<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warren Buffett Bandingkan Bahaya Kecerdasan Buatan dengan Nuklir</title><description>Warren Buffett akan menambahkan saham kecerdasan buatan ke dalam portofolionya dalam waktu dekat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/455/3005937/warren-buffett-bandingkan-bahaya-kecerdasan-buatan-dengan-nuklir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/455/3005937/warren-buffett-bandingkan-bahaya-kecerdasan-buatan-dengan-nuklir"/><item><title>Warren Buffett Bandingkan Bahaya Kecerdasan Buatan dengan Nuklir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/455/3005937/warren-buffett-bandingkan-bahaya-kecerdasan-buatan-dengan-nuklir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/455/3005937/warren-buffett-bandingkan-bahaya-kecerdasan-buatan-dengan-nuklir</guid><pubDate>Rabu 08 Mei 2024 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Faradilla Indah Siti Aysha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/08/455/3005937/warren-buffett-bandingkan-bahaya-kecerdasan-buatan-dengan-nuklir-4wiF68ZYH2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warren ungkap peluang dan bahaya teknologi AI (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/08/455/3005937/warren-buffett-bandingkan-bahaya-kecerdasan-buatan-dengan-nuklir-4wiF68ZYH2.jpg</image><title>Warren ungkap peluang dan bahaya teknologi AI (Foto: Reuters)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Direktur utama sekaligus pemegang saham terbesar di Berkshire Hathaway Warren Buffett akan menambahkan saham kecerdasan buatan ke dalam portofolionya dalam waktu dekat. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Berkshire yang diadakan 4 Mei 2024, Buffet menjawab pertanyaan mengenai dampak kecerdasan buatan terhadap industri tradisional.
Di menjelaskan bahwa ia tidak tahu tentang teknologi tersebut namun bukan berarti ia menyangkal  keberadaan atau urgensi dari teknologi tersebut. Salah satu penggunaan kecerdasan buatan yang menonjol bagi para investor legendaris adalah potensi kegunaannya bagi para penipu.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Orang yang Dijuluki Warren Buffett Indonesia

&amp;ldquo;Ketika anda memikirkan tentang kemungkinan untuk menipu seseorang&amp;hellip; Jika saya tertarik untuk berinvestasi dalam penipuan, hal tersebut akan menjadi industri dengan pertumbuhan terbesar sepanjang masa dan hal tersebut mungkin terjadi, dalam beberapa hal,&amp;rdquo; ujar Buffett dikutip CNBC, Rabu (8/5/2024).
Buffett membandingkan penemuan kecerdasan buatan dengan pengembangan bom atom, berikut penjelasan yang ia berikan. Buffet membagikan pengalamannya ketika ia bertemu dengan versi dirinya yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan secara daring.

BACA JUGA:
Siapa Warren Buffett Indonesia? Ini Orangnya

&amp;ldquo;Saya melihat sebuah foto dengan mata kepala saya sendiri di layar, itu merupakan saya dan suara saya,&amp;rdquo; ujarnya
&amp;ldquo;Dengan mengenakan pakaian yang saya pakai sehari-hari, istri atau putri saya tidak mungkin bisa mendeteksi perbedaan apapun. Pesan yang disampaikannya pun sama sekali bukan dari saya,&amp;rdquo; tambah Buffett.Buffett melihat langsung apa yang Komisi Perdagangan Federal serta  pihak lain peringatkan kepada konsumen mengenai potensi besar bagi oknum  jahat yang menggunakan teknologi deepfake serta kloning suara untuk  meraup uang mereka.
&amp;ldquo;Berdasarkan apa yang saya lihat baru-baru ini, saya mungkin akan  mengirimkan uang kepada diri saya sendiri yang berada entah di negara  mana,&amp;rdquo; canda buffett
Sebagai seorang kapitalis, Buffet paham betul bahwa kecerdasan buatan dapat menjadi sebuah teknologi yang mampu mengubah dunia.
Buffett menyandingkan kecerdasan buatan dengan perkembangan senjata  nuklir, sebuah teknologi yang ia analogikan sebagai sebuah &amp;ldquo;jin&amp;rdquo;. Yang  dimaksud dengan jin adalah senjata nuklir merupakan teknologi yang kuat  dan dapat mengubah dunia dan tidak dapat dikembalikan ke dalam botol  dimana ia berasal.
&amp;ldquo;Kecerdasan buatan kurang lebih sama (dengan nuklir). Saat ini sudah  setengah jalan keluar dari botol dan ini sangat penting dan akan  dilakukan oleh seseorang,&amp;rdquo; ujarnya
&amp;ldquo;Kita mungkin berharap tidak pernah melihat jin tersebut atau mungkin  ia akan melakukan hal-hal yang luar biasa,&amp;rdquo; tambah Buffett.
Masa depan dari kecerdasan buatan akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara pemangku kekuasaan memanfaatkannya.
&amp;ldquo;Saya tidak memiliki nasihat akan bagaimana dunia harus menghadapi  kecerdasan buatan karena kita bahkan belum tahu bagaimana menangani  &amp;ldquo;jin&amp;rdquo; nuklir,&amp;rdquo; jelas Buffett.
&amp;ldquo;Namun sebagai seseorang yang tidak memahami hal tersebut, saya  berpikir bahwa hal tersebut memiliki potensi besar baik untuk kebaikan  dan keburukan. Dan saya tidak memiliki gambaran bagaimana hal tersebut  akan berjalan,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Direktur utama sekaligus pemegang saham terbesar di Berkshire Hathaway Warren Buffett akan menambahkan saham kecerdasan buatan ke dalam portofolionya dalam waktu dekat. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Berkshire yang diadakan 4 Mei 2024, Buffet menjawab pertanyaan mengenai dampak kecerdasan buatan terhadap industri tradisional.
Di menjelaskan bahwa ia tidak tahu tentang teknologi tersebut namun bukan berarti ia menyangkal  keberadaan atau urgensi dari teknologi tersebut. Salah satu penggunaan kecerdasan buatan yang menonjol bagi para investor legendaris adalah potensi kegunaannya bagi para penipu.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Orang yang Dijuluki Warren Buffett Indonesia

