<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impack Pratama (IMPC) Tebar Dividen Rp244,20 Miliar</title><description>PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) bakal membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp244,20 miliar. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/278/3010820/impack-pratama-impc-tebar-dividen-rp244-20-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/278/3010820/impack-pratama-impc-tebar-dividen-rp244-20-miliar"/><item><title>Impack Pratama (IMPC) Tebar Dividen Rp244,20 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/278/3010820/impack-pratama-impc-tebar-dividen-rp244-20-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/278/3010820/impack-pratama-impc-tebar-dividen-rp244-20-miliar</guid><pubDate>Senin 20 Mei 2024 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/20/278/3010820/impack-pratama-impc-tebar-dividen-rp244-20-miliar-ceoE3Kyeei.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impack Pratama bagi-bagi dividen (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/20/278/3010820/impack-pratama-impc-tebar-dividen-rp244-20-miliar-ceoE3Kyeei.jpg</image><title>Impack Pratama bagi-bagi dividen (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) bakal membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp244,20 miliar. Nilai dividen yang dibagikan naik sekitar 50% dari jumlah dividen yang dibagikan pada tahun buku 2022 sebesar Rp162,80 miliar.
&amp;ldquo;Jumlah Rp244 miliar ini setara dengan Dividend Payout Ratio (DPR) yang sebesar 56,7% dari laba bersih tahun 2023,&amp;rdquo; kata Corporate Finance IMPC, Nixon Randy Wisata dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (20/5/2024).

BACA JUGA:
IHSG Balik Melemah ke 7.304 pada Sesi I

Nantinya, para pemegang saham akan mendapatkan dividen sebesar Rp4,5 per saham. Di samping itu, para pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih sebesar Rp98,87 miliar untuk dialokasikan dan dibukukan sebagai dana cadangan.
&amp;ldquo;Sisanya dimasukkan dan dibukukan sebagai saldo laba, untuk menambah modal kerja perseroan atau ekspansi usaha perseroan,&amp;rdquo; lanjut Nixon.

BACA JUGA:
IHSG Meroket ke Level 7.329 di Awal Perdagangan

Dalam kesempatan yang sama, perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan menyetujui pemegang saham menyetujui Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Perseroan akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor penuh atau 5,42 miliar lembar saham, yang akan ditawarkan kepada calon pemodal.Rencana penggunaan dana adalah untuk memperkuat struktur permodalan  perseroan yang dipergunakan untuk mengembangkan usahanya. Nixon  mengatakan, dampak dari pelaksanaan PMTHMETD ini nantinya akan menambah  jumlah saham beredar, sehingga likuiditas perdagangan saham perseroan  akan meningkat.
&amp;ldquo;Selain itu, manfaat untuk entitas anak adalah dana yang diterima  berguna untuk pengembangan usaha dan modal kerja sehingga meningkatkan  kinerja operasi entitas anak,&amp;rdquo; ujar Nixon.
Nixon melanjutkan, apabila pelaksanaan PMTHMETD tersebut terealisasi  sepenuhnya, maka modal ditempatkan dan disetor perseroan akan bertambah  dan menjadi sekitar Rp596,95 miliar. Atas aksi korporasi tersebut,  pemegang saham perseroan akan mengalami penurunan atau dilusi  kepemilikan sebanyak-banyaknya 8,03%. Adapun, private placement yang  dimintakan persetujuannya dalam RUPSLB tahun ini merupakan kali kedua  setelah RUPSLB pada tahun 2020 lalu.</description><content:encoded>
JAKARTA - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) bakal membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp244,20 miliar. Nilai dividen yang dibagikan naik sekitar 50% dari jumlah dividen yang dibagikan pada tahun buku 2022 sebesar Rp162,80 miliar.
&amp;ldquo;Jumlah Rp244 miliar ini setara dengan Dividend Payout Ratio (DPR) yang sebesar 56,7% dari laba bersih tahun 2023,&amp;rdquo; kata Corporate Finance IMPC, Nixon Randy Wisata dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (20/5/2024).

BACA JUGA:
IHSG Balik Melemah ke 7.304 pada Sesi I

Nantinya, para pemegang saham akan mendapatkan dividen sebesar Rp4,5 per saham. Di samping itu, para pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih sebesar Rp98,87 miliar untuk dialokasikan dan dibukukan sebagai dana cadangan.
&amp;ldquo;Sisanya dimasukkan dan dibukukan sebagai saldo laba, untuk menambah modal kerja perseroan atau ekspansi usaha perseroan,&amp;rdquo; lanjut Nixon.

BACA JUGA:
IHSG Meroket ke Level 7.329 di Awal Perdagangan

Dalam kesempatan yang sama, perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan menyetujui pemegang saham menyetujui Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Perseroan akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor penuh atau 5,42 miliar lembar saham, yang akan ditawarkan kepada calon pemodal.Rencana penggunaan dana adalah untuk memperkuat struktur permodalan  perseroan yang dipergunakan untuk mengembangkan usahanya. Nixon  mengatakan, dampak dari pelaksanaan PMTHMETD ini nantinya akan menambah  jumlah saham beredar, sehingga likuiditas perdagangan saham perseroan  akan meningkat.
&amp;ldquo;Selain itu, manfaat untuk entitas anak adalah dana yang diterima  berguna untuk pengembangan usaha dan modal kerja sehingga meningkatkan  kinerja operasi entitas anak,&amp;rdquo; ujar Nixon.
Nixon melanjutkan, apabila pelaksanaan PMTHMETD tersebut terealisasi  sepenuhnya, maka modal ditempatkan dan disetor perseroan akan bertambah  dan menjadi sekitar Rp596,95 miliar. Atas aksi korporasi tersebut,  pemegang saham perseroan akan mengalami penurunan atau dilusi  kepemilikan sebanyak-banyaknya 8,03%. Adapun, private placement yang  dimintakan persetujuannya dalam RUPSLB tahun ini merupakan kali kedua  setelah RUPSLB pada tahun 2020 lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
