<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kampung Nelayan di Papua Siap Ekspor Produk Tuna ke Berbagai Negara   </title><description>Sakti Wahyu Trenggono mengubah wajah kampung nelayan tradisional menjadi modern</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/14/320/3008381/kampung-nelayan-di-papua-siap-ekspor-produk-tuna-ke-berbagai-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/14/320/3008381/kampung-nelayan-di-papua-siap-ekspor-produk-tuna-ke-berbagai-negara"/><item><title>Kampung Nelayan di Papua Siap Ekspor Produk Tuna ke Berbagai Negara   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/14/320/3008381/kampung-nelayan-di-papua-siap-ekspor-produk-tuna-ke-berbagai-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/14/320/3008381/kampung-nelayan-di-papua-siap-ekspor-produk-tuna-ke-berbagai-negara</guid><pubDate>Selasa 14 Mei 2024 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/14/320/3008381/kampung-nelayan-di-papua-siap-ekspor-produk-tuna-ke-berbagai-negara-ItmNyWjOrk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Ekspor Ikan Tuna. (Foto: Okezone.com/KKP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/14/320/3008381/kampung-nelayan-di-papua-siap-ekspor-produk-tuna-ke-berbagai-negara-ItmNyWjOrk.jpg</image><title>RI Ekspor Ikan Tuna. (Foto: Okezone.com/KKP)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengubah wajah kampung nelayan tradisional menjadi modern. Bahkan Kampung Nelayan Modern (Kalamo) Biak, Papua, menatap peluang ekspor tuna langsung ke berbagai negara.
Wahyu menyampaikan bahwa, kampung nelayan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendorong produktivitas dan kompetensi masyarakat.
&quot;Kampung Nelayan Modern berada di Desa Samber-Binyeri, Distrik Yendidori. Lokasinya berjarak 40an menit perjalanan darat dari Bandara Utara Internasional Frans Kaisiepo Biak,&quot; ujarnya, Selasa (14/5/2024).

BACA JUGA:
RI Raja Ikan Tuna Dunia

Optimisme kampung nelayan yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini muncul setelah Koperasi Samber Binyeri atau pengelola Kalamo menandatangani perjanjian kerjsama (PKS) PT Perikanan Nusantara Jaya, PT  PINDAD International Logistik (PIL)  dan PT Pelindo.
&quot;Alhamdulillah, Kalamo Biak menunjukkan progres yang semakin bagus dan bersiap untuk bisa ekspor produk tuna,&quot; tutur Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo.

BACA JUGA:
KKP Bakal Tertibkan Bagan Tancap hingga Pencemaran Laut

Budi mengungkapkan Samudra Ulam kini juga tengah membangun fasilitas UPI pengolahan fillet tuna dengan brand &quot;Nusa Tuna&quot; berkapasitas 300 ton perbulan dan siap beroperasi pada Juni mendatang. Dikatakannya, Kalamo juga semakin lengkap dengan kesepakatan PT Pindad International Logistik (PIL)  dan PT Pelindo yang akan memanfaatkan lahan di area pelabuhan untuk digunakan sebagai Unit Pengolahan Ikan (UPI)  penanganan produk.Pembangunan UPI tersebut bagian dari kemitraan Ditjen PDSPKP dan PT Pindad International Logistik serta Sinergi BUMN antar PT Pindad dan PT Pelindo.
&quot;Untuk yang PT PIL sudah ground breaking dan targetnya selesai bulan Juli 2024,&quot; jelas Budi.
Dalam kesempatan ini, Budi memastikan UPI memenuhi prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) dalam proses pendaratan ikan di Pelabuhan Pelindo sebagai wilayah kerja Pelabuhan Perikanan Pandoi. Rencananya, UPI penanganan ikan ini akan dilengkapi fasilitas berupa bangunan proses (ruang pilah, timbang, pembersihan, packaging, administasi dan stuffing) berkapasitas proses 750 ton per minggu. Kemudian bangunan gudang (gudang penerimaan) kapasitas 200 ton, 100 plugging container yard, 100 container empty yard, listrik 1 megawatt.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengubah wajah kampung nelayan tradisional menjadi modern. Bahkan Kampung Nelayan Modern (Kalamo) Biak, Papua, menatap peluang ekspor tuna langsung ke berbagai negara.
Wahyu menyampaikan bahwa, kampung nelayan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendorong produktivitas dan kompetensi masyarakat.
&quot;Kampung Nelayan Modern berada di Desa Samber-Binyeri, Distrik Yendidori. Lokasinya berjarak 40an menit perjalanan darat dari Bandara Utara Internasional Frans Kaisiepo Biak,&quot; ujarnya, Selasa (14/5/2024).

BACA JUGA:
RI Raja Ikan Tuna Dunia

Optimisme kampung nelayan yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini muncul setelah Koperasi Samber Binyeri atau pengelola Kalamo menandatangani perjanjian kerjsama (PKS) PT Perikanan Nusantara Jaya, PT  PINDAD International Logistik (PIL)  dan PT Pelindo.
&quot;Alhamdulillah, Kalamo Biak menunjukkan progres yang semakin bagus dan bersiap untuk bisa ekspor produk tuna,&quot; tutur Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo.

BACA JUGA:
KKP Bakal Tertibkan Bagan Tancap hingga Pencemaran Laut

Budi mengungkapkan Samudra Ulam kini juga tengah membangun fasilitas UPI pengolahan fillet tuna dengan brand &quot;Nusa Tuna&quot; berkapasitas 300 ton perbulan dan siap beroperasi pada Juni mendatang. Dikatakannya, Kalamo juga semakin lengkap dengan kesepakatan PT Pindad International Logistik (PIL)  dan PT Pelindo yang akan memanfaatkan lahan di area pelabuhan untuk digunakan sebagai Unit Pengolahan Ikan (UPI)  penanganan produk.Pembangunan UPI tersebut bagian dari kemitraan Ditjen PDSPKP dan PT Pindad International Logistik serta Sinergi BUMN antar PT Pindad dan PT Pelindo.
&quot;Untuk yang PT PIL sudah ground breaking dan targetnya selesai bulan Juli 2024,&quot; jelas Budi.
Dalam kesempatan ini, Budi memastikan UPI memenuhi prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) dalam proses pendaratan ikan di Pelabuhan Pelindo sebagai wilayah kerja Pelabuhan Perikanan Pandoi. Rencananya, UPI penanganan ikan ini akan dilengkapi fasilitas berupa bangunan proses (ruang pilah, timbang, pembersihan, packaging, administasi dan stuffing) berkapasitas proses 750 ton per minggu. Kemudian bangunan gudang (gudang penerimaan) kapasitas 200 ton, 100 plugging container yard, 100 container empty yard, listrik 1 megawatt.</content:encoded></item></channel></rss>
