<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Negara Takut 3 Hal Ini, Jokowi Minta Hati-Hati Kelola Setiap Rupiah</title><description>Jokowi meminta jajarannya agar dapat berhati-hati dalam mengelola setiap Rupiah dari ABPN maupun APBD yang dimiliki.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3005151/negara-takut-3-hal-ini-jokowi-minta-hati-hati-kelola-setiap-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3005151/negara-takut-3-hal-ini-jokowi-minta-hati-hati-kelola-setiap-rupiah"/><item><title>Negara Takut 3 Hal Ini, Jokowi Minta Hati-Hati Kelola Setiap Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3005151/negara-takut-3-hal-ini-jokowi-minta-hati-hati-kelola-setiap-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3005151/negara-takut-3-hal-ini-jokowi-minta-hati-hati-kelola-setiap-rupiah</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/320/3005151/negara-takut-3-hal-ini-jokowi-minta-hati-hati-kelola-setiap-rupiah-RxKzTLJuLW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi soal Kelola Uang (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/320/3005151/negara-takut-3-hal-ini-jokowi-minta-hati-hati-kelola-setiap-rupiah-RxKzTLJuLW.jpg</image><title>Presiden Jokowi soal Kelola Uang (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wMy84LzE4MDI4OC81L3g4eHdoOTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya agar dapat berhati-hati dalam mengelola setiap Rupiah dari ABPN maupun APBD yang dimiliki di tengah situasi perekonomian dunia yang sulit.
Presiden menyebutkan saat ini semua negara sangat berwaspada terhadap harga minyak dan bunga pinjaman.

BACA JUGA:
Harta Kekayaan Dirjen Bea Cukai Askolani, Tiap Tahun Naik Jadi Rp51,8 Miliar

&quot;Semua negara ini takut terhadap tiga hal. Pertama harga minyak, kedua masalah bunga pinjaman. Semua pada takut masalah itu, karena begitu bunga pinjaman naik sedikit saja, beban fiskal itu akan sangat besar,&quot; kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2024 di JCC Senayan, dikutip Antara Senin (6/5/2024).
Presiden menyebutkan bahwa saat ini semua negara dihadapkan pada situasi dan tantangan yang tidak mudah, salah satunya karena pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan hanya berkisar 3,2 persen.

BACA JUGA:
Investasi di IKN Tembus Rp50 Triliun, Sudah Jadi Apa Saja?

Menurut Presiden, dampak rentetan dari pandemi COVID-19 masih terasa hingga saat ini. Hal itu dibuktikan dengan sejumlah negara yang masuk pada resesi ekonomi, seperti Jepang, Inggris dan beberapa negara di Eropa yang menuju resesi.Oleh karena itu, Presiden minta pengelolaan fiskal dan anggaran harus dilakukan secara bijak dan hati-hati sehingga tidak ada satu rupiah pun dari anggaran yang meleset dari rencana pembangunan yang dibuat.
&quot;Sebab itu, kita harus betul-betul hati-hati kelola setiap rupiah anggaran yang kita miliki. Perhatikan betul-betul skala prioritas,&quot; kata Presiden.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wMy84LzE4MDI4OC81L3g4eHdoOTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya agar dapat berhati-hati dalam mengelola setiap Rupiah dari ABPN maupun APBD yang dimiliki di tengah situasi perekonomian dunia yang sulit.
Presiden menyebutkan saat ini semua negara sangat berwaspada terhadap harga minyak dan bunga pinjaman.

BACA JUGA:
Harta Kekayaan Dirjen Bea Cukai Askolani, Tiap Tahun Naik Jadi Rp51,8 Miliar

&quot;Semua negara ini takut terhadap tiga hal. Pertama harga minyak, kedua masalah bunga pinjaman. Semua pada takut masalah itu, karena begitu bunga pinjaman naik sedikit saja, beban fiskal itu akan sangat besar,&quot; kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2024 di JCC Senayan, dikutip Antara Senin (6/5/2024).
Presiden menyebutkan bahwa saat ini semua negara dihadapkan pada situasi dan tantangan yang tidak mudah, salah satunya karena pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan hanya berkisar 3,2 persen.

BACA JUGA:
Investasi di IKN Tembus Rp50 Triliun, Sudah Jadi Apa Saja?

Menurut Presiden, dampak rentetan dari pandemi COVID-19 masih terasa hingga saat ini. Hal itu dibuktikan dengan sejumlah negara yang masuk pada resesi ekonomi, seperti Jepang, Inggris dan beberapa negara di Eropa yang menuju resesi.Oleh karena itu, Presiden minta pengelolaan fiskal dan anggaran harus dilakukan secara bijak dan hati-hati sehingga tidak ada satu rupiah pun dari anggaran yang meleset dari rencana pembangunan yang dibuat.
&quot;Sebab itu, kita harus betul-betul hati-hati kelola setiap rupiah anggaran yang kita miliki. Perhatikan betul-betul skala prioritas,&quot; kata Presiden.</content:encoded></item></channel></rss>
