<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut: Jangan Persulit Kapal Cruise dan Yacht Berlayar di RI</title><description>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tak ingin ada yang mempersulit operasional kapal wisata, yakni cruise dan yacht.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/18/320/3010158/luhut-jangan-persulit-kapal-cruise-dan-yacht-berlayar-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/18/320/3010158/luhut-jangan-persulit-kapal-cruise-dan-yacht-berlayar-di-ri"/><item><title>Luhut: Jangan Persulit Kapal Cruise dan Yacht Berlayar di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/18/320/3010158/luhut-jangan-persulit-kapal-cruise-dan-yacht-berlayar-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/18/320/3010158/luhut-jangan-persulit-kapal-cruise-dan-yacht-berlayar-di-ri</guid><pubDate>Sabtu 18 Mei 2024 17:29 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/18/320/3010158/luhut-jangan-persulit-kapal-cruise-dan-yacht-berlayar-di-ri-kF9xF5fErA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut tak ingin ada yang mempersulit kapal wisata di RI (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/18/320/3010158/luhut-jangan-persulit-kapal-cruise-dan-yacht-berlayar-di-ri-kF9xF5fErA.jpg</image><title>Menko Luhut tak ingin ada yang mempersulit kapal wisata di RI (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNy8xLzE4MDc5NC81L3g4eW1qenk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tak ingin ada yang mempersulit operasional kapal wisata, yakni cruise dan yacht. Dia memastikan pemerintah akan memberi kemudahan bagi kapal wisata untuk berlayar di perairan Indonesia.
Dia menyampaikan, berbagai peraturan ihwal aktivitas maritim di Tanah Air harus diharmonisasi antara kementerian dan lembaga. Langkah ini diperlukan agar peraturan yang ada tidak menyulitkan para pelaku usaha atau merugikan Indonesia.

BACA JUGA:
Luhut Colek Prabowo untuk Beli Kapal Riset Canggih

&amp;ldquo;Jangan membuat aturan yang mempersulit diri kita sendiri. Semua peraturan harus diharmonisasi untuk kepentingan nasional,&amp;rdquo; ujar Luhut, Sabtu (18/5/2024).
Pemerintah pun menjamin kemudahan bagi Kapal Cruise dan Yacht untuk beroperasi di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati pengalaman baru dengan menggunakan kapal wisata tersebut di beberapa kota, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali, hingga Labuan Bajo.

BACA JUGA:
Luhut Akui Selalu Andalkan BPKP untuk Selesaikan Masalah

Dengan kemudahan tersebut, PT Pelindo (Persero) bakal menarik operator Kapal Cruise dan Yacht untuk menjadikan Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali, sebagai home port.
Saat ini, pengembangan Pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) diharapkan menjadi home port untuk principal cruise, tempat di mana penumpang mengawali dan mengakhiri perjalanan pesiarnya dengan mengelilingi sejumlah destinasi.&quot;Pengembangan BMTH yang secara parsial ditargetkan rampung pada akhir 2024 ini dapat menambah kapasitas kapal pesiar dari dua menjadi empat hingga lima kapal pesiar sandar bersamaan,&quot; ungkap Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono.
Pelabuhan Benoa sudah dapat melayani kapal pesiar jumbo untuk sandar (destination port) dan layanan embarkasi dan debarkasi penumpang (turn around). Kapal pesiar sandar di dermaga timur dengan panjang mencapai 500 meter setelah sebelumnya ditambah 160 meter.
Artinya, dua kapal pesiar ukuran jumbo dengan panjang sekitar 294 meter sudah bisa sandar dalam waktu yang bersamaan.
Untuk pertama kalinya, Pelabuhan Benoa juga disandari kapal pesiar terpanjang yang pernah sandar dengan LoA mencapai 317 meter yakni Celebrity Solstice yang membawa sekitar 4.000 orang penumpang dan awak kapal pada 30 Oktober 2023.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNy8xLzE4MDc5NC81L3g4eW1qenk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tak ingin ada yang mempersulit operasional kapal wisata, yakni cruise dan yacht. Dia memastikan pemerintah akan memberi kemudahan bagi kapal wisata untuk berlayar di perairan Indonesia.
Dia menyampaikan, berbagai peraturan ihwal aktivitas maritim di Tanah Air harus diharmonisasi antara kementerian dan lembaga. Langkah ini diperlukan agar peraturan yang ada tidak menyulitkan para pelaku usaha atau merugikan Indonesia.

BACA JUGA:
Luhut Colek Prabowo untuk Beli Kapal Riset Canggih

&amp;ldquo;Jangan membuat aturan yang mempersulit diri kita sendiri. Semua peraturan harus diharmonisasi untuk kepentingan nasional,&amp;rdquo; ujar Luhut, Sabtu (18/5/2024).
Pemerintah pun menjamin kemudahan bagi Kapal Cruise dan Yacht untuk beroperasi di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati pengalaman baru dengan menggunakan kapal wisata tersebut di beberapa kota, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali, hingga Labuan Bajo.

BACA JUGA:
Luhut Akui Selalu Andalkan BPKP untuk Selesaikan Masalah

Dengan kemudahan tersebut, PT Pelindo (Persero) bakal menarik operator Kapal Cruise dan Yacht untuk menjadikan Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali, sebagai home port.
Saat ini, pengembangan Pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) diharapkan menjadi home port untuk principal cruise, tempat di mana penumpang mengawali dan mengakhiri perjalanan pesiarnya dengan mengelilingi sejumlah destinasi.&quot;Pengembangan BMTH yang secara parsial ditargetkan rampung pada akhir 2024 ini dapat menambah kapasitas kapal pesiar dari dua menjadi empat hingga lima kapal pesiar sandar bersamaan,&quot; ungkap Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono.
Pelabuhan Benoa sudah dapat melayani kapal pesiar jumbo untuk sandar (destination port) dan layanan embarkasi dan debarkasi penumpang (turn around). Kapal pesiar sandar di dermaga timur dengan panjang mencapai 500 meter setelah sebelumnya ditambah 160 meter.
Artinya, dua kapal pesiar ukuran jumbo dengan panjang sekitar 294 meter sudah bisa sandar dalam waktu yang bersamaan.
Untuk pertama kalinya, Pelabuhan Benoa juga disandari kapal pesiar terpanjang yang pernah sandar dengan LoA mencapai 317 meter yakni Celebrity Solstice yang membawa sekitar 4.000 orang penumpang dan awak kapal pada 30 Oktober 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
