<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aturan Nikah di IKN Diperketat demi Cegah Stunting</title><description>&amp;nbsp;Pemerintah bakal memperketat aturan nikah di Ibu Kota Nusantara (IKN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/11/470/3007059/aturan-nikah-di-ikn-diperketat-demi-cegah-stunting</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/11/470/3007059/aturan-nikah-di-ikn-diperketat-demi-cegah-stunting"/><item><title>Aturan Nikah di IKN Diperketat demi Cegah Stunting</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/11/470/3007059/aturan-nikah-di-ikn-diperketat-demi-cegah-stunting</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/11/470/3007059/aturan-nikah-di-ikn-diperketat-demi-cegah-stunting</guid><pubDate>Sabtu 11 Mei 2024 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/11/470/3007059/aturan-nikah-di-ikn-diperketat-demi-cegah-stunting-EevI91Nb2X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aturan menikah di IKN diperketat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/11/470/3007059/aturan-nikah-di-ikn-diperketat-demi-cegah-stunting-EevI91Nb2X.jpg</image><title>Aturan menikah di IKN diperketat (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNy8xLzE4MDQyNy81L3g4eTVrMzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah bakal memperketat aturan nikah di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal itu untuk pelaksanaan program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana di IKN dan upaya penurunan stunting.
Hal itu tertuang lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

BACA JUGA:
Starlink Elon Musk Dapat Izin Beroperasi, Peluncuran di IKN&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kepala OIKN Bambang Susantono mengatakan KN harus dapat menjadi contoh untuk Indonesia. Terutama soal SDM yang lebih unggul dibandingkan dengan kota-kota lainnya.
&quot;Ini tidak hanya MoU, tapi sesuatu langkah nyata kita mewujudkan satu masyarakat di IKN Nusantara yang bisa menjadi satu model untuk Indonesia. Tidak kalah pentingnya kita harus meningkatkan segera kualitas SDM (sumber daya manusia) warga di wilayah IKN yang (berjumlah) sekitar 200 ribuan jiwa,&quot; ujar Bambang dalam keterangan resminya, Sabtu (11/5/2024).

BACA JUGA:
Bandara VVIP IKN Baru Bisa Didarati 3 Pesawat pada 17 Agustus 2024

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menjelaskan setiap 1.000 penduduk yang ada di Penajam Paser Utara dan wilayah sekitar IKN itu akan melahirkan sekitar 16 orang setiap tahunnya.
Jadi kalau ada sekitar 200.000 penduduk maka Otorita IKN perlu menjaga kelahiran 3.200 per tahun agar anak yang terlahir tidak mengalami stunting.Sehingga dikatakan Hasto, nantinya setiap penduduk yang berencana menikah harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
&quot;Setiap ada yang mau nikah di sekitar IKN harus discreening, wajib periksa HB (hemoglobin), tinggi badan, berat badan, yang beresiko tinggi hanya sekitar 25%. Jadi dari 3.200 kelahiran kemungkinan ada 1.600 bayi perempuan. Dari 1.600 perempuan yang menikah, itu hanya sekitar 320 per tahun yang beresiko tinggi terlalu kurus atau yang anemia,&quot; kata Hasto.
&quot;Sehingga profil SDM di sekitar IKN bisa disiapkan by design untuk kita pastikan yang di IKN itu sehat dengan catatan ada aturan-aturan yang ketat,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNy8xLzE4MDQyNy81L3g4eTVrMzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah bakal memperketat aturan nikah di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal itu untuk pelaksanaan program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana di IKN dan upaya penurunan stunting.
Hal itu tertuang lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

BACA JUGA:
Starlink Elon Musk Dapat Izin Beroperasi, Peluncuran di IKN&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kepala OIKN Bambang Susantono mengatakan KN harus dapat menjadi contoh untuk Indonesia. Terutama soal SDM yang lebih unggul dibandingkan dengan kota-kota lainnya.
&quot;Ini tidak hanya MoU, tapi sesuatu langkah nyata kita mewujudkan satu masyarakat di IKN Nusantara yang bisa menjadi satu model untuk Indonesia. Tidak kalah pentingnya kita harus meningkatkan segera kualitas SDM (sumber daya manusia) warga di wilayah IKN yang (berjumlah) sekitar 200 ribuan jiwa,&quot; ujar Bambang dalam keterangan resminya, Sabtu (11/5/2024).

BACA JUGA:
Bandara VVIP IKN Baru Bisa Didarati 3 Pesawat pada 17 Agustus 2024

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menjelaskan setiap 1.000 penduduk yang ada di Penajam Paser Utara dan wilayah sekitar IKN itu akan melahirkan sekitar 16 orang setiap tahunnya.
Jadi kalau ada sekitar 200.000 penduduk maka Otorita IKN perlu menjaga kelahiran 3.200 per tahun agar anak yang terlahir tidak mengalami stunting.Sehingga dikatakan Hasto, nantinya setiap penduduk yang berencana menikah harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
&quot;Setiap ada yang mau nikah di sekitar IKN harus discreening, wajib periksa HB (hemoglobin), tinggi badan, berat badan, yang beresiko tinggi hanya sekitar 25%. Jadi dari 3.200 kelahiran kemungkinan ada 1.600 bayi perempuan. Dari 1.600 perempuan yang menikah, itu hanya sekitar 320 per tahun yang beresiko tinggi terlalu kurus atau yang anemia,&quot; kata Hasto.
&quot;Sehingga profil SDM di sekitar IKN bisa disiapkan by design untuk kita pastikan yang di IKN itu sehat dengan catatan ada aturan-aturan yang ketat,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
