<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transisi Pemerintahan Baru, Sri Mulyani Ngaku Sering Komunikasi dengan Prabowo   </title><description>Sri Mulyani mengaku sering berkomunikasi pembahas perekonomian dengan pemerintahan baru</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/12/320/3007361/transisi-pemerintahan-baru-sri-mulyani-ngaku-sering-komunikasi-dengan-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/12/320/3007361/transisi-pemerintahan-baru-sri-mulyani-ngaku-sering-komunikasi-dengan-prabowo"/><item><title>Transisi Pemerintahan Baru, Sri Mulyani Ngaku Sering Komunikasi dengan Prabowo   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/12/320/3007361/transisi-pemerintahan-baru-sri-mulyani-ngaku-sering-komunikasi-dengan-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/12/320/3007361/transisi-pemerintahan-baru-sri-mulyani-ngaku-sering-komunikasi-dengan-prabowo</guid><pubDate>Minggu 12 Mei 2024 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Faradilla Indah Siti Aysha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/12/320/3007361/transisi-pemerintahan-baru-sri-mulyani-ngaku-sering-komunikasi-dengan-prabowo-42z6nBZGta.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kemenko)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/12/320/3007361/transisi-pemerintahan-baru-sri-mulyani-ngaku-sering-komunikasi-dengan-prabowo-42z6nBZGta.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kemenko)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku sering berkomunikasi pembahas perekonomian dengan pemerintahan baru yang akan dipimpin Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming.
Hal ini diungkap Sri Mulyani dalam acara Asia House yang dipandu Michael Lawrence CEO Asia House dan former Global Editor Reuters.
&quot;Saya mengisi acara &amp;ldquo;Percakapan di Asia House&amp;rdquo; - dimulai dengan menjelaskan Perkembangan Perekonomian Indonesia sepuluh tahun terkahir di tengah berbagai guncangan tensi Geopolitik, Pandemi Covid-19; volatilitas harga komoditas, kondisi &amp;ldquo;higher for longer&amp;rdquo; , ancaman climate change  dan trend Demografi dan Digital Technology termasuk kehadiran Artificial Intellegent,&quot; terang Sri Mulyani di Instagramnya, Minggu (12/5/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Masuk Bursa Pilgub DKI Jakarta, Ini Kata Stafsus Menkeu

Dia menerangkan bagaimana fiscal policy (APBN) dan keuangan negara terus menjaga pertumbuhan ekonomi, penciptaan kesempatan kerja, penurunan kemiskinan juga sebagai shock absorber menjaga stabilitas dan melindungi rakyat dan perekonomian.
Menurutnya, APBN dan fiscal tools (insentif dan policy support) juga sangat penting untuk mendukung transformasi ekonomi menuju green energy dan hilirisasi (down-streaming ) mineral startegis untuk menciptakan bilai tambah dalam perekonomian dan membuat Indonesia memiliki posisi makin startegis di dunia (global value chain) dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

BACA JUGA:
Harta Kekayaan Sri Mulyani Naik Rp11 Miliar Jadi Rp79,8 Miliar, Punya Utang Rp9 Miliar

&quot;Kebijakan fiskal yang memiliki fungsi sangat strategis dan peran penting dalam ekonomi tetap dikelola dengan hati-hati (prudent) dan seimbang sehingga tetap kredibel, sehat dan sustainable,&quot; ujarnya.Selain itu, proses transisi pemerintahan juga berjalan dengan baik, sesuai aturan Undang-Undang Keuangan Negara, Penyusunan APBN 2025 untuk pemerintahan baru disusun oleh pemerintah saat ini.
&quot;Proses komunikasi dan koordinasi sudah dan terus dilakukan dengan baik untuk menjaga kepentingan bersama bangsa dan negara agar terus mampu maju menuju cita-cita Indonesia Emas,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku sering berkomunikasi pembahas perekonomian dengan pemerintahan baru yang akan dipimpin Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming.
Hal ini diungkap Sri Mulyani dalam acara Asia House yang dipandu Michael Lawrence CEO Asia House dan former Global Editor Reuters.
&quot;Saya mengisi acara &amp;ldquo;Percakapan di Asia House&amp;rdquo; - dimulai dengan menjelaskan Perkembangan Perekonomian Indonesia sepuluh tahun terkahir di tengah berbagai guncangan tensi Geopolitik, Pandemi Covid-19; volatilitas harga komoditas, kondisi &amp;ldquo;higher for longer&amp;rdquo; , ancaman climate change  dan trend Demografi dan Digital Technology termasuk kehadiran Artificial Intellegent,&quot; terang Sri Mulyani di Instagramnya, Minggu (12/5/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Masuk Bursa Pilgub DKI Jakarta, Ini Kata Stafsus Menkeu

Dia menerangkan bagaimana fiscal policy (APBN) dan keuangan negara terus menjaga pertumbuhan ekonomi, penciptaan kesempatan kerja, penurunan kemiskinan juga sebagai shock absorber menjaga stabilitas dan melindungi rakyat dan perekonomian.
Menurutnya, APBN dan fiscal tools (insentif dan policy support) juga sangat penting untuk mendukung transformasi ekonomi menuju green energy dan hilirisasi (down-streaming ) mineral startegis untuk menciptakan bilai tambah dalam perekonomian dan membuat Indonesia memiliki posisi makin startegis di dunia (global value chain) dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

BACA JUGA:
Harta Kekayaan Sri Mulyani Naik Rp11 Miliar Jadi Rp79,8 Miliar, Punya Utang Rp9 Miliar

&quot;Kebijakan fiskal yang memiliki fungsi sangat strategis dan peran penting dalam ekonomi tetap dikelola dengan hati-hati (prudent) dan seimbang sehingga tetap kredibel, sehat dan sustainable,&quot; ujarnya.Selain itu, proses transisi pemerintahan juga berjalan dengan baik, sesuai aturan Undang-Undang Keuangan Negara, Penyusunan APBN 2025 untuk pemerintahan baru disusun oleh pemerintah saat ini.
&quot;Proses komunikasi dan koordinasi sudah dan terus dilakukan dengan baik untuk menjaga kepentingan bersama bangsa dan negara agar terus mampu maju menuju cita-cita Indonesia Emas,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
