<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kinerja Penjualan Eceran Tetap Tumbuh pada April 2024, Ini Buktinya</title><description>BI melaporkan kinerja penjualan eceran diprakirakan melanjutkan pertumbuhan pada April 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/14/320/3008206/kinerja-penjualan-eceran-tetap-tumbuh-pada-april-2024-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/14/320/3008206/kinerja-penjualan-eceran-tetap-tumbuh-pada-april-2024-ini-buktinya"/><item><title>Kinerja Penjualan Eceran Tetap Tumbuh pada April 2024, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/14/320/3008206/kinerja-penjualan-eceran-tetap-tumbuh-pada-april-2024-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/14/320/3008206/kinerja-penjualan-eceran-tetap-tumbuh-pada-april-2024-ini-buktinya</guid><pubDate>Selasa 14 Mei 2024 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/14/320/3008206/kinerja-penjualan-eceran-tetap-tumbuh-pada-april-2024-ini-buktinya-tpKLbTyLMS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Survei Bank Indonesia. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/14/320/3008206/kinerja-penjualan-eceran-tetap-tumbuh-pada-april-2024-ini-buktinya-tpKLbTyLMS.jpg</image><title>Survei Bank Indonesia. (Foto: BI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wOC8xLzE4MDQ2NS81L3g4eTczNnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja penjualan eceran diprakirakan melanjutkan pertumbuhan pada April 2024, baik secara tahunan maupun bulanan.
Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, hal tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2024 sebesar 243,2, atau tumbuh 0,1% (yoy).

BACA JUGA:
5 Fakta Rupiah Bisa Tembus Rp17.000, Begini Sikap Bank Indonesia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Tetap positifnya penjualan eceran tersebut didorong oleh pertumbuhan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau,&amp;rdquo; tulis Erwin dalam keterangan resminya, Selasa (14/5/2024).
Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan tumbuh positif sebesar 3,3% (mtm) ditopang oleh Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Makanan, Minuman, dan Tembakau yang tercatat tetap tumbuh didorong oleh kegiatan masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.

BACA JUGA:
Para Menkeu dan Gubernur Bank Sentral Reposisi Dana AIF Jadi ASEAN Green Fund

Pada Maret 2024 IPR tercatat mencapai 235,4 atau tumbuh sebesar 9,3% (yoy).Peningkatan kinerja penjualan eceran tersebut didorong oleh beberapa kelompok, dengan peningkatan tertinggi pada Subkelompok Sandang diikuti Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau.
Secara bulanan, penjualan eceran tumbuh 9,9% (mtm) didorong terutama oleh Subkelompok Sandang diikuti Peralatan Informasi dan Komunikasi, Suku Cadang dan Aksesori, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau sejalan dengan peningkatan kegiatan masyarakat saat bulan Ramadan, persiapan HBKN Idulfitri, dan program potongan harga.
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Juni dan September 2024 diprakirakan menurun, tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni dan September 2024 yang masing-masing tercatat sebesar 140,1 dan 134,5, lebih rendah dari IEH bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 146,1 dan 136,9.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wOC8xLzE4MDQ2NS81L3g4eTczNnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja penjualan eceran diprakirakan melanjutkan pertumbuhan pada April 2024, baik secara tahunan maupun bulanan.
Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, hal tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2024 sebesar 243,2, atau tumbuh 0,1% (yoy).

BACA JUGA:
5 Fakta Rupiah Bisa Tembus Rp17.000, Begini Sikap Bank Indonesia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Tetap positifnya penjualan eceran tersebut didorong oleh pertumbuhan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau,&amp;rdquo; tulis Erwin dalam keterangan resminya, Selasa (14/5/2024).
Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan tumbuh positif sebesar 3,3% (mtm) ditopang oleh Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Makanan, Minuman, dan Tembakau yang tercatat tetap tumbuh didorong oleh kegiatan masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.

BACA JUGA:
Para Menkeu dan Gubernur Bank Sentral Reposisi Dana AIF Jadi ASEAN Green Fund

Pada Maret 2024 IPR tercatat mencapai 235,4 atau tumbuh sebesar 9,3% (yoy).Peningkatan kinerja penjualan eceran tersebut didorong oleh beberapa kelompok, dengan peningkatan tertinggi pada Subkelompok Sandang diikuti Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau.
Secara bulanan, penjualan eceran tumbuh 9,9% (mtm) didorong terutama oleh Subkelompok Sandang diikuti Peralatan Informasi dan Komunikasi, Suku Cadang dan Aksesori, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau sejalan dengan peningkatan kegiatan masyarakat saat bulan Ramadan, persiapan HBKN Idulfitri, dan program potongan harga.
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Juni dan September 2024 diprakirakan menurun, tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni dan September 2024 yang masing-masing tercatat sebesar 140,1 dan 134,5, lebih rendah dari IEH bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 146,1 dan 136,9.</content:encoded></item></channel></rss>
