<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Ajak Jepang Perkuat Industri Mobil Listrik</title><description>&amp;nbsp;Indonesia mengajak Jepang memperkuat industri kendaraan listrik di Tanah Air.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/18/320/3010111/ri-ajak-jepang-perkuat-industri-mobil-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/18/320/3010111/ri-ajak-jepang-perkuat-industri-mobil-listrik"/><item><title>RI Ajak Jepang Perkuat Industri Mobil Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/18/320/3010111/ri-ajak-jepang-perkuat-industri-mobil-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/18/320/3010111/ri-ajak-jepang-perkuat-industri-mobil-listrik</guid><pubDate>Sabtu 18 Mei 2024 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Farida Syifa Anandita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/18/320/3010111/ri-ajak-jepang-perkuat-industri-mobil-listrik-a8HqCoRbBE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI ajak Jepang perkuat industri kendaraan listrik (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/18/320/3010111/ri-ajak-jepang-perkuat-industri-mobil-listrik-a8HqCoRbBE.jpg</image><title>RI ajak Jepang perkuat industri kendaraan listrik (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi84LzE3NjgyNS81L3g4czFjeWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indonesia mengajak Jepang memperkuat industri kendaraan listrik di Tanah Air. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber daya mineral cukup besar yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan kendaraan listrik domestik hingga global.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, pemerintah tengah melakukan berbagai upaya agar potensi tersebut bisa dimaksimalkan. Menurutnya, salah satu caranya memperkuat kerja sama dengan sejumlah negara produsen kendaraan roda empat, salah satunya Japang.

BACA JUGA:
Beda Dibandingkan Mobil Listrik Lain, Kenapa Wuling Pakai Soket Casan GB/T?

&amp;ldquo;Indonesia mengundang Jepang untuk meningkatkan kerja sama industri otomotif mobil listrik di Indonesia,&amp;rdquo; kata Zulhas usai melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Parlemen untuk Urusan Luar Negeri Jepang, Komura Masahiro di forum APEC 2024, Peru, Sabtu (17/5/2024).
Lebih lanjut dia mengatakan pertemuan bilateral yang dilakukan bukan hanya bersama Jepang saja. Namun RI juga gencar melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara untuk memperkuat kerja sama di sejumlah sektor.

BACA JUGA:
Tak Laku, Mobil Listrik China Numpuk di Pelabuhan Eropa

Apalagi APEC merupakan forum kerja sama regional 21 ekonomi di lingkaran samudera pasifik. Secara umum, diskusi APEC membahas upaya Fasilitasi Perdagangan guna mewujudkan perdagangan yang liberal, inklusif dan berkelanjutan. Kerja sama APEC menghasilkan keputusan-keputusan yang bersifat sukarela dan tidak mengikat (non-binding). Namun, seringkali bersifat politis.Adapun anggota ekonomi APEC terdiri dari Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Kanada, Chili, RRT, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, PNG, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.
&amp;ldquo;Kegiatan utama APEC meliputi kerja sama perdagangan, investasi, serta kerja sama ekonomi lainnya untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan di Kawasan Asia Pasifik,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi84LzE3NjgyNS81L3g4czFjeWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indonesia mengajak Jepang memperkuat industri kendaraan listrik di Tanah Air. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber daya mineral cukup besar yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan kendaraan listrik domestik hingga global.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, pemerintah tengah melakukan berbagai upaya agar potensi tersebut bisa dimaksimalkan. Menurutnya, salah satu caranya memperkuat kerja sama dengan sejumlah negara produsen kendaraan roda empat, salah satunya Japang.

BACA JUGA:
Beda Dibandingkan Mobil Listrik Lain, Kenapa Wuling Pakai Soket Casan GB/T?

&amp;ldquo;Indonesia mengundang Jepang untuk meningkatkan kerja sama industri otomotif mobil listrik di Indonesia,&amp;rdquo; kata Zulhas usai melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Parlemen untuk Urusan Luar Negeri Jepang, Komura Masahiro di forum APEC 2024, Peru, Sabtu (17/5/2024).
Lebih lanjut dia mengatakan pertemuan bilateral yang dilakukan bukan hanya bersama Jepang saja. Namun RI juga gencar melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara untuk memperkuat kerja sama di sejumlah sektor.

BACA JUGA:
Tak Laku, Mobil Listrik China Numpuk di Pelabuhan Eropa

Apalagi APEC merupakan forum kerja sama regional 21 ekonomi di lingkaran samudera pasifik. Secara umum, diskusi APEC membahas upaya Fasilitasi Perdagangan guna mewujudkan perdagangan yang liberal, inklusif dan berkelanjutan. Kerja sama APEC menghasilkan keputusan-keputusan yang bersifat sukarela dan tidak mengikat (non-binding). Namun, seringkali bersifat politis.Adapun anggota ekonomi APEC terdiri dari Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Kanada, Chili, RRT, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, PNG, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.
&amp;ldquo;Kegiatan utama APEC meliputi kerja sama perdagangan, investasi, serta kerja sama ekonomi lainnya untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan di Kawasan Asia Pasifik,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
