<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,11%, Tertinggi Sepanjang Periode 2019-2024</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11% di tiga bulan pertama 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005106/pertumbuhan-ekonomi-capai-5-11-tertinggi-sepanjang-periode-2019-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005106/pertumbuhan-ekonomi-capai-5-11-tertinggi-sepanjang-periode-2019-2024"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,11%, Tertinggi Sepanjang Periode 2019-2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005106/pertumbuhan-ekonomi-capai-5-11-tertinggi-sepanjang-periode-2019-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005106/pertumbuhan-ekonomi-capai-5-11-tertinggi-sepanjang-periode-2019-2024</guid><pubDate>Selasa 07 Mei 2024 05:20 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/320/3005106/pertumbuhan-ekonomi-capai-5-11-tertinggi-sepanjang-periode-2019-2024-M9Pxqby9gg.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2024 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/320/3005106/pertumbuhan-ekonomi-capai-5-11-tertinggi-sepanjang-periode-2019-2024-M9Pxqby9gg.jpeg</image><title>Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2024 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yOS8xLzE4MDExMS81L3g4eG1rdm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11% di tiga bulan pertama 2024. Hal tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi kuartal I tertinggi sepanjang 2019-2024.
Disampaikan oleh Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti bahwa hal tersebut didasarkan pada besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp5.288,3 triliun, dan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan sebesar Rp3.112,9 triliun.

BACA JUGA:
Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 6% Jelang Masa Jabatan Jokowi Berakhir?


&quot;Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2024 bila dibandingkan triwulan I-2023 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,11%,&quot; kata Amalia, Jakarta, Senin (6/5/2024).
Amalia melanjutkan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024 jika dibandingkan dengan kuartal IV-2023 atau secara bulanan (q-to-q) terkontraksi sebesar 0,83%. Namun, ini merupakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I tertinggi sepanjang 2019-2024.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Kenaikan Gaji PNS dan THR Jadi Penopang Ekonomi RI Tumbuh 5,11%


Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2024 diperkirakan akan tetap di atas 5%.
&quot;Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 diperkirakan akan tetap berada di atas 5% dan dibandingkan kuartal IV-2023,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers KSSK.
Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan  didorong dengan permintaan dalam negeri yang menguat, baik itu dari sisi  konsumsi pemerintah maupun konsumsi rumah tangga.
Dari sisi konsumsi pemerintah, telah melakukan sejumlah belanja yang  memiliki sifat front loading atau dikeluarkan terlebih dahulu. Di  antaranya, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN yang diberikan 100%.
&amp;ldquo;Ini memberikan dukungan pada belanja pemerintah yang memperkuat belanja masyarakat atau daya beli masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Selengkapnya: Ekonomi RI Tumbuh 5,11% di Kuartal I, Tertinggi Sepanjang 2019-2024</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yOS8xLzE4MDExMS81L3g4eG1rdm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11% di tiga bulan pertama 2024. Hal tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi kuartal I tertinggi sepanjang 2019-2024.
Disampaikan oleh Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti bahwa hal tersebut didasarkan pada besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp5.288,3 triliun, dan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan sebesar Rp3.112,9 triliun.

BACA JUGA:
Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 6% Jelang Masa Jabatan Jokowi Berakhir?


&quot;Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2024 bila dibandingkan triwulan I-2023 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,11%,&quot; kata Amalia, Jakarta, Senin (6/5/2024).
Amalia melanjutkan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024 jika dibandingkan dengan kuartal IV-2023 atau secara bulanan (q-to-q) terkontraksi sebesar 0,83%. Namun, ini merupakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I tertinggi sepanjang 2019-2024.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Kenaikan Gaji PNS dan THR Jadi Penopang Ekonomi RI Tumbuh 5,11%


Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2024 diperkirakan akan tetap di atas 5%.
&quot;Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 diperkirakan akan tetap berada di atas 5% dan dibandingkan kuartal IV-2023,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers KSSK.
Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan  didorong dengan permintaan dalam negeri yang menguat, baik itu dari sisi  konsumsi pemerintah maupun konsumsi rumah tangga.
Dari sisi konsumsi pemerintah, telah melakukan sejumlah belanja yang  memiliki sifat front loading atau dikeluarkan terlebih dahulu. Di  antaranya, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN yang diberikan 100%.
&amp;ldquo;Ini memberikan dukungan pada belanja pemerintah yang memperkuat belanja masyarakat atau daya beli masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Selengkapnya: Ekonomi RI Tumbuh 5,11% di Kuartal I, Tertinggi Sepanjang 2019-2024</content:encoded></item></channel></rss>
