<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Dia Sumber Masa Depan Listrik RI, Ada Hidro hingga Panas Bumi</title><description>Ini Dia Sumber Masa Depan Listrik RI, Ada Hidro hingga Panas Bumi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3005209/ini-dia-sumber-masa-depan-listrik-ri-ada-hidro-hingga-panas-bumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3005209/ini-dia-sumber-masa-depan-listrik-ri-ada-hidro-hingga-panas-bumi"/><item><title>Ini Dia Sumber Masa Depan Listrik RI, Ada Hidro hingga Panas Bumi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3005209/ini-dia-sumber-masa-depan-listrik-ri-ada-hidro-hingga-panas-bumi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/320/3005209/ini-dia-sumber-masa-depan-listrik-ri-ada-hidro-hingga-panas-bumi</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 19:27 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/320/3005209/ini-dia-sumber-masa-depan-listrik-ri-ada-hidro-hingga-panas-bumi-LryEpvX7Qt.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sumber Daya Listrik. (Foto: PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/320/3005209/ini-dia-sumber-masa-depan-listrik-ri-ada-hidro-hingga-panas-bumi-LryEpvX7Qt.jpeg</image><title>Sumber Daya Listrik. (Foto: PLN)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNi8xLzE4MDM4MS81L3g4eTMxNGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PLN sampaikan komitmen mendukung net zero emission dan penunjang pertumbuhan ekonomi ke depan. Hal ini diungkap pada dalam forum Asia Pacific Energy Talks.
Forum ini agenda tahunan yang digelar oleh Siemens Energy dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) bersama pemangku kepentingan di negara-negara Asia Pasifik termasuk Indonesia, untuk membahas berbagai isu di sektor energi. Tahun ini Asia Pacific Energy Talks diselenggarakan di Jakarta, Indonesia.

BACA JUGA:
Bos PLN Cek Colokan Mobil Listrik di Jalur Mudik

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, untuk menuju net zero emission bukan suatu hal yang mudah, sebab itu sebagai Subholding PLN Indonesia Power berupaya keras untuk mencapainya.
&quot;PLN sudah dan terus berupaya keras untuk membuat solusi strategi energi terbaik untuk transisi energi,&quot; kata Edwin, Senin (6/5/2024).

BACA JUGA:
Negara Takut 3 Hal Ini, Jokowi Minta Hati-Hati Kelola Setiap Rupiah

PLN Indonesia Power tidak hanya memikirkan pemenuhan listrik saat ini tetapi juga masa yang akan datang. Korporasi pun telah meyiapkan berbagai strategi pengembangan EBT untuk memenuhi kebutuhan listrik 35 tahun ke depan.&quot;35 tahun dari sekarang beban akan sangat tinggi, jadi kami perlu melihat energi baru terbarukan yang mungkin tersedia di Indonesia,&quot; ujar Edwin.
Menurut Edwin, dengan mempertimbangkan berbagai hal, pengembangan EBT yang disiapkan PLN IP saat ini memang belum cocok diterapkan. Dengan begitu penerapannya kedepan seiring dengan perkembangan teknologi, sehingga bisa realistis digunakan.
&quot;Saat ini kami sudah mulai mengenalkan EBT hidro, panas bumi, nuklir dan cofiring amonia. Namun ini belum dapat digunakan sekarang, karena akan berdampak pada kenaikan biaya listrik. Jadi kami menunggu kematangan teknologi dan kemudian kami akan menggunakannya untuk menekan emisi karbon,&quot; ucap Edwin.
Edwin mengungkapkan, sebagai langkah awal dalam mencapai target net zero emission PLN Indonesia Power pun telah merancang strategi pengembangan EBT melalui proyek Hijaunesia 2023.
Menurut Edwin dalam proyek Hijaunesia 2023 PLN IP memprioritaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dengan total kapasitas 1.055 MW melalui skema Strategic Partnership.
&quot;Melalui inisiatif ini kita genjot pengembangan EBT yang telah tercantum dalam RUPTL 2021 &amp;ndash; 2030, dengan kapasitas total mencapai 1.055 MW,&quot; kata Edwin.
PLN IP akan mengakselerasi pembangunan PLTS yang ada di 5 lokasi dengan total kapasistas 500 MW, dengan target proses pembangunan hingga Commercial Operation Date (COD) lebih cepat dari yang pernah dilakukan.
&quot;Pembangunan pembangkit tersebut dengan proses paralel antara lain pra-seleksi mitra termasuk kontraktor EPC, pemilihan lender, dan proses perizinan,&quot; tutup Edwin.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNi8xLzE4MDM4MS81L3g4eTMxNGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PLN sampaikan komitmen mendukung net zero emission dan penunjang pertumbuhan ekonomi ke depan. Hal ini diungkap pada dalam forum Asia Pacific Energy Talks.
Forum ini agenda tahunan yang digelar oleh Siemens Energy dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) bersama pemangku kepentingan di negara-negara Asia Pasifik termasuk Indonesia, untuk membahas berbagai isu di sektor energi. Tahun ini Asia Pacific Energy Talks diselenggarakan di Jakarta, Indonesia.

