<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Turun USD5 Miliar, Utang Luar Negeri Indonesia Rp6.502,7 Triliun di Kuartal I-2024</title><description>Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mengalami penurunan USD5 Miliar pada kuartal I-2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/16/320/3008843/turun-usd5-miliar-utang-luar-negeri-indonesia-rp6-502-7-triliun-di-kuartal-i-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/16/320/3008843/turun-usd5-miliar-utang-luar-negeri-indonesia-rp6-502-7-triliun-di-kuartal-i-2024"/><item><title>Turun USD5 Miliar, Utang Luar Negeri Indonesia Rp6.502,7 Triliun di Kuartal I-2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/16/320/3008843/turun-usd5-miliar-utang-luar-negeri-indonesia-rp6-502-7-triliun-di-kuartal-i-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/16/320/3008843/turun-usd5-miliar-utang-luar-negeri-indonesia-rp6-502-7-triliun-di-kuartal-i-2024</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2024 05:17 WIB</pubDate><dc:creator>Farida Syifa Anandita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/15/320/3008843/turun-usd5-miliar-utang-luar-negeri-indonesia-rp6-502-7-triliun-di-kuartal-i-2024-M1zhfoRhBg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utang Luar Negeri turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/15/320/3008843/turun-usd5-miliar-utang-luar-negeri-indonesia-rp6-502-7-triliun-di-kuartal-i-2024-M1zhfoRhBg.jpg</image><title>Utang Luar Negeri turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yNi8xLzE4MDA0NC81L3g4eGlidHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; 
 
JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mengalami penurunan USD5 Miliar pada kuartal I-2024. Dengan kurs saat ini (kurs Rp16.100 per USD) ULN Indonesia menyentuh angka Rp6.502,7 triliun.
Asisten Gubernur BI, Erwin Haryono mengungkap jika penurunan ULN ini berasal dari ULN sektor pemerintah dan swasta.

BACA JUGA:
Argentina Jadi Pasien IMF, Negara Lionel Messi Dapat Utang Rp12 Triliun


&quot;Penurunan posisi ULN ini bersumber dari ULN sektor publik maupun swasta,&quot; ujar Erwin, Rabu (15/5/2024).
Baik ULN pemerintah dan ULN swasta, keduanya mengalami penurunan. Penurunan ULN pemerintah menyentuh USD4 miliar, dari USD196,6 miliar pada kuartal sebelumnya menjadi USD192,2 miliar.

BACA JUGA:
PGAS Lunasi Utang Obligasi Dolar AS


Erwin menerangkan penurunan ini disebabkan perpindahan penempatan dana investor nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen investasi lain.
&amp;ldquo;Ini terjadi seiring dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global,&amp;rsquo; terang Erwin.
Sedangkan, ULN swasta juga menurun, dari USD 198,4 miliar menjadi USD197,0 miliar pada triwlulan I-2024.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia  dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan  ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam  pengelolaannya.
&quot;Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan  pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang  berkelanjutan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi  stabilitas perekonomian,&quot; ucapnya.
Baca Selengkapnya : Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.502,7 Triliun</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yNi8xLzE4MDA0NC81L3g4eGlidHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; 
 
JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mengalami penurunan USD5 Miliar pada kuartal I-2024. Dengan kurs saat ini (kurs Rp16.100 per USD) ULN Indonesia menyentuh angka Rp6.502,7 triliun.
Asisten Gubernur BI, Erwin Haryono mengungkap jika penurunan ULN ini berasal dari ULN sektor pemerintah dan swasta.

BACA JUGA:
Argentina Jadi Pasien IMF, Negara Lionel Messi Dapat Utang Rp12 Triliun


&quot;Penurunan posisi ULN ini bersumber dari ULN sektor publik maupun swasta,&quot; ujar Erwin, Rabu (15/5/2024).
Baik ULN pemerintah dan ULN swasta, keduanya mengalami penurunan. Penurunan ULN pemerintah menyentuh USD4 miliar, dari USD196,6 miliar pada kuartal sebelumnya menjadi USD192,2 miliar.

BACA JUGA:
PGAS Lunasi Utang Obligasi Dolar AS


Erwin menerangkan penurunan ini disebabkan perpindahan penempatan dana investor nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen investasi lain.
&amp;ldquo;Ini terjadi seiring dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global,&amp;rsquo; terang Erwin.
Sedangkan, ULN swasta juga menurun, dari USD 198,4 miliar menjadi USD197,0 miliar pada triwlulan I-2024.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia  dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan  ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam  pengelolaannya.
&quot;Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan  pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang  berkelanjutan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi  stabilitas perekonomian,&quot; ucapnya.
Baca Selengkapnya : Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.502,7 Triliun</content:encoded></item></channel></rss>
