<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peluang Besar Investasi Sektor Logistik RI</title><description>Sektor logistik Indonesia menawarkan potensi besar kepada para calon penanam modal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005512/peluang-besar-investasi-sektor-logistik-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005512/peluang-besar-investasi-sektor-logistik-ri"/><item><title>Peluang Besar Investasi Sektor Logistik RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005512/peluang-besar-investasi-sektor-logistik-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005512/peluang-besar-investasi-sektor-logistik-ri</guid><pubDate>Selasa 07 Mei 2024 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Kristalensi Bunga Nauli Sihite</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/07/320/3005512/peluang-besar-investasi-sektor-logistik-ri-MXFmYA37hT.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Peluang besar investasi sektor logistik RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/07/320/3005512/peluang-besar-investasi-sektor-logistik-ri-MXFmYA37hT.jpeg</image><title>Peluang besar investasi sektor logistik RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wMy80LzE3OTE4OC81L3g4dzhtbm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Sektor logistik Indonesia menawarkan potensi besar kepada para calon penanam modal. Para investor, termasuk investor asing, melihat potensi besar dalam industri logistik Indonesia. Hal ini tidak mengherankan mengingat logistik memegang peran vital sebagai tulang punggung perdagangan Indonesia.
Melihat tingginya potensi tersebut, Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Akbar Djohan mengatakan, investasi asing masih diperlukan melalui skema private public partnership atau kemitraan pemerintah swasta.

BACA JUGA:
Padati Pelabuhan, Angkutan Logistik Naik 22% Jelang Lebaran 2024


&quot;Peran investasi asing sangat penting mengingat bukan hanya investasi modal yang dibawa, tapi teknologi serta experience dan throughput juga bisa dibawa dalam melahirkan ekosistem logistik yang baik dan benar,&quot; paparnya, Selasa (7/5/2024).
Dia menyebut, untuk menarik investor asing maka diperlukan kepastian dan kemudahan berusaha dan bermitra dengan pengusaha nasional, Misalnya, memberikan hak konsesi dan skema-skema win-win solusi yang pasti, berdampak luas, serta berkelanjutan bagi ekonomi nasional.

BACA JUGA:
Intip Kisah Sukses Ibu Rumah Tangga Bisnis Logistik


&quot;Berikan asing masuk khususnya bagi proyek-proyek yang extra besar investasinya dan APBN tidak cukup untuk mendanainya. Namun pemerintah juga jangan melupakan investasi PMDN ataupun PMA yang sudah berinvestasi lebih dulu. Diberikan insentif dan sweetener yang sama bagi investor-investor baru tersebut,&quot; katanya.
Sebagai contoh, DHL juga memperluas investasinya di Indonesia dengan tambahan 7% tenaga kerja pada tahun 2021 dan pertumbuhan 13,5% pada tahun 2022. Mereka berencana mengalokasikan 25 juta Euro untuk penggantian armada dan pembangunan empat fasilitas baru termasuk gateway di Surabaya dan Denpasar serta pusat layanan di Bekasi dan Tangerang.
Selain itu, DHL Supply Chain juga dikabarkan akan berinvestasi 25  juta Euro untuk fasilitas baru seluas 40.000 meter persegi di Cikarang,  Jawa Barat, yang berfokus pada keberlanjutan. Ini menandai komitmen DHL  terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan di Indonesia.
Di sisi lain, terdapat berbagai tantangan dalam sektor logistik  Indonesia. Pertama, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan  membuat distribusi barang melalui jalur laut, udara, dan darat menjadi  cukup rumit dan kompleks. kedua, ketimpangan infrastruktur antara Jawa  dan pulau-pulau lainnya juga menjadi kendala serius untuk para pemain  logistik.
Tantangan sektor logistik ini terlihat dari penurunan skor Logistic  Performance Index (LPI) Indonesia yang diterbitkan oleh World Bank.  Menurut Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM FEB UI), LPI  2023 menempatkan Indonesia pada peringkat 63 dari 139 negara, turun dari  peringkat 64 pada tahun 2018. Penurunan peringkat menunjukan adanya  masalah dalam efisiensi, keandalan, dan ketersediaan infrastruktur  logistik di Indonesia.
Hadirnya berbagai investor, termasuk asing dan domestik, diharapkan  mampu mengatasi berbagai tantangan logistik dan juga turut memulihkan  peringkat LPI Indonesia.
Menurut Senior Consultant Supply Chain Indonesia, Zaroni, kebutuhan  investasi infrastruktur logistik menghadapi keterbatasan, baik teknologi  maupun sumber pendanaan. Dalam konteks ini, investasi asing diperlukan  untuk mengatasi mengatasi keterbatasan tersebut.
&amp;ldquo;Investasi asing dalam infrastruktur logistik akan mendorong  perusahaan-perusahaan asing sebagai pengguna infrastruktur logistik  untuk mengembangkan pasar di Indonesia melalui investasi pembangunan  manufaktur di berbagai sektor industri,&quot; jelasnya.
Investasi asing dalam sektor logistik Indonesia tidak hanya  memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga berdampak secara lebih  luas melalui efek multiplier.
&amp;ldquo;Dampak investasi asing ini terutama adalah memberikan efek  multiplier, yang menggerakkan dan mendorong perkembangan dan pertumbuhan  sektor logistik untuk memperlancar pergerakan arus barang, baik dalam  domestik maupun internasional,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wMy80LzE3OTE4OC81L3g4dzhtbm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Sektor logistik Indonesia menawarkan potensi besar kepada para calon penanam modal. Para investor, termasuk investor asing, melihat potensi besar dalam industri logistik Indonesia. Hal ini tidak mengherankan mengingat logistik memegang peran vital sebagai tulang punggung perdagangan Indonesia.
Melihat tingginya potensi tersebut, Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Akbar Djohan mengatakan, investasi asing masih diperlukan melalui skema private public partnership atau kemitraan pemerintah swasta.