&amp;ldquo;Ketika anda memikirkan tentang kemungkinan untuk menipu seseorang&amp;hellip; Jika saya tertarik untuk berinvestasi dalam penipuan, hal tersebut akan menjadi industri dengan pertumbuhan terbesar sepanjang masa dan hal tersebut mungkin terjadi, dalam beberapa hal,&amp;rdquo; ujar Buffett dikutip CNBC, Rabu (8/5/2024).
Buffett membandingkan penemuan kecerdasan buatan dengan pengembangan bom atom, berikut penjelasan yang ia berikan. Buffet membagikan pengalamannya ketika ia bertemu dengan versi dirinya yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan secara daring.

BACA JUGA:
Siapa Warren Buffett Indonesia? Ini Orangnya

&amp;ldquo;Saya melihat sebuah foto dengan mata kepala saya sendiri di layar, itu merupakan saya dan suara saya,&amp;rdquo; ujarnya
&amp;ldquo;Dengan mengenakan pakaian yang saya pakai sehari-hari, istri atau putri saya tidak mungkin bisa mendeteksi perbedaan apapun. Pesan yang disampaikannya pun sama sekali bukan dari saya,&amp;rdquo; tambah Buffett.Buffett melihat langsung apa yang Komisi Perdagangan Federal serta  pihak lain peringatkan kepada konsumen mengenai potensi besar bagi oknum  jahat yang menggunakan teknologi deepfake serta kloning suara untuk  meraup uang mereka.
&amp;ldquo;Berdasarkan apa yang saya lihat baru-baru ini, saya mungkin akan  mengirimkan uang kepada diri saya sendiri yang berada entah di negara  mana,&amp;rdquo; canda buffett
Sebagai seorang kapitalis, Buffet paham betul bahwa kecerdasan buatan dapat menjadi sebuah teknologi yang mampu mengubah dunia.
Buffett menyandingkan kecerdasan buatan dengan perkembangan senjata  nuklir, sebuah teknologi yang ia analogikan sebagai sebuah &amp;ldquo;jin&amp;rdquo;. Yang  dimaksud dengan jin adalah senjata nuklir merupakan teknologi yang kuat  dan dapat mengubah dunia dan tidak dapat dikembalikan ke dalam botol  dimana ia berasal.
&amp;ldquo;Kecerdasan buatan kurang lebih sama (dengan nuklir). Saat ini sudah  setengah jalan keluar dari botol dan ini sangat penting dan akan  dilakukan oleh seseorang,&amp;rdquo; ujarnya
&amp;ldquo;Kita mungkin berharap tidak pernah melihat jin tersebut atau mungkin  ia akan melakukan hal-hal yang luar biasa,&amp;rdquo; tambah Buffett.
Masa depan dari kecerdasan buatan akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara pemangku kekuasaan memanfaatkannya.
&amp;ldquo;Saya tidak memiliki nasihat akan bagaimana dunia harus menghadapi  kecerdasan buatan karena kita bahkan belum tahu bagaimana menangani  &amp;ldquo;jin&amp;rdquo; nuklir,&amp;rdquo; jelas Buffett.
&amp;ldquo;Namun sebagai seseorang yang tidak memahami hal tersebut, saya  berpikir bahwa hal tersebut memiliki potensi besar baik untuk kebaikan  dan keburukan. Dan saya tidak memiliki gambaran bagaimana hal tersebut  akan berjalan,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
