<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gantikan Pertalite, Pertamax Akan Dijadikan BBM Subsidi?</title><description>Idealnya yang diberikan subsidi memang BBM yang memiliki kualitas lebih tinggi dengan RON 91 ke atas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/16/320/3008840/gantikan-pertalite-pertamax-akan-dijadikan-bbm-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/16/320/3008840/gantikan-pertalite-pertamax-akan-dijadikan-bbm-subsidi"/><item><title>Gantikan Pertalite, Pertamax Akan Dijadikan BBM Subsidi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/16/320/3008840/gantikan-pertalite-pertamax-akan-dijadikan-bbm-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/16/320/3008840/gantikan-pertalite-pertamax-akan-dijadikan-bbm-subsidi</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2024 04:11 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/15/320/3008840/gantikan-pertalite-pertamax-akan-dijadikan-bbm-subsidi-EUq2aYGyKP.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ada usulan Pertamax dijadikan BBM subsidi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/15/320/3008840/gantikan-pertalite-pertamax-akan-dijadikan-bbm-subsidi-EUq2aYGyKP.jpeg</image><title>Ada usulan Pertamax dijadikan BBM subsidi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xNy8xLzE3OTcwNi81L3g4d3hoNnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkap  rencana pemberian subsidi pada Badan Bakar Minyak (BBM) berkualitas di atas Pertalite dengan Research Octane Number (RON) 90.
Anggota BPH Migas Saleh Abdurrahman mengungkapkan bahwa idealnya yang diberikan subsidi memang BBM yang memiliki kualitas lebih tinggi dengan RON 91 ke atas.

BACA JUGA:
Harga Minyak Mentah Turun Apakah BBM Tetap Naik di Juni? Ini Jawaban Menteri ESDM


&amp;ldquo;Makanya muncul wacana termasuk dari Pertamina untuk mengkaji perubahan dari Pertalite atau RON 91 ke atas sesuai Permen KLHK Nomor 20/2017 tentang emisi,&quot; ujar Saleh ketika ditemui di acara IPA Convex 2024 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Selasa (14/5/2024).
Oleh sebab itu dirinya pun menilai bahwa pemberian subsidi untuk BBM dengan RON 91 ke atas itu merupakan kebijakan yang bagus.

BACA JUGA:
Harga BBM Pertamina vs Swasta Usai Libur Panjang, Termurah Rp6.800 per Liter


&quot;Kalau Itu kebijakan bagus, kalau mau dijadikan JBKP menggantikan Pertalite juga bagus. Tapi pemerintah perlu mempertimbangkan harga, kesiapan infrastruktur dalam negeri, bioetanol terutama 5 sampai 7% bioetanol, menurut saya itu bagus ya secara personal,&quot; pungkasnya.
Pemerintah saat ini juga tengah melakukan revisi Peraturan Presiden (Perpres) No.191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Kelak, aturan itu memuat siapa saja kendaraan yang berhak memakai BBM bersubsidi dilihat berdasarkan kriterianya.
Kepala BPH Migas Erika Retnowati pun mengatakan aturan anyar itu hingga kini masih diproses.
&quot;Masih di proses ya, mungkin nanti aja deh kalau sudah keluar  putusannya. Masih dibahas antar kementerian, jadi ada beberapa  kementerian terkait yang kita bahas bersama-sama termasuk dengan  Kemenko,&quot; urai Erika
Erika pun memastikan, revisi aturan tersebut masih berfokus pada kriteria konsumen yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi.
&quot;Ya betul, fokusnya kan ke sana ya,&quot; imbuh Erika.
&quot;Kalau Juni mungkin belum ya karena masih ada beberapa hal yang harus  dibahas bersama. Saya belum bisa memperkirakan karena keputusannya di  Menko,&quot; pungkas Erika, ketika ditanya target penyelesaian revisi Perpres  191 tersebut.
Baca Selengkapnya: Pertamax Bakal Jadi BBM Subsidi, Gantikan Pertalite</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xNy8xLzE3OTcwNi81L3g4d3hoNnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkap  rencana pemberian subsidi pada Badan Bakar Minyak (BBM) berkualitas di atas Pertalite dengan Research Octane Number (RON) 90.
Anggota BPH Migas Saleh Abdurrahman mengungkapkan bahwa idealnya yang diberikan subsidi memang BBM yang memiliki kualitas lebih tinggi dengan RON 91 ke atas.

BACA JUGA:
Harga Minyak Mentah Turun Apakah BBM Tetap Naik di Juni? Ini Jawaban Menteri ESDM


&amp;ldquo;Makanya muncul wacana termasuk dari Pertamina untuk mengkaji perubahan dari Pertalite atau RON 91 ke atas sesuai Permen KLHK Nomor 20/2017 tentang emisi,&quot; ujar Saleh ketika ditemui di acara IPA Convex 2024 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Selasa (14/5/2024).
Oleh sebab itu dirinya pun menilai bahwa pemberian subsidi untuk BBM dengan RON 91 ke atas itu merupakan kebijakan yang bagus.

BACA JUGA:
Harga BBM Pertamina vs Swasta Usai Libur Panjang, Termurah Rp6.800 per Liter


&quot;Kalau Itu kebijakan bagus, kalau mau dijadikan JBKP menggantikan Pertalite juga bagus. Tapi pemerintah perlu mempertimbangkan harga, kesiapan infrastruktur dalam negeri, bioetanol terutama 5 sampai 7% bioetanol, menurut saya itu bagus ya secara personal,&quot; pungkasnya.
Pemerintah saat ini juga tengah melakukan revisi Peraturan Presiden (Perpres) No.191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Kelak, aturan itu memuat siapa saja kendaraan yang berhak memakai BBM bersubsidi dilihat berdasarkan kriterianya.
Kepala BPH Migas Erika Retnowati pun mengatakan aturan anyar itu hingga kini masih diproses.
&quot;Masih di proses ya, mungkin nanti aja deh kalau sudah keluar  putusannya. Masih dibahas antar kementerian, jadi ada beberapa  kementerian terkait yang kita bahas bersama-sama termasuk dengan  Kemenko,&quot; urai Erika
Erika pun memastikan, revisi aturan tersebut masih berfokus pada kriteria konsumen yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi.
&quot;Ya betul, fokusnya kan ke sana ya,&quot; imbuh Erika.
&quot;Kalau Juni mungkin belum ya karena masih ada beberapa hal yang harus  dibahas bersama. Saya belum bisa memperkirakan karena keputusannya di  Menko,&quot; pungkas Erika, ketika ditanya target penyelesaian revisi Perpres  191 tersebut.
Baca Selengkapnya: Pertamax Bakal Jadi BBM Subsidi, Gantikan Pertalite</content:encoded></item></channel></rss>
