<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Petani Mawar Kesulitan Dapat Modal</title><description>Sudah sejak lama para petani bunga bermimpi bisa mengembangkan budidaya mawar.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/19/455/3010380/cerita-petani-mawar-kesulitan-dapat-modal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/19/455/3010380/cerita-petani-mawar-kesulitan-dapat-modal"/><item><title>Cerita Petani Mawar Kesulitan Dapat Modal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/19/455/3010380/cerita-petani-mawar-kesulitan-dapat-modal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/19/455/3010380/cerita-petani-mawar-kesulitan-dapat-modal</guid><pubDate>Minggu 19 Mei 2024 13:24 WIB</pubDate><dc:creator>Faradilla Indah Siti Aysha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/19/455/3010380/cerita-petani-mawar-kesulitan-dapat-modal-FpKGPexG0K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cerita petani bunga mawar kesulitan modal (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/19/455/3010380/cerita-petani-mawar-kesulitan-dapat-modal-FpKGPexG0K.jpg</image><title>Cerita petani bunga mawar kesulitan modal (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xMC80LzE4MDUxMS81L3g4eWE0ZGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sudah sejak lama para petani bunga bermimpi bisa mengembangkan budidaya mawar. Sayangnya mimpi tersebut pupus karena sulitnya akses modal bagi petani bunga mawar.
Salah satu petani mawar Fitri Hariyani bercerita sejak kecil bertani merasa senang dengan program ini. Baginya menanam bunga mawar bukanlah pekerjaan baru.

BACA JUGA:
Harga Tebu Diatur Pemerintah, Petani Bisa Untung

Sejak kecil ia telah bergelut dengan tanaman mawar yang dilakukan orang tuanya. Di Desa Ngliman tempatnya lahir, menanam bunga mawar telah menjadi profesi bagi sebagian penduduk.
&amp;ldquo;Sayang pertumbuhan industri itu tidak berjalan. Jangankan mendapat bantuan modal, pengetahuan tentang budidaya mawar yang benar tidak pernah mereka peroleh,&quot; ucapnya, Minggu (19/5/2024).

BACA JUGA:
Pak Bas: Bendungan Ameroro Tingkatkan Suplai Air ke Sawah Milik Petani

Meskipun menanam bunga mawar sejak kecil, dia mengaku belum tahu teknik budidaya yang lengkap hingga mengukur keasaman tanah.
Fitri kemudian menceritakan awal mula bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar sejak tujuh tahun silam. Saat itu ia bertemu Accounting Officer PNM dari Unit Brebek yang datang ke desanya untuk menawarkan program PNM Mekaar.
&amp;ldquo;Sudah tujuh tahun menjadi nasabah PNM saya terbantu terutama permodalan dan pengelolaan bunga mawar,&amp;rdquo; kata Fitri.Hal sama dialami Gemi Nuryanti, petani mawar yang telah delapan tahun menjadi nasabah Mekaar. Ia malah tidak pernah menduga jika hanya menyerahkan selembar KTP bisa mendapatkan modal usaha hingga Rp2 juta.
&amp;ldquo;Untuk pinjam ke lembaga lain susah. Alhamdulillah dengan adanya PNM Mekaar ini sangat terbantu untuk usaha,&quot; kata Gemi.
Pimpinan PNM Cabang Kediri Mizan Saroni, menilai wilayah Kabupaten Nganjuk tepat dijadikan sebagai klaster bunga mawar. Karena memang letak geografis Desa Ngliman yang berada di dataran tinggi sangat cocok untuk budidaya bunga mawar.
&amp;ldquo;Kami mendampingi mereka satu per satu, hingga populasi petani mawar terus bertambah,&amp;rdquo; kata Mizan.
PNM membentuk klasterisasi petani mawar, yang saat ini telah berjumlah 30 orang.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xMC80LzE4MDUxMS81L3g4eWE0ZGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sudah sejak lama para petani bunga bermimpi bisa mengembangkan budidaya mawar. Sayangnya mimpi tersebut pupus karena sulitnya akses modal bagi petani bunga mawar.
Salah satu petani mawar Fitri Hariyani bercerita sejak kecil bertani merasa senang dengan program ini. Baginya menanam bunga mawar bukanlah pekerjaan baru.

BACA JUGA:
Harga Tebu Diatur Pemerintah, Petani Bisa Untung

Sejak kecil ia telah bergelut dengan tanaman mawar yang dilakukan orang tuanya. Di Desa Ngliman tempatnya lahir, menanam bunga mawar telah menjadi profesi bagi sebagian penduduk.
&amp;ldquo;Sayang pertumbuhan industri itu tidak berjalan. Jangankan mendapat bantuan modal, pengetahuan tentang budidaya mawar yang benar tidak pernah mereka peroleh,&quot; ucapnya, Minggu (19/5/2024).

BACA JUGA:
Pak Bas: Bendungan Ameroro Tingkatkan Suplai Air ke Sawah Milik Petani

Meskipun menanam bunga mawar sejak kecil, dia mengaku belum tahu teknik budidaya yang lengkap hingga mengukur keasaman tanah.
Fitri kemudian menceritakan awal mula bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar sejak tujuh tahun silam. Saat itu ia bertemu Accounting Officer PNM dari Unit Brebek yang datang ke desanya untuk menawarkan program PNM Mekaar.
&amp;ldquo;Sudah tujuh tahun menjadi nasabah PNM saya terbantu terutama permodalan dan pengelolaan bunga mawar,&amp;rdquo; kata Fitri.Hal sama dialami Gemi Nuryanti, petani mawar yang telah delapan tahun menjadi nasabah Mekaar. Ia malah tidak pernah menduga jika hanya menyerahkan selembar KTP bisa mendapatkan modal usaha hingga Rp2 juta.
&amp;ldquo;Untuk pinjam ke lembaga lain susah. Alhamdulillah dengan adanya PNM Mekaar ini sangat terbantu untuk usaha,&quot; kata Gemi.
Pimpinan PNM Cabang Kediri Mizan Saroni, menilai wilayah Kabupaten Nganjuk tepat dijadikan sebagai klaster bunga mawar. Karena memang letak geografis Desa Ngliman yang berada di dataran tinggi sangat cocok untuk budidaya bunga mawar.
&amp;ldquo;Kami mendampingi mereka satu per satu, hingga populasi petani mawar terus bertambah,&amp;rdquo; kata Mizan.
PNM membentuk klasterisasi petani mawar, yang saat ini telah berjumlah 30 orang.</content:encoded></item></channel></rss>
