<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waskita Garap 12 Proyek IKN Rp13,6 Triliun, dari Tol hingga Rusun ASN</title><description>PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) merampungkan dua di antara 12 proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digarap.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/470/3005088/waskita-garap-12-proyek-ikn-rp13-6-triliun-dari-tol-hingga-rusun-asn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/470/3005088/waskita-garap-12-proyek-ikn-rp13-6-triliun-dari-tol-hingga-rusun-asn"/><item><title>Waskita Garap 12 Proyek IKN Rp13,6 Triliun, dari Tol hingga Rusun ASN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/470/3005088/waskita-garap-12-proyek-ikn-rp13-6-triliun-dari-tol-hingga-rusun-asn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/06/470/3005088/waskita-garap-12-proyek-ikn-rp13-6-triliun-dari-tol-hingga-rusun-asn</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Nekha Fatimah Nursadiyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/470/3005088/waskita-garap-12-proyek-ikn-rp13-6-triliun-dari-tol-hingga-rusun-asn-sL5wUZJzly.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek pembangunan IKN Nusantara dikebut (Foto: Waskita)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/470/3005088/waskita-garap-12-proyek-ikn-rp13-6-triliun-dari-tol-hingga-rusun-asn-sL5wUZJzly.jpg</image><title>Proyek pembangunan IKN Nusantara dikebut (Foto: Waskita)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNi8xLzE4MDM3MS81L3g4eTJpdzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) merampungkan dua di antara 12 proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digarap. Dua proyek yang telah rampung dibangun yaitu proyek Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4 dan Multi-Utility Tunnel-01 (MUT) atau terowongan multi utilitas yang berada di bawah tanah.
SVP Corporate Secretary Perseroan, Ermy Puspa Yunita mengatakan, dengan selesainya pekerjaan Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4 sepanjang 4,45 km ini telah lengkap dukungan konektivitas jalan untuk menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

BACA JUGA:
Waskita Menang Atas Gugatan PKPU Emiten Jusuf Kalla (BUKK) 


&amp;ldquo;Waskita juga telah menyelesaikan pekerjaan proyek MUT 100%. Terowongan ini dibangun di bawah permukaan tanah dan jalanan kota di mana semua kabel listrik, pipa-pipa atau jaringan optik dikumpulkan. dengan begitu IKN bebas kabel dan jaringan yang bergelantungan maupun ditanamkan di tanah yang tidak tertata dengan baik,&amp;rdquo; jelas Ermy, Senin (6/5/2024).
Pembangunan IKN sangat memperhatikan aspek lingkungan demi keberlanjutan ekosistem alam. Diperkirakan akan ada lebih dari 75% kawasan IKN yang merupakan ruang hijau, sedangkan 25% sisanya akan digunakan sebagai lahan pembangunan.

BACA JUGA:
Waskita Kebut 7 Proyek IKN, Mulai dari Jalan Tol hingga Gedung Kemenko


Sebagai informasi, saat ini Waskita mengerjakan 12 proyek IKN dengan total nilai kontrak mencapai Rp13,6 triliun dan untuk porsi Waskita sendiri sebesar Rp7,5 triliun. Per 2 Mei 2024, progres 12 proyek IKN garapan Waskita mengalami percepatan dari Januari lalu.
Dengan rincian, Saluran Utilitas Terpadu (MUT) &amp;ndash; 01 mencapai 100%, Jalan Logistik Lingkar Sepaku Segmen 4 mencapai 100%, Jalan Tol IKN Segmen 5A mencapai 84,45%, Sekretariat Presiden dan bangunan pendukung mencapai 80,99%, Jalan Feeder IKN mencapai 72,85%, Kementerian Koordinator 3 mencapai 64,14%, Kementerian Koordinator 4 mencapai 62,49%, Rumah Susun ASN 3 mencapai 33,40%, IPAL 123 mencapai 27,09%, Jalan Nasional IKN Seksi 6C-1 mencapai 16,40%, Jalan Akses Bandara VVIP IKN mencapai 11,77%, dan Jalan Tol Segmen 3B-2 mencapai 5,70%.
Waskita Karya berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan  infrastruktur di Indonesia melalui pembangunan proyek IKN. Waskita turut  mendukung pemerintah dalam menarik lebih banyak investasi baik dari  pemerintah itu sendiri dan juga swasta dengan melengkapi sarana dan  prasarana di IKN.
Sektor infrastruktur masih berpotensi mengalami pertumbuhan seiring  dengan kebutuhan infrastruktur yang masih tinggi di Indonesia dan untuk  mendukung pembangunan serta pertumbuhan ekonomi nasional.
&amp;ldquo;Perseroan berharap dengan pembangunan infrastruktur yang kami bangun  itu bukan sekedar pembangunan fisik saja, namun juga berdampak terhadap  ekonomi. Seperti contoh peran jalan tol sebagai konektivitas dapat  terhubung ke kawasan pariwisata, kawasan industri dan semua kawasan yang  secara ekonomi memiliki dampaknya. Selain itu juga dapat memicu  berkembangnya kawasan-kawasan ekonomi baru dengan adanya pembangunan  infrastruktur,&amp;rdquo; tutup Ermy.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNi8xLzE4MDM3MS81L3g4eTJpdzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) merampungkan dua di antara 12 proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digarap. Dua proyek yang telah rampung dibangun yaitu proyek Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4 dan Multi-Utility Tunnel-01 (MUT) atau terowongan multi utilitas yang berada di bawah tanah.
SVP Corporate Secretary Perseroan, Ermy Puspa Yunita mengatakan, dengan selesainya pekerjaan Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4 sepanjang 4,45 km ini telah lengkap dukungan konektivitas jalan untuk menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

