<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pegadaian Targetkan Laba Rp5,5 Triliun pada 2024</title><description>PT Pegadaian (Persero) menargetkan laba sebesar Rp 1,4 triliun atau tumbuh sebesar 33,2% pada kuartal I-2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005725/pegadaian-targetkan-laba-rp5-5-triliun-pada-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005725/pegadaian-targetkan-laba-rp5-5-triliun-pada-2024"/><item><title>Pegadaian Targetkan Laba Rp5,5 Triliun pada 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005725/pegadaian-targetkan-laba-rp5-5-triliun-pada-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/07/320/3005725/pegadaian-targetkan-laba-rp5-5-triliun-pada-2024</guid><pubDate>Selasa 07 Mei 2024 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/07/320/3005725/pegadaian-targetkan-laba-rp5-5-triliun-pada-2024-cl7YdsN4Gc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Pegadaian (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/07/320/3005725/pegadaian-targetkan-laba-rp5-5-triliun-pada-2024-cl7YdsN4Gc.jpg</image><title>Laba Pegadaian (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNi8xLzE4MDM4MS81L3g4eTMxNGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) menargetkan laba sebesar Rp 1,4 triliun atau tumbuh sebesar 33,2% pada kuartal I-2024. Sementara, laba pada tahun ini ditargetkan Rp5,5 triliun.
Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan, perusahaan membukukan kinerja yang positif, di mana kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) pada kuartal pertama tahun ini turun 1,86% jadi 1,26%.

BACA JUGA:
290 Saham Merah, IHSG Hari Ini Melemah ke Level 7.123

Karena itu, perseroan tetap mencatatkan NPL di bawah 2% atau sekitar 1,26% di masa-masa mendatang.
&amp;ldquo;Moga-moga ke depannya juga tetap di bawah 2% atau di sekitar 1,26%,&amp;rdquo; ujar Damar Latri Setiawan saat Grand Launching The Gade Tower, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2024).

BACA JUGA:
Ini Aturan Baru Delisting Saham dari BEI, Investor Wajib Tahu

Kemudian, lanjut dia , penyaluran pinjaman atau Outstanding Loan (OSL) Gross di Pegadaian tumbuh sebesar 17,0% secara tahunan (yoy) dari Rp61,2 triliun menjadi Rp71,6 triliun.Jumlah nasabah juga ikut naik 9,3% dari 22,4 juta nasabah di Maret 2023 menjadi 24,4 juta pada Maret 2024. Menurutnya, capaian itu tidak luput dari holding BUMN Ultra Mikro yang dipandang berhasil mendorong bisnis pembiayaan mikro melalui produk gadai dan investasi lewat produk non gadai.
&quot;Bersama BRI dan PNM, Pegadaian berkomitmen untuk mengembangkan UMKM, salah satunya dengan menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah,&amp;rdquo; katanya.
Pegadaian telah menyalurkan pinjaman (omzet) pembiayaan sebesar Rp54,7 triliun atau tumbuh 10,7%. Pembiayaan KUR Syariah Pegadaian pun naik tinggi sebesar 303,9% menjadi Rp 2,9 triliun di kuartal I 2024 dari Rp710 miliar di kuartal I-2023.
Sementara itu dari sisi rasio keuangan, kredit bermasalah atau NPL turun dari 1,37% di kuartal satu tahun lalu menjadi 1,24% di periode yang sama 2024, serta BOPO yang turut mengalami penurunan menjadi 62,74% dari 65,27% (yoy).
Adapun aset perusahaan di tiga bulan pertama tahun ini tercatat naik 14,3% dari Rp76,1 triliun menjadi Rp87 triliun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNi8xLzE4MDM4MS81L3g4eTMxNGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) menargetkan laba sebesar Rp 1,4 triliun atau tumbuh sebesar 33,2% pada kuartal I-2024. Sementara, laba pada tahun ini ditargetkan Rp5,5 triliun.
Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan, perusahaan membukukan kinerja yang positif, di mana kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) pada kuartal pertama tahun ini turun 1,86% jadi 1,26%.

BACA JUGA:
290 Saham Merah, IHSG Hari Ini Melemah ke Level 7.123

Karena itu, perseroan tetap mencatatkan NPL di bawah 2% atau sekitar 1,26% di masa-masa mendatang.
&amp;ldquo;Moga-moga ke depannya juga tetap di bawah 2% atau di sekitar 1,26%,&amp;rdquo; ujar Damar Latri Setiawan saat Grand Launching The Gade Tower, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2024).

BACA JUGA:
Ini Aturan Baru Delisting Saham dari BEI, Investor Wajib Tahu

Kemudian, lanjut dia , penyaluran pinjaman atau Outstanding Loan (OSL) Gross di Pegadaian tumbuh sebesar 17,0% secara tahunan (yoy) dari Rp61,2 triliun menjadi Rp71,6 triliun.Jumlah nasabah juga ikut naik 9,3% dari 22,4 juta nasabah di Maret 2023 menjadi 24,4 juta pada Maret 2024. Menurutnya, capaian itu tidak luput dari holding BUMN Ultra Mikro yang dipandang berhasil mendorong bisnis pembiayaan mikro melalui produk gadai dan investasi lewat produk non gadai.
&quot;Bersama BRI dan PNM, Pegadaian berkomitmen untuk mengembangkan UMKM, salah satunya dengan menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah,&amp;rdquo; katanya.
Pegadaian telah menyalurkan pinjaman (omzet) pembiayaan sebesar Rp54,7 triliun atau tumbuh 10,7%. Pembiayaan KUR Syariah Pegadaian pun naik tinggi sebesar 303,9% menjadi Rp 2,9 triliun di kuartal I 2024 dari Rp710 miliar di kuartal I-2023.
Sementara itu dari sisi rasio keuangan, kredit bermasalah atau NPL turun dari 1,37% di kuartal satu tahun lalu menjadi 1,24% di periode yang sama 2024, serta BOPO yang turut mengalami penurunan menjadi 62,74% dari 65,27% (yoy).
Adapun aset perusahaan di tiga bulan pertama tahun ini tercatat naik 14,3% dari Rp76,1 triliun menjadi Rp87 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
