<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Kasus Bea Cukai, Jokowi Bakal Gelar Ratas</title><description>Viralnya beberapa kasus Bea Cukai membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi)  akan menggelar rapat internal dengan agenda evaluasi Bea Cukai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/15/320/3008319/viral-kasus-bea-cukai-jokowi-bakal-gelar-ratas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/15/320/3008319/viral-kasus-bea-cukai-jokowi-bakal-gelar-ratas"/><item><title>Viral Kasus Bea Cukai, Jokowi Bakal Gelar Ratas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/15/320/3008319/viral-kasus-bea-cukai-jokowi-bakal-gelar-ratas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/15/320/3008319/viral-kasus-bea-cukai-jokowi-bakal-gelar-ratas</guid><pubDate>Rabu 15 Mei 2024 03:22 WIB</pubDate><dc:creator>Farida Syifa Anandita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/14/320/3008319/viral-kasus-bea-cukai-jokowi-bakal-gelar-ratas-iqcHi6kvmx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi bakal gelar ratas bahas kasus Bea Cukai (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/14/320/3008319/viral-kasus-bea-cukai-jokowi-bakal-gelar-ratas-iqcHi6kvmx.jpg</image><title>Presiden Jokowi bakal gelar ratas bahas kasus Bea Cukai (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wMi8xLzE4MDIzNy81L3g4eHRkNWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Viralnya beberapa kasus Bea Cukai membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menggelar rapat internal dengan agenda evaluasi Bea Cukai. Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani luruskan permasalahan.
Akhir-akhir ini Bea Cukai sedang ramai dibicarakan di berbagai media sosial. Viralnya Bea Cukai ini disebabkan oleh beberapa kasus. Beberapa kasus yang membuat Bea Cukai viral diantaranya pengiriman sepatu, action figure robotic hingga penahanan alat belajar Sekolah Luar Biasa (SLB).

BACA JUGA:
Segini Harta Kekayaan Kepala Bea Cukai Purwakarta yang Dicopot


&quot;Ya nanti akan kami rataskan di rapat internal,&quot; ujar Jokowi di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Konawe di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (14/5/2024).
Dalam kasus pengiriman sepatu dan pengiriman action figure (Robotic), perusahaan jasa titipan (PJT) memberi tahu harga yang lebih rendah dari yang sebenarnya (under invoicing). Akhirnya, petugas Bea Cukai mengoreksi untuk perhitungan bea masuk dan pajaknya.

BACA JUGA:
Segini Gaji Pegawai Bea Cukai yang Jadi Sorotan karena Kontroversi Kasus Barang Impor Tertahan


&quot;Namun masalah ini sudah selesai karena Bea Masuk dan Pajaknya telah dilakukan pembayaran, sehingga barangnya pun sudah diterima oleh penerima barang,&quot; kata Sri Mulyani.
Kemudian, terkait pengiriman barang untuk Sekolah Luar Biasa (SLB), proses pengurusan tidak dilanjutkan oleh yang bersangkutan tanpa keterangan apa pun, maka barang tersebut ditetapkan sebagai Barang Tidak Dikuasai (BTD).
Akhirnya baru diketahui bahwa ternyata barang tersebut merupakan  barang hibah. Sehingga Bea Cukai akan membantu dengan pembebasan fiskal  atas nama dinas pendidikan terkait.
&quot;Arahan saya jelas, saya minta Bea Cukai terus melakukan perbaikan  layanan dan proaktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai  kebijakan-kebijakan dari berbagai K/L yang harus dilaksanakan oleh BC  sesuai mandat UU yaitu sebagai border protection, revenue collector,  trade facilitator, dan industrial assistance,&quot; terang Sri.
Sri juga meminta Bea Cukai agar bekerjasama dengan stakeholders  terkait agar dalam pelayanan dan penanganan masalah di lapangan dapat  berjalan cepat, tepat, efektif sehingga memberikan kepastian kepada  masyarakat.
Baca Selengkapnya: Banyak Kasus, Jokowi Bakal Evaluasi Bea Cukai</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wMi8xLzE4MDIzNy81L3g4eHRkNWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Viralnya beberapa kasus Bea Cukai membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menggelar rapat internal dengan agenda evaluasi Bea Cukai. Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani luruskan permasalahan.
Akhir-akhir ini Bea Cukai sedang ramai dibicarakan di berbagai media sosial. Viralnya Bea Cukai ini disebabkan oleh beberapa kasus. Beberapa kasus yang membuat Bea Cukai viral diantaranya pengiriman sepatu, action figure robotic hingga penahanan alat belajar Sekolah Luar Biasa (SLB).

BACA JUGA:
Segini Harta Kekayaan Kepala Bea Cukai Purwakarta yang Dicopot


&quot;Ya nanti akan kami rataskan di rapat internal,&quot; ujar Jokowi di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Konawe di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (14/5/2024).
Dalam kasus pengiriman sepatu dan pengiriman action figure (Robotic), perusahaan jasa titipan (PJT) memberi tahu harga yang lebih rendah dari yang sebenarnya (under invoicing). Akhirnya, petugas Bea Cukai mengoreksi untuk perhitungan bea masuk dan pajaknya.

BACA JUGA:
Segini Gaji Pegawai Bea Cukai yang Jadi Sorotan karena Kontroversi Kasus Barang Impor Tertahan


&quot;Namun masalah ini sudah selesai karena Bea Masuk dan Pajaknya telah dilakukan pembayaran, sehingga barangnya pun sudah diterima oleh penerima barang,&quot; kata Sri Mulyani.
Kemudian, terkait pengiriman barang untuk Sekolah Luar Biasa (SLB), proses pengurusan tidak dilanjutkan oleh yang bersangkutan tanpa keterangan apa pun, maka barang tersebut ditetapkan sebagai Barang Tidak Dikuasai (BTD).
Akhirnya baru diketahui bahwa ternyata barang tersebut merupakan  barang hibah. Sehingga Bea Cukai akan membantu dengan pembebasan fiskal  atas nama dinas pendidikan terkait.
&quot;Arahan saya jelas, saya minta Bea Cukai terus melakukan perbaikan  layanan dan proaktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai  kebijakan-kebijakan dari berbagai K/L yang harus dilaksanakan oleh BC  sesuai mandat UU yaitu sebagai border protection, revenue collector,  trade facilitator, dan industrial assistance,&quot; terang Sri.
Sri juga meminta Bea Cukai agar bekerjasama dengan stakeholders  terkait agar dalam pelayanan dan penanganan masalah di lapangan dapat  berjalan cepat, tepat, efektif sehingga memberikan kepastian kepada  masyarakat.
Baca Selengkapnya: Banyak Kasus, Jokowi Bakal Evaluasi Bea Cukai</content:encoded></item></channel></rss>
