<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Kelangkaan Air Picu Perang hingga Sumber Bencana</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa peran air sangat sentral bagi kehidupan umat manusia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010705/jokowi-kelangkaan-air-picu-perang-hingga-sumber-bencana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010705/jokowi-kelangkaan-air-picu-perang-hingga-sumber-bencana"/><item><title>Jokowi: Kelangkaan Air Picu Perang hingga Sumber Bencana</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010705/jokowi-kelangkaan-air-picu-perang-hingga-sumber-bencana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010705/jokowi-kelangkaan-air-picu-perang-hingga-sumber-bencana</guid><pubDate>Senin 20 Mei 2024 10:19 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3010705/jokowi-kelangkaan-air-picu-perang-hingga-sumber-bencana-h8TkJCvi63.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi: Kelangkaan Air Picu Perang (Foto: Tangkapan Layar di WWF)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3010705/jokowi-kelangkaan-air-picu-perang-hingga-sumber-bencana-h8TkJCvi63.png</image><title>Jokowi: Kelangkaan Air Picu Perang (Foto: Tangkapan Layar di WWF)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa  peran air sangat sentral bagi kehidupan umat manusia. Bank Dunia memperkirakan kekurangan air dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi sampai 6% hingga tahun 2050.

Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka secara resmi Sesi Pertemuan Tingkat Tinggi Forum Air Sedunia ke-10. Agenda tersebut merupakan bagian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 yang dilaksanakan di Bali.

&quot;Kelangkaan air juga dapat memicu perang serta bisa menjadi sumber  bencana. Too much water maupun too little water, keduanya dapat menjadi masalah bagi dunia,&quot; kata Jokowi, Senin (20/5/2024).

BACA JUGA:Jokowi Peringatkan soal Pengelolaan Air, Jangan Sampai Jadi Sumber Bencana!&amp;nbsp;


Dalam 10 tahun terakhir, kata Jokowi, Indonesia telah memperkuat infrastruktur airnya dengan membangun 42 bendungan, 1,18 juta hektar jaringan irigasi, 2.156 km pengendali banjir &amp;amp; pengamanan pantai, serta merehabilitasi 4,3 juta  hektar jaringan irigasi.

&quot;Air juga kami manfaatkan untuk membangun PLTS Terapung di waduk  Cirata sebagai PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:Jokowi Perkenalkan Prabowo sebagai Presiden Terpilih di WWF Bali&amp;nbsp;


Jokowi menyebut bahwa Forum Air Sedunia ke-10 ini sangat strategis untuk merevitalisasi aksi nyata dan komitmen bersama dalam mewujudkan Manajemen Sumber Daya Air Terintegrasi.

Indonesia, katanya, secara konsisten mendorong tiga hal. Pertama yakni meningkatkan prinsip solidaritas &amp;amp; inklusivitas untuk mencapai solusi bersama, terutama bagi negara-negara pulau kecil &amp;amp; yang mengalami kelangkaan air.



&quot;Kedua, memberdayakan hydro-diplomacy untuk kerja sama konkret &amp;amp; inovatif, menjauhi persaingan dalam pengelolaan sumber daya air lintas batas. Ketiga, memperkuat political leadership sebagai kunci sukses berbagai kerja sama menuju ketahanan air berkelanjutan,&quot; ungkapnya.



Selain itu, Jokowi juga mengatakan bahwa melalui forum tersebut Indonesia mengangkat 4 inisiatif baru, yaitu Penetapan World Lake Day, Pendirian Center of Excellence di Asia Pasifik, Tata kelola air berkelanjutan di negara pulau kecil dan Penggalangan proyek-proyek air.



&quot;Air bukan sekedar produk alam, tapi merupakan produk kolaborasi yang mempersatukan kita sehingga butuh upaya bersama untuk menjaganya,&quot; ujar Jokowi.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa  peran air sangat sentral bagi kehidupan umat manusia. Bank Dunia memperkirakan kekurangan air dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi sampai 6% hingga tahun 2050.

Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka secara resmi Sesi Pertemuan Tingkat Tinggi Forum Air Sedunia ke-10. Agenda tersebut merupakan bagian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 yang dilaksanakan di Bali.

&quot;Kelangkaan air juga dapat memicu perang serta bisa menjadi sumber  bencana. Too much water maupun too little water, keduanya dapat menjadi masalah bagi dunia,&quot; kata Jokowi, Senin (20/5/2024).

BACA JUGA:Jokowi Peringatkan soal Pengelolaan Air, Jangan Sampai Jadi Sumber Bencana!&amp;nbsp;


Dalam 10 tahun terakhir, kata Jokowi, Indonesia telah memperkuat infrastruktur airnya dengan membangun 42 bendungan, 1,18 juta hektar jaringan irigasi, 2.156 km pengendali banjir &amp;amp; pengamanan pantai, serta merehabilitasi 4,3 juta  hektar jaringan irigasi.

&quot;Air juga kami manfaatkan untuk membangun PLTS Terapung di waduk  Cirata sebagai PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:Jokowi Perkenalkan Prabowo sebagai Presiden Terpilih di WWF Bali&amp;nbsp;


Jokowi menyebut bahwa Forum Air Sedunia ke-10 ini sangat strategis untuk merevitalisasi aksi nyata dan komitmen bersama dalam mewujudkan Manajemen Sumber Daya Air Terintegrasi.

Indonesia, katanya, secara konsisten mendorong tiga hal. Pertama yakni meningkatkan prinsip solidaritas &amp;amp; inklusivitas untuk mencapai solusi bersama, terutama bagi negara-negara pulau kecil &amp;amp; yang mengalami kelangkaan air.



&quot;Kedua, memberdayakan hydro-diplomacy untuk kerja sama konkret &amp;amp; inovatif, menjauhi persaingan dalam pengelolaan sumber daya air lintas batas. Ketiga, memperkuat political leadership sebagai kunci sukses berbagai kerja sama menuju ketahanan air berkelanjutan,&quot; ungkapnya.



Selain itu, Jokowi juga mengatakan bahwa melalui forum tersebut Indonesia mengangkat 4 inisiatif baru, yaitu Penetapan World Lake Day, Pendirian Center of Excellence di Asia Pasifik, Tata kelola air berkelanjutan di negara pulau kecil dan Penggalangan proyek-proyek air.



&quot;Air bukan sekedar produk alam, tapi merupakan produk kolaborasi yang mempersatukan kita sehingga butuh upaya bersama untuk menjaganya,&quot; ujar Jokowi.

</content:encoded></item></channel></rss>
