<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Hunian Terintegrasi, Wamen BUMN: Kalau Bisa di Tanah Abang</title><description>Kementerian BUMN melirik lahan di kawasan Tanah Abang untuk membangun hunian rakyat yang lebih modern dan terkonsep.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/14/470/3008104/bangun-hunian-terintegrasi-wamen-bumn-kalau-bisa-di-tanah-abang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/14/470/3008104/bangun-hunian-terintegrasi-wamen-bumn-kalau-bisa-di-tanah-abang"/><item><title>Bangun Hunian Terintegrasi, Wamen BUMN: Kalau Bisa di Tanah Abang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/14/470/3008104/bangun-hunian-terintegrasi-wamen-bumn-kalau-bisa-di-tanah-abang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/14/470/3008104/bangun-hunian-terintegrasi-wamen-bumn-kalau-bisa-di-tanah-abang</guid><pubDate>Selasa 14 Mei 2024 08:35 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/14/470/3008104/bangun-hunian-terintegrasi-wamen-bumn-kalau-bisa-di-tanah-abang-zGP5QplED4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rencana pembangunan hunian terintegrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/14/470/3008104/bangun-hunian-terintegrasi-wamen-bumn-kalau-bisa-di-tanah-abang-zGP5QplED4.jpg</image><title>Rencana pembangunan hunian terintegrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xNy8xLzE3OTcyNS81L3g4d3k5MnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian BUMN melirik lahan di kawasan Tanah Abang untuk membangun hunian rakyat yang lebih modern dan terkonsep. Hal ini baru berupa opsi dan masih dikaji lebih jauh.
Termasuk soal kajian pendanaan, di mana Kementerian BUMN masih menata skema anggaran yang tepat agar tidak mengganggu cash flow dan neraca keuangan Perum Perumnas.

BACA JUGA:
Wamen BUMN Heran Pendanaan untuk Pengembang Perumahan Minim


Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menyebut, nantinya Perum Perumnas membuat model baru atas bisnis hunian, namun harganya tetap terjangkau.
&amp;ldquo;Saya minta business model dengan konteks project-project yang lebih commercially driven. Tadi saya sampaikan ke Pak Budi (Dirut Perumnas), kalau bisa seperti Tanah Abang dan Kebon Kacang, kita cari model baru untuk terobosan dari sisi konsep business model-nya,&amp;rdquo; ujar Tiko saat ditemui wartawan di kawasan Jakarta Barat, ditulis Selasa (14/5/2024).

BACA JUGA:
Terkesan Tua, Wamen BUMN Minta Perumnas Ubah Bisnis Jadulnya


Rejuvenasi atau pembaharuan konsep produk hunian dapat diimplementasikan Perumnas di Kebon Kacang, Tanah Abang. Pasalnya, banyak fasilitas umum, salah satunya stasiun kereta api, yang dapat diintegrasikan dengan hunian.
Pembangunan perumahan di Tanah Abang, lanjut dia, bakal diminati konsumen atau masyarakat. Bahkan, di sisi pendanaan proyek pun bisa dibiayai perbankan secara komersial.
&amp;ldquo;Mungkin dengan stasiun, project finance, sehingga bisa dibiayai  perbankan secara commercial, tapi juga sehat secara struktur keuangan.  Karena saya yakin rejuvenasi daripada Tanah Abang, Kebon Kacang, dan  sebagainya pasti produk yang luar biasa, dan ditunggu masyarakat,&amp;rdquo;  paparnya.
Saat ini, tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia adalah  memberikan akses perumahan yang layak dan bisa terhubung dengan  transportasi publik, khususnya bagi milenial perkotaan.
&amp;ldquo;Ini yang saya sampaikan bersama Pak Erick Thohir bahwa tantangan  terbesar Indonesia adalah  bagaimana memberikan hunian dengan harga  terjangkau, dengan konsep hunian yang nyaman dengan berbagai fasilitas  umum, dan terkoneksi dengan multimoda transportasi,&amp;rdquo; ucap dia.
&amp;ldquo;Apakah dengan busway, kereta api, MRT, LRT, dan sebagainya, ini tolong benar-benar konsep ini dipegang ke depan,&amp;rdquo; imbuh Tiko.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xNy8xLzE3OTcyNS81L3g4d3k5MnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian BUMN melirik lahan di kawasan Tanah Abang untuk membangun hunian rakyat yang lebih modern dan terkonsep. Hal ini baru berupa opsi dan masih dikaji lebih jauh.
Termasuk soal kajian pendanaan, di mana Kementerian BUMN masih menata skema anggaran yang tepat agar tidak mengganggu cash flow dan neraca keuangan Perum Perumnas.

BACA JUGA:
Wamen BUMN Heran Pendanaan untuk Pengembang Perumahan Minim


Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menyebut, nantinya Perum Perumnas membuat model baru atas bisnis hunian, namun harganya tetap terjangkau.
&amp;ldquo;Saya minta business model dengan konteks project-project yang lebih commercially driven. Tadi saya sampaikan ke Pak Budi (Dirut Perumnas), kalau bisa seperti Tanah Abang dan Kebon Kacang, kita cari model baru untuk terobosan dari sisi konsep business model-nya,&amp;rdquo; ujar Tiko saat ditemui wartawan di kawasan Jakarta Barat, ditulis Selasa (14/5/2024).

BACA JUGA:
Terkesan Tua, Wamen BUMN Minta Perumnas Ubah Bisnis Jadulnya


Rejuvenasi atau pembaharuan konsep produk hunian dapat diimplementasikan Perumnas di Kebon Kacang, Tanah Abang. Pasalnya, banyak fasilitas umum, salah satunya stasiun kereta api, yang dapat diintegrasikan dengan hunian.
Pembangunan perumahan di Tanah Abang, lanjut dia, bakal diminati konsumen atau masyarakat. Bahkan, di sisi pendanaan proyek pun bisa dibiayai perbankan secara komersial.
&amp;ldquo;Mungkin dengan stasiun, project finance, sehingga bisa dibiayai  perbankan secara commercial, tapi juga sehat secara struktur keuangan.  Karena saya yakin rejuvenasi daripada Tanah Abang, Kebon Kacang, dan  sebagainya pasti produk yang luar biasa, dan ditunggu masyarakat,&amp;rdquo;  paparnya.
Saat ini, tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia adalah  memberikan akses perumahan yang layak dan bisa terhubung dengan  transportasi publik, khususnya bagi milenial perkotaan.
&amp;ldquo;Ini yang saya sampaikan bersama Pak Erick Thohir bahwa tantangan  terbesar Indonesia adalah  bagaimana memberikan hunian dengan harga  terjangkau, dengan konsep hunian yang nyaman dengan berbagai fasilitas  umum, dan terkoneksi dengan multimoda transportasi,&amp;rdquo; ucap dia.
&amp;ldquo;Apakah dengan busway, kereta api, MRT, LRT, dan sebagainya, ini tolong benar-benar konsep ini dipegang ke depan,&amp;rdquo; imbuh Tiko.</content:encoded></item></channel></rss>
