<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warning! Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD136,2 Miliar Imbas Bayar Utang dan Jaga Rupiah</title><description>Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia mencapai USD136,2 miliar pada akhir April 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/320/3005874/warning-cadangan-devisa-indonesia-turun-jadi-usd136-2-miliar-imbas-bayar-utang-dan-jaga-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/320/3005874/warning-cadangan-devisa-indonesia-turun-jadi-usd136-2-miliar-imbas-bayar-utang-dan-jaga-rupiah"/><item><title>Warning! Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD136,2 Miliar Imbas Bayar Utang dan Jaga Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/320/3005874/warning-cadangan-devisa-indonesia-turun-jadi-usd136-2-miliar-imbas-bayar-utang-dan-jaga-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/320/3005874/warning-cadangan-devisa-indonesia-turun-jadi-usd136-2-miliar-imbas-bayar-utang-dan-jaga-rupiah</guid><pubDate>Rabu 08 Mei 2024 10:11 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/08/320/3005874/warning-cadangan-devisa-indonesia-turun-jadi-usd136-2-miliar-imbas-bayar-utang-dan-jaga-rupiah-lDGo4ZG9HI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cadangan Devisa Indonesia Turun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/08/320/3005874/warning-cadangan-devisa-indonesia-turun-jadi-usd136-2-miliar-imbas-bayar-utang-dan-jaga-rupiah-lDGo4ZG9HI.jpg</image><title>Cadangan Devisa Indonesia Turun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia mencapai USD136,2 miliar pada akhir April 2024. Cadangan devisa Indonesia ini turun jika dibandingkan pada akhir Maret 2024 yang mencapai USD140,4 miliar.
Penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri Pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah seiring dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global. Demikian dikutip dalam keterangan resmi BI, Jakarta, Rabu (8/5/2024).

BACA JUGA:Rupiah Melemah, Menko Airlangga Lirik Cadangan Devisa BI USD136 Miliar&amp;nbsp;


Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

BACA JUGA:Dolar AS Perkasa, Rupiah Hari Ini Keok ke Rp16.046/USD&amp;nbsp;


Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa akan tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi nasional yang terjaga, seiring dengan sinergi respons bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia mencapai USD136,2 miliar pada akhir April 2024. Cadangan devisa Indonesia ini turun jika dibandingkan pada akhir Maret 2024 yang mencapai USD140,4 miliar.
Penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri Pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah seiring dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global. Demikian dikutip dalam keterangan resmi BI, Jakarta, Rabu (8/5/2024).

BACA JUGA:Rupiah Melemah, Menko Airlangga Lirik Cadangan Devisa BI USD136 Miliar&amp;nbsp;


Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

BACA JUGA:Dolar AS Perkasa, Rupiah Hari Ini Keok ke Rp16.046/USD&amp;nbsp;


Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa akan tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi nasional yang terjaga, seiring dengan sinergi respons bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.</content:encoded></item></channel></rss>