BACA JUGA:
Waskita Menang Atas Gugatan PKPU Emiten Jusuf Kalla (BUKK) 


&amp;ldquo;Waskita juga telah menyelesaikan pekerjaan proyek MUT 100%. Terowongan ini dibangun di bawah permukaan tanah dan jalanan kota di mana semua kabel listrik, pipa-pipa atau jaringan optik dikumpulkan. dengan begitu IKN bebas kabel dan jaringan yang bergelantungan maupun ditanamkan di tanah yang tidak tertata dengan baik,&amp;rdquo; jelas Ermy, Senin (6/5/2024).
Pembangunan IKN sangat memperhatikan aspek lingkungan demi keberlanjutan ekosistem alam. Diperkirakan akan ada lebih dari 75% kawasan IKN yang merupakan ruang hijau, sedangkan 25% sisanya akan digunakan sebagai lahan pembangunan.

BACA JUGA:
Waskita Kebut 7 Proyek IKN, Mulai dari Jalan Tol hingga Gedung Kemenko


Sebagai informasi, saat ini Waskita mengerjakan 12 proyek IKN dengan total nilai kontrak mencapai Rp13,6 triliun dan untuk porsi Waskita sendiri sebesar Rp7,5 triliun. Per 2 Mei 2024, progres 12 proyek IKN garapan Waskita mengalami percepatan dari Januari lalu.
Dengan rincian, Saluran Utilitas Terpadu (MUT) &amp;ndash; 01 mencapai 100%, Jalan Logistik Lingkar Sepaku Segmen 4 mencapai 100%, Jalan Tol IKN Segmen 5A mencapai 84,45%, Sekretariat Presiden dan bangunan pendukung mencapai 80,99%, Jalan Feeder IKN mencapai 72,85%, Kementerian Koordinator 3 mencapai 64,14%, Kementerian Koordinator 4 mencapai 62,49%, Rumah Susun ASN 3 mencapai 33,40%, IPAL 123 mencapai 27,09%, Jalan Nasional IKN Seksi 6C-1 mencapai 16,40%, Jalan Akses Bandara VVIP IKN mencapai 11,77%, dan Jalan Tol Segmen 3B-2 mencapai 5,70%.
Waskita Karya berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan  infrastruktur di Indonesia melalui pembangunan proyek IKN. Waskita turut  mendukung pemerintah dalam menarik lebih banyak investasi baik dari  pemerintah itu sendiri dan juga swasta dengan melengkapi sarana dan  prasarana di IKN.
Sektor infrastruktur masih berpotensi mengalami pertumbuhan seiring  dengan kebutuhan infrastruktur yang masih tinggi di Indonesia dan untuk  mendukung pembangunan serta pertumbuhan ekonomi nasional.
&amp;ldquo;Perseroan berharap dengan pembangunan infrastruktur yang kami bangun  itu bukan sekedar pembangunan fisik saja, namun juga berdampak terhadap  ekonomi. Seperti contoh peran jalan tol sebagai konektivitas dapat  terhubung ke kawasan pariwisata, kawasan industri dan semua kawasan yang  secara ekonomi memiliki dampaknya. Selain itu juga dapat memicu  berkembangnya kawasan-kawasan ekonomi baru dengan adanya pembangunan  infrastruktur,&amp;rdquo; tutup Ermy.
</content:encoded></item></channel></rss>
