<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.502,7 Triliun   </title><description>Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia turun menjadi USD403,9 miliar atau setara Rp6.502,7 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/15/320/3008751/utang-luar-negeri-indonesia-turun-jadi-rp6-502-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/15/320/3008751/utang-luar-negeri-indonesia-turun-jadi-rp6-502-7-triliun"/><item><title>Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.502,7 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/15/320/3008751/utang-luar-negeri-indonesia-turun-jadi-rp6-502-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/15/320/3008751/utang-luar-negeri-indonesia-turun-jadi-rp6-502-7-triliun</guid><pubDate>Rabu 15 Mei 2024 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/15/320/3008751/utang-luar-negeri-indonesia-turun-jadi-rp6-502-7-triliun-nuePeFWEoF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utang Luar Negeri Indonesia Turun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/15/320/3008751/utang-luar-negeri-indonesia-turun-jadi-rp6-502-7-triliun-nuePeFWEoF.jpg</image><title>Utang Luar Negeri Indonesia Turun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia turun menjadi USD403,9 miliar atau setara Rp6.502,7 triliun (kurs Rp16.100 per USD) pada kuartal I-2024.
Utang Luar Negeri Indonesia tercatat turun jika dibandingkan dengan posisi ULN pada kuartal IV-2023 yang sebesar USD408,5 miliar.
&quot;Penurunan posisi ULN ini bersumber dari ULN sektor publik maupun swasta,&quot; kata Asisten Gubernur BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (15/5/2024).
Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,02% (yoy), setelah tumbuh 3,0% (yoy) pada kuartal sebelumnya.

BACA JUGA:Argentina Jadi Pasien IMF, Negara Lionel Messi Dapat Utang Rp12 Triliun&amp;nbsp;


ULN pemerintah mengalami penurunan menjadi USD192,2 miliar, turun dibandingkan dengan posisi kuartal sebelumnya sebesar USD196,6 miliar.
Secara tahunan, ULN pemerintah terkontraksi sebesar 0,9% (yoy), setelah tumbuh 5,4% (yoy) pada kuartal sebelumnya. Erwin menerangkan penurunan ini disebabkan perpindahan penempatan dana investor nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen investasi lain.
&amp;ldquo;Ini terjadi seiring dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global,&amp;rsquo; paparnya.
Sementara itu, ULN swasta juga menurun. Posisi ULN swasta pada triwulan I 2024 tercatat sebesar USD197,0 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan posisi triwulan sebelumnya sebesar USD198,4 miliar.

BACA JUGA:Ini Biang Kerok Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp6.598,2 Triliun&amp;nbsp;


Secara tahunan, ULN swasta merosot sebesar 1,8% (yoy), lebih dalam dibandingkan kontraksi pada kuartal lalu sebesar 1,2% (yoy). Erwin menyebut kontraksi pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) dan lembaga keuangan (financial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 1,8% (yoy) dan 1,6% (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara Dingin; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 78,3% dari total ULN swasta.
&amp;ldquo;ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,1% terhadap total ULN swasta,&amp;rdquo; tandasnya.Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,3% dari 29,8% pada triwulan sebelumnya, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 86,8% dari total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
&quot;Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia turun menjadi USD403,9 miliar atau setara Rp6.502,7 triliun (kurs Rp16.100 per USD) pada kuartal I-2024.
Utang Luar Negeri Indonesia tercatat turun jika dibandingkan dengan posisi ULN pada kuartal IV-2023 yang sebesar USD408,5 miliar.
&quot;Penurunan posisi ULN ini bersumber dari ULN sektor publik maupun swasta,&quot; kata Asisten Gubernur BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (15/5/2024).
Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,02% (yoy), setelah tumbuh 3,0% (yoy) pada kuartal sebelumnya.

BACA JUGA:Argentina Jadi Pasien IMF, Negara Lionel Messi Dapat Utang Rp12 Triliun&amp;nbsp;


ULN pemerintah mengalami penurunan menjadi USD192,2 miliar, turun dibandingkan dengan posisi kuartal sebelumnya sebesar USD196,6 miliar.
Secara tahunan, ULN pemerintah terkontraksi sebesar 0,9% (yoy), setelah tumbuh 5,4% (yoy) pada kuartal sebelumnya. Erwin menerangkan penurunan ini disebabkan perpindahan penempatan dana investor nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen investasi lain.
&amp;ldquo;Ini terjadi seiring dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global,&amp;rsquo; paparnya.
Sementara itu, ULN swasta juga menurun. Posisi ULN swasta pada triwulan I 2024 tercatat sebesar USD197,0 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan posisi triwulan sebelumnya sebesar USD198,4 miliar.

BACA JUGA:Ini Biang Kerok Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp6.598,2 Triliun&amp;nbsp;


Secara tahunan, ULN swasta merosot sebesar 1,8% (yoy), lebih dalam dibandingkan kontraksi pada kuartal lalu sebesar 1,2% (yoy). Erwin menyebut kontraksi pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) dan lembaga keuangan (financial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 1,8% (yoy) dan 1,6% (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara Dingin; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 78,3% dari total ULN swasta.
&amp;ldquo;ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,1% terhadap total ULN swasta,&amp;rdquo; tandasnya.Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,3% dari 29,8% pada triwulan sebelumnya, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 86,8% dari total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
&quot;Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
