<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bantuan Pangan Cair hingga Juni, Jokowi: Kita Berdoa Supaya Bisa Sampai Desember</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bantuan pangan diperpanjang sampai Desember 2024</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/13/320/3007816/bantuan-pangan-cair-hingga-juni-jokowi-kita-berdoa-supaya-bisa-sampai-desember</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/13/320/3007816/bantuan-pangan-cair-hingga-juni-jokowi-kita-berdoa-supaya-bisa-sampai-desember"/><item><title>Bantuan Pangan Cair hingga Juni, Jokowi: Kita Berdoa Supaya Bisa Sampai Desember</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/13/320/3007816/bantuan-pangan-cair-hingga-juni-jokowi-kita-berdoa-supaya-bisa-sampai-desember</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/13/320/3007816/bantuan-pangan-cair-hingga-juni-jokowi-kita-berdoa-supaya-bisa-sampai-desember</guid><pubDate>Senin 13 Mei 2024 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/13/320/3007816/bantuan-pangan-cair-hingga-juni-jokowi-kita-berdoa-supaya-bisa-sampai-desember-GeOutjfqIE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi Harap Bantuan Pangan Cair sampai Desember 2024. (Foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/13/320/3007816/bantuan-pangan-cair-hingga-juni-jokowi-kita-berdoa-supaya-bisa-sampai-desember-GeOutjfqIE.jpg</image><title>Presiden Jokowi Harap Bantuan Pangan Cair sampai Desember 2024. (Foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bantuan pangan diperpanjang sampai Desember 2024. Hal itu disampaikan saat Jokowi ke Kompleks Pergudangan Bulog Laende di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kunjungan ini adalah bagian dari pengecekan rutin untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan nasional, sekaligus penyaluran bantuan cadangan pangan kepada keluarga penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi memastikan bahwa distribusi beras 10 kilogram per keluarga akan terus berlanjut hingga Juni, dengan harapan dapat diperpanjang hingga Desember, tergantung ketersediaan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

BACA JUGA:
BLT Mitigasi Pangan Rp600.000 Segera Cair? Ini Kata Menko Airlangga

&quot;Kita berdoa bersama ya supaya bisa terus sampai Desember,&quot; kata Jokowi terkait optimisme terhadap kemungkinan melanjutkan bantuan ini berdasarkan ketersediaan anggaran.
Presiden juga menjelaskan bahwa inisiatif pemberian beras ini merupakan respons terhadap kenaikan harga beras yang terjadi akibat inflasi pangan global.

BACA JUGA:
Stafsus Sri Mulyani: Anggaran Bansos untuk Bencana Sumbar di BNPB

&quot;Karena harga pangan internasional itu semuanya juga naik dan kita ini termasuk masih rendah, ada yang naik tinggi sekali. Ini patut kita syukuri bahwa kita naiknya tidak drastis,&quot; jelasnya.
Di sisi lain, Presiden mengakui bahwa menjaga harga beras di Indonesia adalah tugas yang tidak mudah, mengingat harus mempertimbangkan kesejahteraan petani dan keterjangkauan bagi konsumen.
&quot;Kalau tinggi, masyarakat pasti gini (mengeluh), tetapi petani pasti senang karena harganya naik tinggi,&quot; kata Presiden.Kepala Negara menambahkan bahwa pemerintah terkadang harus berada di posisi sulit untuk menjaga keseimbangan antara kepuasan masyarakat dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, distribusi beras 10 kilogram ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga.
Kunjungan Presiden ini juga menjadi simbol komitmen pemerintah untuk terus mendukung masyarakat di tengah tantangan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah fluktuasi harga pangan global.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto, Plt. Bupati Muna Bahrun, dan Dirut Bulog Bayu Krisnamurthi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bantuan pangan diperpanjang sampai Desember 2024. Hal itu disampaikan saat Jokowi ke Kompleks Pergudangan Bulog Laende di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kunjungan ini adalah bagian dari pengecekan rutin untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan nasional, sekaligus penyaluran bantuan cadangan pangan kepada keluarga penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi memastikan bahwa distribusi beras 10 kilogram per keluarga akan terus berlanjut hingga Juni, dengan harapan dapat diperpanjang hingga Desember, tergantung ketersediaan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

BACA JUGA:
BLT Mitigasi Pangan Rp600.000 Segera Cair? Ini Kata Menko Airlangga

&quot;Kita berdoa bersama ya supaya bisa terus sampai Desember,&quot; kata Jokowi terkait optimisme terhadap kemungkinan melanjutkan bantuan ini berdasarkan ketersediaan anggaran.
Presiden juga menjelaskan bahwa inisiatif pemberian beras ini merupakan respons terhadap kenaikan harga beras yang terjadi akibat inflasi pangan global.

BACA JUGA:
Stafsus Sri Mulyani: Anggaran Bansos untuk Bencana Sumbar di BNPB

&quot;Karena harga pangan internasional itu semuanya juga naik dan kita ini termasuk masih rendah, ada yang naik tinggi sekali. Ini patut kita syukuri bahwa kita naiknya tidak drastis,&quot; jelasnya.
Di sisi lain, Presiden mengakui bahwa menjaga harga beras di Indonesia adalah tugas yang tidak mudah, mengingat harus mempertimbangkan kesejahteraan petani dan keterjangkauan bagi konsumen.
&quot;Kalau tinggi, masyarakat pasti gini (mengeluh), tetapi petani pasti senang karena harganya naik tinggi,&quot; kata Presiden.Kepala Negara menambahkan bahwa pemerintah terkadang harus berada di posisi sulit untuk menjaga keseimbangan antara kepuasan masyarakat dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, distribusi beras 10 kilogram ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga.
Kunjungan Presiden ini juga menjadi simbol komitmen pemerintah untuk terus mendukung masyarakat di tengah tantangan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah fluktuasi harga pangan global.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto, Plt. Bupati Muna Bahrun, dan Dirut Bulog Bayu Krisnamurthi.</content:encoded></item></channel></rss>
