<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Australia Bangun Infrastruktur Pakai Produk Konstruksi RI</title><description>Pembangunan infrastruktur di Australia ternyata memakai material made in Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/470/3005066/ternyata-australia-bangun-infrastruktur-pakai-produk-konstruksi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/470/3005066/ternyata-australia-bangun-infrastruktur-pakai-produk-konstruksi-ri"/><item><title>Ternyata Australia Bangun Infrastruktur Pakai Produk Konstruksi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/470/3005066/ternyata-australia-bangun-infrastruktur-pakai-produk-konstruksi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/470/3005066/ternyata-australia-bangun-infrastruktur-pakai-produk-konstruksi-ri</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/470/3005066/ternyata-australia-bangun-infrastruktur-pakai-produk-konstruksi-ri-ETHm65V5ry.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ternyata Australia Bangun Infrastruktur Pakai Produk Konstruksi RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/470/3005066/ternyata-australia-bangun-infrastruktur-pakai-produk-konstruksi-ri-ETHm65V5ry.jpg</image><title>Ternyata Australia Bangun Infrastruktur Pakai Produk Konstruksi RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur di Australia ternyata memakai material made in Indonesia. Salah satu material konstruksi yang dipakai adalah produk baja lapis zinc aluminium.

BACA JUGA:Rupiah Melemah ke Rp16.200 per USD, Biaya Konstruksi di RI Membengkak?&amp;nbsp;


Permintaan produk baja lapis ini terus meningkat sehingga mampu meningkatkan devisa negara yang pada akhirnya berdampak pada perekonomian.

&amp;ldquo;Gencarnya pembangunan infrastruktur di Australia saat ini merupakan peluang besar bagi Indonesia,&quot; kata Vice President Tata Metal Lestari Stephanus Koeswandi dalam keterangannya, Jakarta, Senin (6/5/2024).

BACA JUGA:Mengintip Bendungan Sepaku Semoi, Sumber Air bagi Warga di IKN&amp;nbsp;


Selama ini Australia memang menjadi salah satu negara tujuan ekspor produk baja lapis zinc aluminium yang diproduksi perusahaan.


Ditambah adanya pencarian alternatif penyuplai material konstruksi yang produknya diproduksi dengan mengedepankan keberlangsungan oleh buyer Australia, diprediksi pasar konstruksi dan bangunan Australia akan mengalami pertumbuhan pesat beberapa tahun mendatang.



&quot;Untuk itu, keikutsertaan di Sydney Build Expo kali ini diharapkan dapat menjadi peluang untuk memperkuat kehadiran produk Indonesia di pasar konstruksi dan bangunan Australia,&amp;rdquo; katanya.



Isu sustainability masih menjadi salah satu fokus penting yang wajib dihadirkan. Seperti diketahui, dengan adanya target Net Zero Emission di tahun 2050, pemerintah maupun masyarakat di Australia sudah semakin sadar bahwa pembangunan kini harus mengedepankan keberlangsung lingkungan, mulai dari bahan baku hingga pengerjaannya.



&amp;ldquo;Agar dapat bersaing di pasar global, sebuah produk tentunya harus memiliki standar-standar yang telah ditentukan,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur di Australia ternyata memakai material made in Indonesia. Salah satu material konstruksi yang dipakai adalah produk baja lapis zinc aluminium.

BACA JUGA:Rupiah Melemah ke Rp16.200 per USD, Biaya Konstruksi di RI Membengkak?&amp;nbsp;


Permintaan produk baja lapis ini terus meningkat sehingga mampu meningkatkan devisa negara yang pada akhirnya berdampak pada perekonomian.

&amp;ldquo;Gencarnya pembangunan infrastruktur di Australia saat ini merupakan peluang besar bagi Indonesia,&quot; kata Vice President Tata Metal Lestari Stephanus Koeswandi dalam keterangannya, Jakarta, Senin (6/5/2024).

BACA JUGA:Mengintip Bendungan Sepaku Semoi, Sumber Air bagi Warga di IKN&amp;nbsp;


Selama ini Australia memang menjadi salah satu negara tujuan ekspor produk baja lapis zinc aluminium yang diproduksi perusahaan.


Ditambah adanya pencarian alternatif penyuplai material konstruksi yang produknya diproduksi dengan mengedepankan keberlangsungan oleh buyer Australia, diprediksi pasar konstruksi dan bangunan Australia akan mengalami pertumbuhan pesat beberapa tahun mendatang.



&quot;Untuk itu, keikutsertaan di Sydney Build Expo kali ini diharapkan dapat menjadi peluang untuk memperkuat kehadiran produk Indonesia di pasar konstruksi dan bangunan Australia,&amp;rdquo; katanya.



Isu sustainability masih menjadi salah satu fokus penting yang wajib dihadirkan. Seperti diketahui, dengan adanya target Net Zero Emission di tahun 2050, pemerintah maupun masyarakat di Australia sudah semakin sadar bahwa pembangunan kini harus mengedepankan keberlangsung lingkungan, mulai dari bahan baku hingga pengerjaannya.



&amp;ldquo;Agar dapat bersaing di pasar global, sebuah produk tentunya harus memiliki standar-standar yang telah ditentukan,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
