<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 6% Jelang Masa Jabatan Jokowi Berakhir?</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan tidak bisa memastikan kapan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3005091/ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-6-jelang-masa-jabatan-jokowi-berakhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3005091/ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-6-jelang-masa-jabatan-jokowi-berakhir"/><item><title>Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 6% Jelang Masa Jabatan Jokowi Berakhir?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3005091/ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-6-jelang-masa-jabatan-jokowi-berakhir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3005091/ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-6-jelang-masa-jabatan-jokowi-berakhir</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/320/3005091/ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-6-jelang-masa-jabatan-jokowi-berakhir-rCdGhGkop7.png" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6% Jelang Jokowi Lengser? (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/320/3005091/ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-6-jelang-masa-jabatan-jokowi-berakhir-rCdGhGkop7.png</image><title>Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6% Jelang Jokowi Lengser? (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan tidak bisa memastikan kapan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6%.

Jelang berakhirnya masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pergerakan ekonomi hanya tumbuh di level 5,11% per kuartal I-2024.

BACA JUGA:Sri Mulyani: Kenaikan Gaji PNS dan THR Jadi Penopang Ekonomi RI Tumbuh 5,11%&amp;nbsp;


Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pertumbuhan ekonomi masih bisa dicapai dengan modal bonus demografi.

&quot;Seperti kita ketahui sekarang kita sedang memasuki masa bonus demografi,&quot; kata Amalia, Jakarta, Senin (6/5/2024).

Adapun bonus demografi itu adalah masa saat penduduk usia produktif di Indonesia dengan rentang usia 15-64 tahun lebih besar dibandingkan dengan usia non produktif atau 65 tahun ke atas dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk.

BACA JUGA:Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI&amp;nbsp;


Menurut Amalia, terkait prediksi pertumbuhan ekonomi ke depan bisa ditanya ke kementerian lain sesuai tugas lembaga tersebut.

&quot;Tugas BPS seperti biasa kami mencatat, menyampaikan angka realisasi, bukan menyampaikan angka perkiraan kedepan,&quot; kata Amalia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan tidak bisa memastikan kapan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6%.

Jelang berakhirnya masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pergerakan ekonomi hanya tumbuh di level 5,11% per kuartal I-2024.

BACA JUGA:Sri Mulyani: Kenaikan Gaji PNS dan THR Jadi Penopang Ekonomi RI Tumbuh 5,11%&amp;nbsp;


Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pertumbuhan ekonomi masih bisa dicapai dengan modal bonus demografi.

&quot;Seperti kita ketahui sekarang kita sedang memasuki masa bonus demografi,&quot; kata Amalia, Jakarta, Senin (6/5/2024).

Adapun bonus demografi itu adalah masa saat penduduk usia produktif di Indonesia dengan rentang usia 15-64 tahun lebih besar dibandingkan dengan usia non produktif atau 65 tahun ke atas dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk.

BACA JUGA:Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI&amp;nbsp;


Menurut Amalia, terkait prediksi pertumbuhan ekonomi ke depan bisa ditanya ke kementerian lain sesuai tugas lembaga tersebut.

&quot;Tugas BPS seperti biasa kami mencatat, menyampaikan angka realisasi, bukan menyampaikan angka perkiraan kedepan,&quot; kata Amalia.
</content:encoded></item></channel></rss>
