<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Ungkap Nasib Warga Terdampak Pembangunan IKN, Ini Ganti Ruginya</title><description>Pemerintah akan menggeser hunian warga yang berada di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara untuk alasan pembangunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/470/3006219/luhut-ungkap-nasib-warga-terdampak-pembangunan-ikn-ini-ganti-ruginya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/470/3006219/luhut-ungkap-nasib-warga-terdampak-pembangunan-ikn-ini-ganti-ruginya"/><item><title>Luhut Ungkap Nasib Warga Terdampak Pembangunan IKN, Ini Ganti Ruginya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/470/3006219/luhut-ungkap-nasib-warga-terdampak-pembangunan-ikn-ini-ganti-ruginya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/08/470/3006219/luhut-ungkap-nasib-warga-terdampak-pembangunan-ikn-ini-ganti-ruginya</guid><pubDate>Rabu 08 Mei 2024 21:36 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/08/470/3006219/luhut-ungkap-nasib-warga-terdampak-pembangunan-ikn-ini-ganti-ruginya-7Slc7l1r4D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Binsar Pandjaitan soal IKN. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/08/470/3006219/luhut-ungkap-nasib-warga-terdampak-pembangunan-ikn-ini-ganti-ruginya-7Slc7l1r4D.jpg</image><title>Menko Luhut Binsar Pandjaitan soal IKN. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wOC8xLzE4MDQ2NS81L3g4eTczNnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah akan menggeser hunian warga yang berada di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara untuk alasan pembangunan. Warga terdampak akan diberikan kompensasi beruba ganti rugi lahan dan dibangunkan hunian untuk relokasi.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan saat ini masih ada sekitar 2 ribu hektare lahan yang masih belum dibebaskan dan dihuni oleh warga di sekitar IKN.

BACA JUGA:
Bandara VVIP IKN Baru Bisa Didarati 3 Pesawat pada 17 Agustus 2024

&quot;Ini bagian dari hampir 2 ribu hektare (yang akan di relokasi), ada rumah-rumah, atau kebun-kebun yang masih kita relokasi, dan kita bangunkan (rumah baru),&quot; ujar Menko Luhut saat mengunjungi IKN, dikutip Rabu (8/5/2024).
Luhut menargetkan, masalah pembebasan lahan itu akan rampung pada akhir bulan Mei ini. Mengingat penyediaan lahan membutuhkan waktu yang cepat untuk mendukung pembangunan Ibukota Baru.

BACA JUGA:
Hadapi Ancaman, Badan Otorita dan BIN Pastikan Keamanan IKN Terjamin

&quot;Oleh sebab itu saya minta Kapolda, Pangdam, menyampaikan kepada masyarakat, kita kerja dulu sampai penggantian diberikan, tapi semua akan kita selesaikan sampai Akhir bulan ini,&quot; sambungnya.Lebih lanjut, Menko Luhut mengungkapkan nantinya bangunan rumah warga yang terdampak relokasi akan dibangunkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR). Harapannya rumah yang dibangunkan punya standar yang lebih baik dan lebih rapi dari segi tata letaknya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan lokasi warga yang akan digeser terutama yang terdampak pembangunan jalan Tol IKN di untuk seksi 6A dan 6B, kawasan keagamaan, dan termasuk permukiman di hulu Sepaku yang kerap sebabkan banjir.
&quot;Itu hutan di dalamnya ada masyarakat. (Lokasi relokasi) ada dari OIKN, karena ini aset dalam penguasaan lahan, itu sedang disiapkan dari OIKN lokasinya. Jadi di sekitar sini juga,&quot; tutup Menteri Basuki.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wOC8xLzE4MDQ2NS81L3g4eTczNnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah akan menggeser hunian warga yang berada di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara untuk alasan pembangunan. Warga terdampak akan diberikan kompensasi beruba ganti rugi lahan dan dibangunkan hunian untuk relokasi.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan saat ini masih ada sekitar 2 ribu hektare lahan yang masih belum dibebaskan dan dihuni oleh warga di sekitar IKN.

BACA JUGA:
Bandara VVIP IKN Baru Bisa Didarati 3 Pesawat pada 17 Agustus 2024

&quot;Ini bagian dari hampir 2 ribu hektare (yang akan di relokasi), ada rumah-rumah, atau kebun-kebun yang masih kita relokasi, dan kita bangunkan (rumah baru),&quot; ujar Menko Luhut saat mengunjungi IKN, dikutip Rabu (8/5/2024).
Luhut menargetkan, masalah pembebasan lahan itu akan rampung pada akhir bulan Mei ini. Mengingat penyediaan lahan membutuhkan waktu yang cepat untuk mendukung pembangunan Ibukota Baru.

BACA JUGA:
Hadapi Ancaman, Badan Otorita dan BIN Pastikan Keamanan IKN Terjamin

&quot;Oleh sebab itu saya minta Kapolda, Pangdam, menyampaikan kepada masyarakat, kita kerja dulu sampai penggantian diberikan, tapi semua akan kita selesaikan sampai Akhir bulan ini,&quot; sambungnya.Lebih lanjut, Menko Luhut mengungkapkan nantinya bangunan rumah warga yang terdampak relokasi akan dibangunkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR). Harapannya rumah yang dibangunkan punya standar yang lebih baik dan lebih rapi dari segi tata letaknya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan lokasi warga yang akan digeser terutama yang terdampak pembangunan jalan Tol IKN di untuk seksi 6A dan 6B, kawasan keagamaan, dan termasuk permukiman di hulu Sepaku yang kerap sebabkan banjir.
&quot;Itu hutan di dalamnya ada masyarakat. (Lokasi relokasi) ada dari OIKN, karena ini aset dalam penguasaan lahan, itu sedang disiapkan dari OIKN lokasinya. Jadi di sekitar sini juga,&quot; tutup Menteri Basuki.</content:encoded></item></channel></rss>
