<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Dia Jembatan Rakit Pertama di Indonesia, Bisa Tahan Bobot 2.400 Ton</title><description>Jembatan Kali Kuto merupakan jembatan pertama di Indonesia yang strukturnya dirakit secara langsung di lokasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/18/470/3009710/ini-dia-jembatan-rakit-pertama-di-indonesia-bisa-tahan-bobot-2-400-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/18/470/3009710/ini-dia-jembatan-rakit-pertama-di-indonesia-bisa-tahan-bobot-2-400-ton"/><item><title>Ini Dia Jembatan Rakit Pertama di Indonesia, Bisa Tahan Bobot 2.400 Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/18/470/3009710/ini-dia-jembatan-rakit-pertama-di-indonesia-bisa-tahan-bobot-2-400-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/18/470/3009710/ini-dia-jembatan-rakit-pertama-di-indonesia-bisa-tahan-bobot-2-400-ton</guid><pubDate>Sabtu 18 Mei 2024 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Kristalensi Bunga Nauli Sihite</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/17/470/3009710/ini-dia-jembatan-rakit-pertama-di-indonesia-bisa-tahan-bobot-2-400-ton-6hUDeVvD8i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jembatan rakit pertama di Indonesia (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/17/470/3009710/ini-dia-jembatan-rakit-pertama-di-indonesia-bisa-tahan-bobot-2-400-ton-6hUDeVvD8i.jpg</image><title>Jembatan rakit pertama di Indonesia (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNy8xLzE4MDc3OS81L3g4eW05eDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Jembatan Kali Kuto merupakan jembatan pertama di Indonesia yang strukturnya dirakit secara langsung di lokasi. Jembatan tersebut terbentang khusus di jalan Tol Trans Jawa.
Melansir dari Instagram Ditjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bina Marga, Sabtu (18/5/2024), jembatan Kali Kuto dirancang tidak hanya memperhatikan segi kekokohan pada strukturnya, tetapi juga memperhatikan nilai artistik dan estetika.

BACA JUGA:
Respons Banjir Bandang di Sumbar, Baznas Bangun Jembatan Darurat


Nilai estetika yang didapatkan adalah pada saat malam hari pengendara dapat menikmati keindahan jembatan Kali Kuto yang dihiasi lampu terang dan memancarkan warna lengkungan merahnya.

BACA JUGA:
Viral ! Aksi Nekat Murid SD Bergelantungan di Jembatan Putus Menuju Sekolah


Lengkungan merah di atas jembatan tersebut menjadikannya pusat daya tarik bagi pengendara yang melewatinya.
Teknik pembangunan jembatan tersebut menggunakan teknik Lowering System. Teknik tersebut merupakan sistem yang dinilai efektif sebagai pionering jembatan di Indonesia.
Teknik sistem ini memiliki kelebihan yaitu proses pengerjaannya jauh  lebih cepat, tidak mengganggu aliran atau ekosistem sungai dan tidak  membuat pondasi bawah pada towernya.
Bahan material baja yang digunakan pada pembangunan jembatan Kali  Kuto ini dirakit di 3 tempat, yaitu Pasuruan, Serang dan Tangerang.
Jembatan ikonik tersebut memiliki nilai bobot sebesar 2.400 ton  dengan material baja dan diberi tali penyangga kawat besar agar semakin  kokoh. Sistem perawatan dan pemeliharaan jembatan Kali Kuto ini  dilakukan secara khusus.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNy8xLzE4MDc3OS81L3g4eW05eDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Jembatan Kali Kuto merupakan jembatan pertama di Indonesia yang strukturnya dirakit secara langsung di lokasi. Jembatan tersebut terbentang khusus di jalan Tol Trans Jawa.
Melansir dari Instagram Ditjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bina Marga, Sabtu (18/5/2024), jembatan Kali Kuto dirancang tidak hanya memperhatikan segi kekokohan pada strukturnya, tetapi juga memperhatikan nilai artistik dan estetika.

BACA JUGA:
Respons Banjir Bandang di Sumbar, Baznas Bangun Jembatan Darurat


Nilai estetika yang didapatkan adalah pada saat malam hari pengendara dapat menikmati keindahan jembatan Kali Kuto yang dihiasi lampu terang dan memancarkan warna lengkungan merahnya.

BACA JUGA:
Viral ! Aksi Nekat Murid SD Bergelantungan di Jembatan Putus Menuju Sekolah


Lengkungan merah di atas jembatan tersebut menjadikannya pusat daya tarik bagi pengendara yang melewatinya.
Teknik pembangunan jembatan tersebut menggunakan teknik Lowering System. Teknik tersebut merupakan sistem yang dinilai efektif sebagai pionering jembatan di Indonesia.
Teknik sistem ini memiliki kelebihan yaitu proses pengerjaannya jauh  lebih cepat, tidak mengganggu aliran atau ekosistem sungai dan tidak  membuat pondasi bawah pada towernya.
Bahan material baja yang digunakan pada pembangunan jembatan Kali  Kuto ini dirakit di 3 tempat, yaitu Pasuruan, Serang dan Tangerang.
Jembatan ikonik tersebut memiliki nilai bobot sebesar 2.400 ton  dengan material baja dan diberi tali penyangga kawat besar agar semakin  kokoh. Sistem perawatan dan pemeliharaan jembatan Kali Kuto ini  dilakukan secara khusus.</content:encoded></item></channel></rss>
