<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Barang Impor Merajalela Bikin Defisit Rp30 Triliun, Jokowi: Kita Harus Jadi Produsen</title><description>Presiden Jokowi prihatin masih banyak barang impor di Indonesia. Bahkan nilai barang impor mencapai lebih dari Rp30 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005504/barang-impor-merajalela-bikin-defisit-rp30-triliun-jokowi-kita-harus-jadi-produsen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005504/barang-impor-merajalela-bikin-defisit-rp30-triliun-jokowi-kita-harus-jadi-produsen"/><item><title>Barang Impor Merajalela Bikin Defisit Rp30 Triliun, Jokowi: Kita Harus Jadi Produsen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005504/barang-impor-merajalela-bikin-defisit-rp30-triliun-jokowi-kita-harus-jadi-produsen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005504/barang-impor-merajalela-bikin-defisit-rp30-triliun-jokowi-kita-harus-jadi-produsen</guid><pubDate>Selasa 07 Mei 2024 13:41 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/07/320/3005504/barang-impor-merajalela-bikin-defisit-rp30-triliun-jokowi-kita-harus-jadi-produsen-0KSevtM5ML.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi prihatin barang impor merajalela (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/07/320/3005504/barang-impor-merajalela-bikin-defisit-rp30-triliun-jokowi-kita-harus-jadi-produsen-0KSevtM5ML.jpg</image><title>Presiden Jokowi prihatin barang impor merajalela (Foto: Setpres)</title></images><description>


JAKARTA - Presiden Jokowi prihatin masih banyak barang impor di Indonesia. Bahkan nilai barang impor mencapai lebih dari Rp30 triliun.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meresmikan Indonesia Digital Test House (IDTH) di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT), Kota Depok, Provinsi Jawa Barat pada Selasa (7/5/2024).

BACA JUGA:
Hadapi Risiko Impor dan Subsidi Energi, Kemampuan APBN Perlu Diukur

&quot;Ini sayangnya perangkat teknologi dan alat komunikasi yang kita pakai masih didominasi barang-barang impor dan nilai defisit perdagangan sektor ini hampir USD2,1 miliar lebih dari Rp30 triliun,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya.
Kepala Negara pun menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi produsen bukan penonton.
&amp;ldquo;Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, kita tidak boleh hanya menjadi pasar, dan kita harus jadi pemain, menjadi produsen,&amp;rdquo; tegasnya.

BACA JUGA:
Revisi Aturan Impor Barang Bawaan dari Luar Negeri Rampung, Ini Poin Pentingnya

Jokowi juga menyoroti rendahnya partisipasi pemasok lokal dalam rantai pasok global. Presiden menyebutkan bahwa dari 320 pemasok global Apple, hanya ada dua yang berasal dari Indonesia. Hal itu berbanding jauh dengan negara-negara ASEAN lain seperti Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
&quot;Pedagang supplier dari Filipina ada 17, dari Malaysia 19 supplier, dari Thailand 24 supplier, dari Vietnam 72 supplier. Padahal kalau di ASEAN, PDB kita itu paling besar, 46 persen GDP ASEAN itu ada di Indonesia. Tapi untuk supplier kita tadi hanya dua,&quot; jelasnya.Selain itu, Jokowi berharap IDTH menjadi katalis dalam mengubah  paradigma tersebut. Sebagai fasilitas pengujian perangkat berstandar  internasional, IDTH adalah yang terbesar dan terlengkap di Asia  Tenggara. Dengan investasi yang mendekati Rp1 triliun, fasilitas ini  dilengkapi dengan peralatan canggih untuk menguji berbagai perangkat  digital mulai dari laptop hingga radar.
&amp;ldquo;Seluruh perangkat digital diuji di tempat ini, sebelum dipasarkan  diuji di sini untuk memastikan standar keamanan, kesehatan, dan  keselamatan masyarakat pengguna perangkat-perangkat digital ini dapat  terpenuhi,&amp;rdquo; kata Presiden.
Lebih dari sekadar pusat uji sertifikasi, Presiden mengharapkan IDTH  menjadi pusat inovasi dan penelitian. Kepala Negara menginstruksikan  Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menggandeng perguruan  tinggi, perusahaan rintisan atau startup, serta UMKM dalam mendorong  riset dan paten, serta mendukung pengembangan dan sertifikasi  produk-produk lokal.
&amp;ldquo;Digitalisasi menjadi basis bagi pengembangan industri dan ekonomi  dalam negeri dengan menempatkan produsen lokal menjadi raja di negeri  sendiri,&amp;rdquo; kata Jokowi.</description><content:encoded>


JAKARTA - Presiden Jokowi prihatin masih banyak barang impor di Indonesia. Bahkan nilai barang impor mencapai lebih dari Rp30 triliun.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meresmikan Indonesia Digital Test House (IDTH) di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT), Kota Depok, Provinsi Jawa Barat pada Selasa (7/5/2024).

BACA JUGA:
Hadapi Risiko Impor dan Subsidi Energi, Kemampuan APBN Perlu Diukur

&quot;Ini sayangnya perangkat teknologi dan alat komunikasi yang kita pakai masih didominasi barang-barang impor dan nilai defisit perdagangan sektor ini hampir USD2,1 miliar lebih dari Rp30 triliun,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya.
Kepala Negara pun menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi produsen bukan penonton.
&amp;ldquo;Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, kita tidak boleh hanya menjadi pasar, dan kita harus jadi pemain, menjadi produsen,&amp;rdquo; tegasnya.

BACA JUGA:
Revisi Aturan Impor Barang Bawaan dari Luar Negeri Rampung, Ini Poin Pentingnya

Jokowi juga menyoroti rendahnya partisipasi pemasok lokal dalam rantai pasok global. Presiden menyebutkan bahwa dari 320 pemasok global Apple, hanya ada dua yang berasal dari Indonesia. Hal itu berbanding jauh dengan negara-negara ASEAN lain seperti Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
&quot;Pedagang supplier dari Filipina ada 17, dari Malaysia 19 supplier, dari Thailand 24 supplier, dari Vietnam 72 supplier. Padahal kalau di ASEAN, PDB kita itu paling besar, 46 persen GDP ASEAN itu ada di Indonesia. Tapi untuk supplier kita tadi hanya dua,&quot; jelasnya.Selain itu, Jokowi berharap IDTH menjadi katalis dalam mengubah  paradigma tersebut. Sebagai fasilitas pengujian perangkat berstandar  internasional, IDTH adalah yang terbesar dan terlengkap di Asia  Tenggara. Dengan investasi yang mendekati Rp1 triliun, fasilitas ini  dilengkapi dengan peralatan canggih untuk menguji berbagai perangkat  digital mulai dari laptop hingga radar.
&amp;ldquo;Seluruh perangkat digital diuji di tempat ini, sebelum dipasarkan  diuji di sini untuk memastikan standar keamanan, kesehatan, dan  keselamatan masyarakat pengguna perangkat-perangkat digital ini dapat  terpenuhi,&amp;rdquo; kata Presiden.
Lebih dari sekadar pusat uji sertifikasi, Presiden mengharapkan IDTH  menjadi pusat inovasi dan penelitian. Kepala Negara menginstruksikan  Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menggandeng perguruan  tinggi, perusahaan rintisan atau startup, serta UMKM dalam mendorong  riset dan paten, serta mendukung pengembangan dan sertifikasi  produk-produk lokal.
&amp;ldquo;Digitalisasi menjadi basis bagi pengembangan industri dan ekonomi  dalam negeri dengan menempatkan produsen lokal menjadi raja di negeri  sendiri,&amp;rdquo; kata Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