BACA JUGA:
Padati Pelabuhan, Angkutan Logistik Naik 22% Jelang Lebaran 2024


&quot;Peran investasi asing sangat penting mengingat bukan hanya investasi modal yang dibawa, tapi teknologi serta experience dan throughput juga bisa dibawa dalam melahirkan ekosistem logistik yang baik dan benar,&quot; paparnya, Selasa (7/5/2024).
Dia menyebut, untuk menarik investor asing maka diperlukan kepastian dan kemudahan berusaha dan bermitra dengan pengusaha nasional, Misalnya, memberikan hak konsesi dan skema-skema win-win solusi yang pasti, berdampak luas, serta berkelanjutan bagi ekonomi nasional.

BACA JUGA:
Intip Kisah Sukses Ibu Rumah Tangga Bisnis Logistik


&quot;Berikan asing masuk khususnya bagi proyek-proyek yang extra besar investasinya dan APBN tidak cukup untuk mendanainya. Namun pemerintah juga jangan melupakan investasi PMDN ataupun PMA yang sudah berinvestasi lebih dulu. Diberikan insentif dan sweetener yang sama bagi investor-investor baru tersebut,&quot; katanya.
Sebagai contoh, DHL juga memperluas investasinya di Indonesia dengan tambahan 7% tenaga kerja pada tahun 2021 dan pertumbuhan 13,5% pada tahun 2022. Mereka berencana mengalokasikan 25 juta Euro untuk penggantian armada dan pembangunan empat fasilitas baru termasuk gateway di Surabaya dan Denpasar serta pusat layanan di Bekasi dan Tangerang.
Selain itu, DHL Supply Chain juga dikabarkan akan berinvestasi 25  juta Euro untuk fasilitas baru seluas 40.000 meter persegi di Cikarang,  Jawa Barat, yang berfokus pada keberlanjutan. Ini menandai komitmen DHL  terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan di Indonesia.
Di sisi lain, terdapat berbagai tantangan dalam sektor logistik  Indonesia. Pertama, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan  membuat distribusi barang melalui jalur laut, udara, dan darat menjadi  cukup rumit dan kompleks. kedua, ketimpangan infrastruktur antara Jawa  dan pulau-pulau lainnya juga menjadi kendala serius untuk para pemain  logistik.
Tantangan sektor logistik ini terlihat dari penurunan skor Logistic  Performance Index (LPI) Indonesia yang diterbitkan oleh World Bank.  Menurut Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM FEB UI), LPI  2023 menempatkan Indonesia pada peringkat 63 dari 139 negara, turun dari  peringkat 64 pada tahun 2018. Penurunan peringkat menunjukan adanya  masalah dalam efisiensi, keandalan, dan ketersediaan infrastruktur  logistik di Indonesia.
Hadirnya berbagai investor, termasuk asing dan domestik, diharapkan  mampu mengatasi berbagai tantangan logistik dan juga turut memulihkan  peringkat LPI Indonesia.
Menurut Senior Consultant Supply Chain Indonesia, Zaroni, kebutuhan  investasi infrastruktur logistik menghadapi keterbatasan, baik teknologi  maupun sumber pendanaan. Dalam konteks ini, investasi asing diperlukan  untuk mengatasi mengatasi keterbatasan tersebut.
&amp;ldquo;Investasi asing dalam infrastruktur logistik akan mendorong  perusahaan-perusahaan asing sebagai pengguna infrastruktur logistik  untuk mengembangkan pasar di Indonesia melalui investasi pembangunan  manufaktur di berbagai sektor industri,&quot; jelasnya.
Investasi asing dalam sektor logistik Indonesia tidak hanya  memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga berdampak secara lebih  luas melalui efek multiplier.
&amp;ldquo;Dampak investasi asing ini terutama adalah memberikan efek  multiplier, yang menggerakkan dan mendorong perkembangan dan pertumbuhan  sektor logistik untuk memperlancar pergerakan arus barang, baik dalam  domestik maupun internasional,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
