<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir: Transformasi BUMN Perlu Waktu 10-15 Tahun</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan proses transformasi perusahaan negara membutuhkan waktu 10-15 tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3004874/erick-thohir-transformasi-bumn-perlu-waktu-10-15-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3004874/erick-thohir-transformasi-bumn-perlu-waktu-10-15-tahun"/><item><title>Erick Thohir: Transformasi BUMN Perlu Waktu 10-15 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3004874/erick-thohir-transformasi-bumn-perlu-waktu-10-15-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3004874/erick-thohir-transformasi-bumn-perlu-waktu-10-15-tahun</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/320/3004874/erick-thohir-transformasi-bumn-perlu-waktu-10-15-tahun-XinExP34jL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Transformasi BUMN butuh waktu hingga 15 tahun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/320/3004874/erick-thohir-transformasi-bumn-perlu-waktu-10-15-tahun-XinExP34jL.jpg</image><title>Transformasi BUMN butuh waktu hingga 15 tahun (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNS8xLzE4MDM1Mi81L3g4eTB0ZzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan proses transformasi perusahaan negara membutuhkan waktu 10-15 tahun. Waktu yang cukup lama dibutuhkan agar transformasi BUMN bisa membuahkan hasil yang maksimal.
Dengan jangka waktu ini, program dapat dilaksanakan secara kontinuitas. Erick Thohir menyebut, transformasi perusahaan pelat merah tidak selesai dengan jangka waktu 5 tahun saja. Sehingga, penerapannya harus dilakukan secara berkesinambungan.

BACA JUGA:
BUMN Karya Tak Bagi Dividen, Wamen: Sedang Penyehatan


Dengan kata lain, gagasan transformasi perseroan harus dilanjutkan oleh Menteri BUMN berikutnya, berdasarkan peta jalan atau roadmap yang dirumuskan Menteri saat ini.
&amp;ldquo;Saya rasa tidak hanya di BUMN, kita itu selalu memikirkan agenda jangka pendek, sedangkan kalau kita mau kontinuitas yang sustain itu perlu waktu 10-15 tahun,&amp;rdquo; ujar Erick, ditulis Senin (6/5/2024).

BACA JUGA:
Erick Thohir Ingin Gabungkan BUMN Pupuk dan Pangan


&amp;ldquo;Berkali-kali Pak Tiko dan Saya bicara transformasi BUMN itu tidak selesai dalam waktu 5 tahun,&amp;rdquo; paparnya.
Sebagai perbandingan, Erick mengatakan China membutuhkan waktu hingga 18 tahun untuk bisa membuatnya menjadi lebih maju dan modern.
Karena itu, tidak masuk akal jika BUMN di Indonesia menghasilkan  sebuah perubahan masif hanya dengan waktu yang jauh lebih pendek.
&amp;ldquo;China aja kalau kita benchmarking itu perlu 18 tahun. Kalau China  aja yang sedemikian masif memperbaiki negaranya 18 tahun, saya rasa  tidak mungkin BUMN indonesia cuma 5 tahun,&amp;rdquo; beber dia.
&amp;ldquo;Maka kita ada blueprint BUMN Indonesia ke 2034, 10 tahun ke depan,  salah satunya adalah membuat ekosistem, salah satunya adalah sekarang  ini namanya pupuk dengan pangan kita terpisah, ke depan akan kita  satukan karena ini ekosistem tidak mungkin bicara pangan dengan pupuk,  ini aja masih banyak terpisah,&amp;rdquo; jelas Erick
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNS8xLzE4MDM1Mi81L3g4eTB0ZzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan proses transformasi perusahaan negara membutuhkan waktu 10-15 tahun. Waktu yang cukup lama dibutuhkan agar transformasi BUMN bisa membuahkan hasil yang maksimal.
Dengan jangka waktu ini, program dapat dilaksanakan secara kontinuitas. Erick Thohir menyebut, transformasi perusahaan pelat merah tidak selesai dengan jangka waktu 5 tahun saja. Sehingga, penerapannya harus dilakukan secara berkesinambungan.

BACA JUGA:
BUMN Karya Tak Bagi Dividen, Wamen: Sedang Penyehatan


Dengan kata lain, gagasan transformasi perseroan harus dilanjutkan oleh Menteri BUMN berikutnya, berdasarkan peta jalan atau roadmap yang dirumuskan Menteri saat ini.
&amp;ldquo;Saya rasa tidak hanya di BUMN, kita itu selalu memikirkan agenda jangka pendek, sedangkan kalau kita mau kontinuitas yang sustain itu perlu waktu 10-15 tahun,&amp;rdquo; ujar Erick, ditulis Senin (6/5/2024).

BACA JUGA:
Erick Thohir Ingin Gabungkan BUMN Pupuk dan Pangan


&amp;ldquo;Berkali-kali Pak Tiko dan Saya bicara transformasi BUMN itu tidak selesai dalam waktu 5 tahun,&amp;rdquo; paparnya.
Sebagai perbandingan, Erick mengatakan China membutuhkan waktu hingga 18 tahun untuk bisa membuatnya menjadi lebih maju dan modern.
Karena itu, tidak masuk akal jika BUMN di Indonesia menghasilkan  sebuah perubahan masif hanya dengan waktu yang jauh lebih pendek.
&amp;ldquo;China aja kalau kita benchmarking itu perlu 18 tahun. Kalau China  aja yang sedemikian masif memperbaiki negaranya 18 tahun, saya rasa  tidak mungkin BUMN indonesia cuma 5 tahun,&amp;rdquo; beber dia.
&amp;ldquo;Maka kita ada blueprint BUMN Indonesia ke 2034, 10 tahun ke depan,  salah satunya adalah membuat ekosistem, salah satunya adalah sekarang  ini namanya pupuk dengan pangan kita terpisah, ke depan akan kita  satukan karena ini ekosistem tidak mungkin bicara pangan dengan pupuk,  ini aja masih banyak terpisah,&amp;rdquo; jelas Erick
</content:encoded></item></channel></rss>
