<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Asing Menanti Pengganti Sri Mulyani di Kabinet Prabowo</title><description>Transisi pemerintahan Presiden Jokowi ke Presiden Terpilih Prabowo menyita perhatian investor asing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/17/320/3009546/investor-asing-menanti-pengganti-sri-mulyani-di-kabinet-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/17/320/3009546/investor-asing-menanti-pengganti-sri-mulyani-di-kabinet-prabowo"/><item><title>Investor Asing Menanti Pengganti Sri Mulyani di Kabinet Prabowo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/17/320/3009546/investor-asing-menanti-pengganti-sri-mulyani-di-kabinet-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/17/320/3009546/investor-asing-menanti-pengganti-sri-mulyani-di-kabinet-prabowo</guid><pubDate>Jum'at 17 Mei 2024 07:29 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/17/320/3009546/investor-asing-menanti-pengganti-sri-mulyani-di-kabinet-prabowo-Fo4if25reR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor menanti sosok pengganti Sri Mulyani (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/17/320/3009546/investor-asing-menanti-pengganti-sri-mulyani-di-kabinet-prabowo-Fo4if25reR.jpg</image><title>Investor menanti sosok pengganti Sri Mulyani (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNS8xLzE4MDcxNi81L3g4eWl1cHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Transisi pemerintahan Presiden Jokowi ke Presiden Terpilih Prabowo menyita perhatian investor asing. Di sisi lain, para penanam modal ternyata penasaran siapa yang akan menggantikan sosok Sri Mulyani.
Cluster CEO Indonesia and ASEAN Markets (Australia, Brunei and the Philippines) Rino Donosepoetro mengungkap pandangan investor asing terhadap ekonomi Indonesia. Dia menyebut, sosok Menteri Keuangan di kabinet Prabowo tengah dinanti investor.

BACA JUGA:
Pesan Sri Mulyani ke Calon Pimpinan: Harus Peka Terhadap Perubahan, Miliki Pikiran Rasa dan Telinga!


&quot;Ini yang ditunggu-tunggu para investor, siapa yang akan jadi pengganti Sri Mulyani apakah tetap atau tidak, bagaimana kebijakan fiskalnya,&quot; kata dia, ditulis Jumat (17/5/2024).
Pria yang akrab disapa Donny mengatakan, pandangan investor asing terhadap Indonesia sangat positif. Hal ini mengacu pada pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang berjalan aman dan damai.

BACA JUGA:
Menghadap Jokowi Bahas Bea Cukai, Sri Mulyani: Yang Viral-Viral Diperbaiki


&quot;Terlebih satu putaran ini membuat kepastian, investor butuh kepastian dan ini dianggap suatu yang positif,&quot; ucapnya.
Mengenai outlook ekonomi RI, Standard Chartered memperkirakan pertumbuhan perekonomian Indonesia mencapai 5,1% pada tahun 2024. Standard Chartered juga memproyeksikan bahwa nilai tukar Rupiah akan menguat di akhir tahun.
Bank telah merevisi perkiraan nilai tukar Rupiah dengan Dolar Amerika  Serikat pada akhir tahun menjadi Rp15.750. Lebih lanjut, Donny juga  berbagi tentang strategi Standard Chartered.
Di sisi bisnis Corporate and Investment Banking (CIB) Standard  Chartered akan terus mendorong masuknya foreign direct investment ke  Indonesia dengan mengandalkan jaringannya yang kuat, terutama sebagi  satu satunya bank asing yang hadir di semua negara anggota ASEAN. China,  Korea dan Jepang merupakan negara-negara dengan hubungan bisnis yang  kuat dengan Indonesia yang juga merupakan fokus pertumbuhan bisnis bagi  Standard Chartered.
&quot;Bank juga terus berfokus pada upaya transisi menuju net zero dan  keuangan berkelanjutan. Standard Chartered Indonesia akan terus  mendukung korporasi lokal dan BUMN dalam transisi mereka menuju net  zero, sejalan dengan ambisi Bank untuk memobilisasi pendanaan  berkelanjutan sebesar USD300 miliar,&quot; katanya.
Standard Chartered juga akan memanfaatkan jaringan uniknya untuk  mendukung perusahaan-perusahaan Indonesia memperluas kehadiran mereka di  luar negeri, dan meraih peluang investasi khususnya terkait rantai  pasokan baterai dan kendaraan listrik, Data Centre, dan energi  terbarukan.
Donny menjelaskan bahwa Bank menempatkan aspek keberlanjutan sebagai  bagian inti dari bisnis dan kegiatan operasionalnya, terutama di negara  dengan aspirasi keberlanjutan yang tinggi seperti Indonesia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNS8xLzE4MDcxNi81L3g4eWl1cHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Transisi pemerintahan Presiden Jokowi ke Presiden Terpilih Prabowo menyita perhatian investor asing. Di sisi lain, para penanam modal ternyata penasaran siapa yang akan menggantikan sosok Sri Mulyani.
Cluster CEO Indonesia and ASEAN Markets (Australia, Brunei and the Philippines) Rino Donosepoetro mengungkap pandangan investor asing terhadap ekonomi Indonesia. Dia menyebut, sosok Menteri Keuangan di kabinet Prabowo tengah dinanti investor.

