<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Harga Rumah di Indonesia Jauh Lebih Murah Dibanding Negara Lain</title><description>Terungkap harga rumah di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan negara lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/470/3006084/ternyata-harga-rumah-di-indonesia-jauh-lebih-murah-dibanding-negara-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/470/3006084/ternyata-harga-rumah-di-indonesia-jauh-lebih-murah-dibanding-negara-lain"/><item><title>Ternyata Harga Rumah di Indonesia Jauh Lebih Murah Dibanding Negara Lain</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/470/3006084/ternyata-harga-rumah-di-indonesia-jauh-lebih-murah-dibanding-negara-lain</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/470/3006084/ternyata-harga-rumah-di-indonesia-jauh-lebih-murah-dibanding-negara-lain</guid><pubDate>Rabu 08 Mei 2024 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/08/470/3006084/ternyata-harga-rumah-di-indonesia-jauh-lebih-murah-dibanding-negara-lain-bDObWsXI0Z.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga rumah di Indonesia lebih murah dari negara lain (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/08/470/3006084/ternyata-harga-rumah-di-indonesia-jauh-lebih-murah-dibanding-negara-lain-bDObWsXI0Z.jpeg</image><title>Harga rumah di Indonesia lebih murah dari negara lain (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMS80LzE3NTM1My81L3g4cXJlZms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Terungkap harga rumah di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan negara lain. Namun tingkat kepemilikan rumah (Home Ownership Rate) di Indonesia khususnya masyarakat Jakarta tergolong lebih rendah jika dibandingkan dengan kota-kota di negara tetangga.

BACA JUGA:
Kenapa Harga Rumah Terus Naik? Ini 5 Faktor Penyebabnya 


Chief Executive Officer (CEO) Qonex Indonesia Solusi Marine Novita Marine Novita menjelaskan, saat ini home ownership rate di Jakarta hanya mencapai 50,7% pada tahun 2022, padahal berbagai program pemerintah hingga insentif fiskal kerap dikeluarkan oleh pemerintah untuk mendorong industri properti.
Jika dibandingkan dengan negara Singapura yang memiliki harga rumah lebih mahal, home ownership di Singapura bahkan sebesar 89,3% pada tahun 2022. Artinya, hampir seluruh masyarakat di Singapura sudah memiliki hunian tetap.

BACA JUGA:
BPS: Emas dan Harga Rumah Biang Kerok Inflasi Januari 2024


&quot;Mungkin kalau kita lihat dari sini, kita lihat properti price, di Singapura itu sangat mahal, padahal harga properti kita jauh lebih murah, tapi kenapa kepemilikan properti kita masih rendah hanya sekitar 50 persen dan kita masih punya backlog,&quot; ujarnya di Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Adapun tingkat kepemilikan rumah di kota-kota negara tetangga lainnya, misal Bangkok home ownership ratenya berada di angka 74%, Kuala Lumpur 63,3%, Shanghai bahkan 96%, dan Sydney 66%. Harga properti di kota-kota tersebut bahkan lebih mahal ketimbang harga properti khususnya rumah di Indonesia.
Padahal menurut Marine, di Indonesia sudah ada program rumah subsidi  yang mana harga rumah berada di rentang harga Rp162-234 juta per unit.  Harga itu jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga properti di  Singapura.
Selain faktor harga, Marine menilai saat ini pemain properti juga  masih banyak yang hanya menyasar ke pekerja formal. Padahal, market  pekerja informal saat ini juga masih terbuka luas, yang masih sulit  untuk mengakses pendanaan ke perbankan.
&quot;Kemudian pajak, pajak membeli rumah itu minimal 18%, jadi BPHTB 5%,  PPN 11 %  ada biaya tax lain, total-total itu minimal 18%, itu  dibandingkan dengan DP ada yang sudah 0%, taxnya jauh lebih mahal,&quot;  tutup Marine.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMS80LzE3NTM1My81L3g4cXJlZms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Terungkap harga rumah di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan negara lain. Namun tingkat kepemilikan rumah (Home Ownership Rate) di Indonesia khususnya masyarakat Jakarta tergolong lebih rendah jika dibandingkan dengan kota-kota di negara tetangga.

BACA JUGA:
Kenapa Harga Rumah Terus Naik? Ini 5 Faktor Penyebabnya 


Chief Executive Officer (CEO) Qonex Indonesia Solusi Marine Novita Marine Novita menjelaskan, saat ini home ownership rate di Jakarta hanya mencapai 50,7% pada tahun 2022, padahal berbagai program pemerintah hingga insentif fiskal kerap dikeluarkan oleh pemerintah untuk mendorong industri properti.
Jika dibandingkan dengan negara Singapura yang memiliki harga rumah lebih mahal, home ownership di Singapura bahkan sebesar 89,3% pada tahun 2022. Artinya, hampir seluruh masyarakat di Singapura sudah memiliki hunian tetap.

BACA JUGA:
BPS: Emas dan Harga Rumah Biang Kerok Inflasi Januari 2024


&quot;Mungkin kalau kita lihat dari sini, kita lihat properti price, di Singapura itu sangat mahal, padahal harga properti kita jauh lebih murah, tapi kenapa kepemilikan properti kita masih rendah hanya sekitar 50 persen dan kita masih punya backlog,&quot; ujarnya di Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Adapun tingkat kepemilikan rumah di kota-kota negara tetangga lainnya, misal Bangkok home ownership ratenya berada di angka 74%, Kuala Lumpur 63,3%, Shanghai bahkan 96%, dan Sydney 66%. Harga properti di kota-kota tersebut bahkan lebih mahal ketimbang harga properti khususnya rumah di Indonesia.
Padahal menurut Marine, di Indonesia sudah ada program rumah subsidi  yang mana harga rumah berada di rentang harga Rp162-234 juta per unit.  Harga itu jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga properti di  Singapura.
Selain faktor harga, Marine menilai saat ini pemain properti juga  masih banyak yang hanya menyasar ke pekerja formal. Padahal, market  pekerja informal saat ini juga masih terbuka luas, yang masih sulit  untuk mengakses pendanaan ke perbankan.
&quot;Kemudian pajak, pajak membeli rumah itu minimal 18%, jadi BPHTB 5%,  PPN 11 %  ada biaya tax lain, total-total itu minimal 18%, itu  dibandingkan dengan DP ada yang sudah 0%, taxnya jauh lebih mahal,&quot;  tutup Marine.</content:encoded></item></channel></rss>
