sebut RI Bisa Produksi 1,6 Juta Motor Listrik, Baru Tercapai 100 Ribu


Beberapa isu terkait perubahan iklim dan peningkatan tren penggunaan energi baru dan terbarukan telah menjadi katalisator transformasi industri kendaraan bermotor di Indonesia. Terkait transformasi tersebut, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 Tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLB-Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.
Sejalan dengan Perpres 79 tahun 2023 tersebut, Kemenperin telah menerbitkan 2 (dua) Peraturan Menteri Perindustrian yakni Permenperin Nomor 28 Tahun 2023 tentang perubahan atas Permenperin Nomor 6 Tahun 2022 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan dan Ketentuan Perhitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) KBLB. Dan Permenperin Nomor 29 Tahun 2023 Tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap.
Penerbitan aturan-aturan tersebut diharapkan dapat lebih menarik  investasi sekaligus percepatan market creation KBLBB di Indonesia.  Menanggapi hal tersebut, Zhang menambahkan pembangunan pabrik Sunra ini  juga merupakan bentuk komitmen dan dukungan Sunra Indonesia akan gagasan  pemerintah Indonesia untuk mewujudkan strategi ramah lingkungan dan  rendah karbon.
&amp;ldquo;Kami berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap  program pemerintah dan mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan  listrik di Indonesia,&amp;rdquo; katanya.
Pabrik Sunra Indonesia yang dibangun di atas lahan seluas 12,7 hektar  rencananya akan selesai dalam dua tahap, dengan masa konstruksi selama  18 bulan, kemudian pabrik siap beroperasi pada tahun 2025.
Pabrik ini dirancang untuk memenuhi kapasitas produksi tahunan dasar  mencapai 1 juta kendaraan listrik roda dua setelah beroperasi penuh  nantinya. Empat proses utama produksi sepeda motor listrik akan  dilakukan di pabrik ini, mulai dari pembuatan rangka, pengelasan,  pengecatan dan perakitan akhir. Serta akan dilengkapi dengan bengkel  motor dan bengkel PACK baterai.
Pembangunan konstruksi pabrik pada tahap pertama mencapai  100.000-meter persegi. Setelah seluruh pembangunan pabrik selesai, Sunra  Indonesia akan secara aktif mengintegrasikan sumber daya rantai  pasokan, menciptakan ekologi rantai pasokan, dan memungkinkan lebih  banyak produsen pendukung untuk melakukan lokalisasi di Indonesia.
Pembangunan pabrik ini tidak hanya akan menambah investasi dalam  negeri, menambah pasokan kendaraan ramah lingkungan, namun juga akan  membuka peluang baru bagi terciptanya lapangan kerja terutama bagi  masyarakat sekitar. Diperkirakan pabrik dapat menyerap 1.500 tenaga  kerja lokal.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi84LzE3NjgyNS81L3g4czFjeWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Sunra Asia Pasific Hi-Tech (Sunra Indonesia) melakukan groundbreaking pembangunan pabrik sepeda motor listrik di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Dimulainya pembangunan pabrik Sunra Indonesia dengan total rencana investasi sebesar USD120 juta (setara Rp1,9 triliun) sekaligus menandai iklim investasi dalam negeri yang semakin kondusif terutama pada industri kendaraan listrik, khususnya kendaraan roda dua.
Sunra Indonesia telah resmi berinvestasi di pasar Indonesia sejak tahun 2023 lalu dengan skala investasi terbesar di industri kendaraan listrik roda dua. &amp;ldquo;Pembangunan pabrik Sunra di Indonesia penting untuk menjamin kualitas produk dan memberikan layanan purna jual dengan lebih baik,&amp;rdquo; kata Chairman Sunra Group Zhang Chongshun, Senin (6/5/2024).

BACA JUGA:
Genjot Penggunaan Motor Listrik di Indonesia, Bagaimana Caranya?


Groundbreaking dilakukan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufik Bawazier.
Di kesempatan yang sama Taufik Bawazier menyampaikan, dalam rangka memenuhi komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 11,89% dengan usaha sendiri sampai dengan 43,20% dengan bantuan internasional pada tahun 2030, saat ini pemerintah berfokus pada penerapan program percepatan peningkatan ekosistem elektrifikasi kendaraan bermotor.

BACA JUGA:
Jokowi Sebut RI Bisa Produksi 1,6 Juta Motor Listrik, Baru Tercapai 100 Ribu


Beberapa isu terkait perubahan iklim dan peningkatan tren penggunaan energi baru dan terbarukan telah menjadi katalisator transformasi industri kendaraan bermotor di Indonesia. Terkait transformasi tersebut, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 Tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLB-Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.
Sejalan dengan Perpres 79 tahun 2023 tersebut, Kemenperin telah menerbitkan 2 (dua) Peraturan Menteri Perindustrian yakni Permenperin Nomor 28 Tahun 2023 tentang perubahan atas Permenperin Nomor 6 Tahun 2022 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan dan Ketentuan Perhitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) KBLB. Dan Permenperin Nomor 29 Tahun 2023 Tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap.
Penerbitan aturan-aturan tersebut diharapkan dapat lebih menarik  investasi sekaligus percepatan market creation KBLBB di Indonesia.  Menanggapi hal tersebut, Zhang menambahkan pembangunan pabrik Sunra ini  juga merupakan bentuk komitmen dan dukungan Sunra Indonesia akan gagasan  pemerintah Indonesia untuk mewujudkan strategi ramah lingkungan dan  rendah karbon.
&amp;ldquo;Kami berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap  program pemerintah dan mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan  listrik di Indonesia,&amp;rdquo; katanya.
Pabrik Sunra Indonesia yang dibangun di atas lahan seluas 12,7 hektar  rencananya akan selesai dalam dua tahap, dengan masa konstruksi selama  18 bulan, kemudian pabrik siap beroperasi pada tahun 2025.
Pabrik ini dirancang untuk memenuhi kapasitas produksi tahunan dasar  mencapai 1 juta kendaraan listrik roda dua setelah beroperasi penuh  nantinya. Empat proses utama produksi sepeda motor listrik akan  dilakukan di pabrik ini, mulai dari pembuatan rangka, pengelasan,  pengecatan dan perakitan akhir. Serta akan dilengkapi dengan bengkel  motor dan bengkel PACK baterai.
Pembangunan konstruksi pabrik pada tahap pertama mencapai  100.000-meter persegi. Setelah seluruh pembangunan pabrik selesai, Sunra  Indonesia akan secara aktif mengintegrasikan sumber daya rantai  pasokan, menciptakan ekologi rantai pasokan, dan memungkinkan lebih  banyak produsen pendukung untuk melakukan lokalisasi di Indonesia.
Pembangunan pabrik ini tidak hanya akan menambah investasi dalam  negeri, menambah pasokan kendaraan ramah lingkungan, namun juga akan  membuka peluang baru bagi terciptanya lapangan kerja terutama bagi  masyarakat sekitar. Diperkirakan pabrik dapat menyerap 1.500 tenaga  kerja lokal.
</content:encoded></item></channel></rss>