BACA JUGA:
Bos PLN Cek Colokan Mobil Listrik di Jalur Mudik

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, untuk menuju net zero emission bukan suatu hal yang mudah, sebab itu sebagai Subholding PLN Indonesia Power berupaya keras untuk mencapainya.
&quot;PLN sudah dan terus berupaya keras untuk membuat solusi strategi energi terbaik untuk transisi energi,&quot; kata Edwin, Senin (6/5/2024).

BACA JUGA:
Negara Takut 3 Hal Ini, Jokowi Minta Hati-Hati Kelola Setiap Rupiah

PLN Indonesia Power tidak hanya memikirkan pemenuhan listrik saat ini tetapi juga masa yang akan datang. Korporasi pun telah meyiapkan berbagai strategi pengembangan EBT untuk memenuhi kebutuhan listrik 35 tahun ke depan.&quot;35 tahun dari sekarang beban akan sangat tinggi, jadi kami perlu melihat energi baru terbarukan yang mungkin tersedia di Indonesia,&quot; ujar Edwin.
Menurut Edwin, dengan mempertimbangkan berbagai hal, pengembangan EBT yang disiapkan PLN IP saat ini memang belum cocok diterapkan. Dengan begitu penerapannya kedepan seiring dengan perkembangan teknologi, sehingga bisa realistis digunakan.
&quot;Saat ini kami sudah mulai mengenalkan EBT hidro, panas bumi, nuklir dan cofiring amonia. Namun ini belum dapat digunakan sekarang, karena akan berdampak pada kenaikan biaya listrik. Jadi kami menunggu kematangan teknologi dan kemudian kami akan menggunakannya untuk menekan emisi karbon,&quot; ucap Edwin.
Edwin mengungkapkan, sebagai langkah awal dalam mencapai target net zero emission PLN Indonesia Power pun telah merancang strategi pengembangan EBT melalui proyek Hijaunesia 2023.
Menurut Edwin dalam proyek Hijaunesia 2023 PLN IP memprioritaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dengan total kapasitas 1.055 MW melalui skema Strategic Partnership.
&quot;Melalui inisiatif ini kita genjot pengembangan EBT yang telah tercantum dalam RUPTL 2021 &amp;ndash; 2030, dengan kapasitas total mencapai 1.055 MW,&quot; kata Edwin.
PLN IP akan mengakselerasi pembangunan PLTS yang ada di 5 lokasi dengan total kapasistas 500 MW, dengan target proses pembangunan hingga Commercial Operation Date (COD) lebih cepat dari yang pernah dilakukan.
&quot;Pembangunan pembangkit tersebut dengan proses paralel antara lain pra-seleksi mitra termasuk kontraktor EPC, pemilihan lender, dan proses perizinan,&quot; tutup Edwin.</content:encoded></item></channel></rss>