BACA JUGA:
Pesan Sri Mulyani ke Calon Pimpinan: Harus Peka Terhadap Perubahan, Miliki Pikiran Rasa dan Telinga!


&quot;Ini yang ditunggu-tunggu para investor, siapa yang akan jadi pengganti Sri Mulyani apakah tetap atau tidak, bagaimana kebijakan fiskalnya,&quot; kata dia, ditulis Jumat (17/5/2024).
Pria yang akrab disapa Donny mengatakan, pandangan investor asing terhadap Indonesia sangat positif. Hal ini mengacu pada pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang berjalan aman dan damai.

BACA JUGA:
Menghadap Jokowi Bahas Bea Cukai, Sri Mulyani: Yang Viral-Viral Diperbaiki


&quot;Terlebih satu putaran ini membuat kepastian, investor butuh kepastian dan ini dianggap suatu yang positif,&quot; ucapnya.
Mengenai outlook ekonomi RI, Standard Chartered memperkirakan pertumbuhan perekonomian Indonesia mencapai 5,1% pada tahun 2024. Standard Chartered juga memproyeksikan bahwa nilai tukar Rupiah akan menguat di akhir tahun.
Bank telah merevisi perkiraan nilai tukar Rupiah dengan Dolar Amerika  Serikat pada akhir tahun menjadi Rp15.750. Lebih lanjut, Donny juga  berbagi tentang strategi Standard Chartered.
Di sisi bisnis Corporate and Investment Banking (CIB) Standard  Chartered akan terus mendorong masuknya foreign direct investment ke  Indonesia dengan mengandalkan jaringannya yang kuat, terutama sebagi  satu satunya bank asing yang hadir di semua negara anggota ASEAN. China,  Korea dan Jepang merupakan negara-negara dengan hubungan bisnis yang  kuat dengan Indonesia yang juga merupakan fokus pertumbuhan bisnis bagi  Standard Chartered.
&quot;Bank juga terus berfokus pada upaya transisi menuju net zero dan  keuangan berkelanjutan. Standard Chartered Indonesia akan terus  mendukung korporasi lokal dan BUMN dalam transisi mereka menuju net  zero, sejalan dengan ambisi Bank untuk memobilisasi pendanaan  berkelanjutan sebesar USD300 miliar,&quot; katanya.
Standard Chartered juga akan memanfaatkan jaringan uniknya untuk  mendukung perusahaan-perusahaan Indonesia memperluas kehadiran mereka di  luar negeri, dan meraih peluang investasi khususnya terkait rantai  pasokan baterai dan kendaraan listrik, Data Centre, dan energi  terbarukan.
Donny menjelaskan bahwa Bank menempatkan aspek keberlanjutan sebagai  bagian inti dari bisnis dan kegiatan operasionalnya, terutama di negara  dengan aspirasi keberlanjutan yang tinggi seperti Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
