<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pabrik Sepatu Bata Tutup, Jokowi: Kalah Bersaing</title><description>Presiden Jokowi merespons tutupnya pabrik Sepatu Bata akibat mengalami kerugian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005465/pabrik-sepatu-bata-tutup-jokowi-kalah-bersaing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005465/pabrik-sepatu-bata-tutup-jokowi-kalah-bersaing"/><item><title>Pabrik Sepatu Bata Tutup, Jokowi: Kalah Bersaing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005465/pabrik-sepatu-bata-tutup-jokowi-kalah-bersaing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005465/pabrik-sepatu-bata-tutup-jokowi-kalah-bersaing</guid><pubDate>Selasa 07 Mei 2024 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/07/320/3005465/pabrik-sepatu-bata-tutup-jokowi-kalah-bersaing-06omyCAfXC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Respons Jokowi soal penutupan pabrik sepatu bata (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/07/320/3005465/pabrik-sepatu-bata-tutup-jokowi-kalah-bersaing-06omyCAfXC.jpg</image><title>Respons Jokowi soal penutupan pabrik sepatu bata (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNi8xLzE4MDM4MC81L3g4eTMwY2k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi merespons tutupnya pabrik Sepatu Bata akibat mengalami kerugian. Menurutnya wajar jika sebuah usaha pasti mengalami kondisi naik turun.
&quot;Ya ini kalau masalah ada pabrik yang tutup, sebuah usaha itu naik turun karena kondisi, karena mungkin efisiensi, karena kalah bersaing dengan barang-barang baru. Banyak hal,&quot; kata Jokowi usai meresmikan Indonesia Digital Test House (IDTH) Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/5/2024).

BACA JUGA:
Ternyata Ini Sosok Pemilik Sepatu Bata yang Pabriknya Ditutup


Meski begitu, Jokowi menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai sangat baik saat ini yang mencapai 5,11%.
&quot;Tapi yang jelas secara makro perkembangan ekonomi kita sangat baik 5,11%,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Pabrik Sepatu Bata Tutup, Ternyata Begini Kondisi Industri Alas Kaki


PT Sepatu Bata Tbk mengalami kerugian dalam beberapa tahun terakhir akibat penurunan permintaan pelanggan. Hal itu berakibat pada penutupan pabrik di Purwakarta, Jawa Barat.
&quot;Dengan keputusan ini, maka perseroan tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta,&quot; ujar Sekretaris Perusahaan Bata Hatta Tutuko dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Manajemen menjelaskan penutupan operasional pabrik sepatu Bata di  Purwakarta dilakukan sejak 30 April 2024 ini merupakan bagian dari upaya  perseroan selama 4 tahun terakhir untuk bertahan di tengah kerugian dan  tantangan industri akibat pandemi serta perubahan perilaku konsumen  yang begitu cepat. Permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang  dibuat di Pabrik Purwakarta terus menurun.
Sepatu Bata merupakan merek legendaris di Indonesia. Pandemi Covid-19  beberapa tahun lalu ikut menghajar usaha. Berdasarkan laporan, kinerja  penjualan perseroan turun 49% dari Rp931,27 miliar pada 2019 menjadi  Rp459,58 miliar pada 2020. Tahun 2019 kerugian hanya Rp23,44 miliar  melonjak jadi Rp177,76 miliar di 2020.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNi8xLzE4MDM4MC81L3g4eTMwY2k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi merespons tutupnya pabrik Sepatu Bata akibat mengalami kerugian. Menurutnya wajar jika sebuah usaha pasti mengalami kondisi naik turun.
&quot;Ya ini kalau masalah ada pabrik yang tutup, sebuah usaha itu naik turun karena kondisi, karena mungkin efisiensi, karena kalah bersaing dengan barang-barang baru. Banyak hal,&quot; kata Jokowi usai meresmikan Indonesia Digital Test House (IDTH) Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/5/2024).

BACA JUGA:
Ternyata Ini Sosok Pemilik Sepatu Bata yang Pabriknya Ditutup


Meski begitu, Jokowi menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai sangat baik saat ini yang mencapai 5,11%.
&quot;Tapi yang jelas secara makro perkembangan ekonomi kita sangat baik 5,11%,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Pabrik Sepatu Bata Tutup, Ternyata Begini Kondisi Industri Alas Kaki


PT Sepatu Bata Tbk mengalami kerugian dalam beberapa tahun terakhir akibat penurunan permintaan pelanggan. Hal itu berakibat pada penutupan pabrik di Purwakarta, Jawa Barat.
&quot;Dengan keputusan ini, maka perseroan tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta,&quot; ujar Sekretaris Perusahaan Bata Hatta Tutuko dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Manajemen menjelaskan penutupan operasional pabrik sepatu Bata di  Purwakarta dilakukan sejak 30 April 2024 ini merupakan bagian dari upaya  perseroan selama 4 tahun terakhir untuk bertahan di tengah kerugian dan  tantangan industri akibat pandemi serta perubahan perilaku konsumen  yang begitu cepat. Permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang  dibuat di Pabrik Purwakarta terus menurun.
Sepatu Bata merupakan merek legendaris di Indonesia. Pandemi Covid-19  beberapa tahun lalu ikut menghajar usaha. Berdasarkan laporan, kinerja  penjualan perseroan turun 49% dari Rp931,27 miliar pada 2019 menjadi  Rp459,58 miliar pada 2020. Tahun 2019 kerugian hanya Rp23,44 miliar  melonjak jadi Rp177,76 miliar di 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
