<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirut Bulog Sebut Serapan Gabah Capai 1,05 Juta Ton</title><description>Jumlah serapan gabah Bulog mencapai 1.050.000 ton atau 535.000 ton setara beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010842/dirut-bulog-sebut-serapan-gabah-capai-1-05-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010842/dirut-bulog-sebut-serapan-gabah-capai-1-05-juta-ton"/><item><title>Dirut Bulog Sebut Serapan Gabah Capai 1,05 Juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010842/dirut-bulog-sebut-serapan-gabah-capai-1-05-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010842/dirut-bulog-sebut-serapan-gabah-capai-1-05-juta-ton</guid><pubDate>Senin 20 Mei 2024 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3010842/dirut-bulog-sebut-serapan-gabah-capai-1-05-juta-ton-mbTdLBAggr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Serapan gabah Bulog capai 1 juta ton (Foto: Bulog)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3010842/dirut-bulog-sebut-serapan-gabah-capai-1-05-juta-ton-mbTdLBAggr.jpg</image><title>Serapan gabah Bulog capai 1 juta ton (Foto: Bulog)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wMy8xLzE3OTE3OS81L3g4dzg0ODA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jumlah serapan gabah Bulog mencapai 1.050.000 ton atau 535.000 ton setara beras. Volume ini tercatat hingga 19 Mei 2024. Angka serapan gabah sedikit lebih renda dibandingkan dengan pengadaan 2023 atau lebih tinggi dibandingkan 2022.
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyebut , fluktuatif jumlah pedagang gabah/beras disebabkan oleh kondisi musim tanam padi (MT).
&amp;ldquo;Saya sampaikan total pengadaan Bulog per tanggal 19 (Mei) itu sudah mencapai 535.000 ton setara beras atau kurang lebih 1,050.000 ton setara gabah,&amp;rdquo; ujar Bayu saat ditemui di Sentra Penggilingan Padi (SPP), Karawang, Jawa Barat, Senin (20/5/2024).

BACA JUGA:
HET Beras Bulog Naik Jadi Rp12.500 per Kg, Ini Alasannya


&amp;ldquo;Ini lebih banyak dibandingkan 2022, tapi lebih sedikit dibandingkan dengan 2023. Kondisi ini tentu menjadi perhatian kita semua karena sebagaimana kita ketahui MT1 itu adalah musim panen terbesar, jadi untuk MT2 biasanya kita mendapatkan jauh lebih kecil daripada MT1,&amp;rdquo; paparnya.
MT biasanya dapat dilakukan hingga periode waktu ke 3, yakni MT1 atau musim hujan, MT2 atau musim gadu dan MT3 atau musim kering. Karena itu, MT berkaitan dengan pola tanam.
Di mana, sebagian besar petani hanya dapat melakukan penanaman hingga pada MT2 saja, hal ini disebabkan keberadaan iklim dan kondisi ladang yang bergantung dengan curah hujan.

BACA JUGA:
HET Beras Bulog Naik, Harga Jadi Rp12.500 per Kg


Senada, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi meminta agar Bulog memperkuat serapan gabah di tingkat petani, permintaan ini sejalan dengan masa panen raya yang masih berlangsung termasuk di Karawang.
Menurutnya, serapan gabah sekaligus menjaga harga beras di petani agar tak anjlok.
&quot;Di masa panen raya seperti ini, Bulog agar terus memperkuat perannya sebagai offtaker hasil panen petani. Kita jaga harga di tingkat petani supaya tidak jatuh. Tidak ada alasan Bulog tidak serap karena kita punya dryer, keringkan lalu simpan dalam bentuk GKG (Gabah Kering Giling),&quot; ucap Arief.
Untuk mengoptimalkan serapan gabah, pemerintah telah mengeluarkan  kebijakan fleksibilitas harga pembelian pemerintah (HPP) yang  memungkinkan Bulog menyerap gabah dan menjaga harga di tingkat petani.
Kebijakan fleksibilitas ini sejak awal April hingga 30 Juni 2024  ditujukan untuk mendorong peningkatan serapan Bulog pada periode panen  raya.
Adapun, kebijakan fleksibilitas HPP gabah atau beras yang diterapkan  diantaranya, Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Rp6.000 per  Kilogram (Kg), Gabah Kering Giling (GKG) Rp 7.400 per kg.
Sementara HPP beras dengan derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air  14 persen, butir patah maksimal 20 persen, dan butir menir maksimal 2  persen Rp 11.000 per kg. Ini berlaku sampai akhir Juni mendatang.
&quot;Kita jalankan perintah Bapak Presiden agar stok cadangan pangan  pemerintah (CPP) terus diperkuat, terutama dari hasil produksi dalam  negeri. Untuk itu, silo terus dipenuhi dengan stok GKG, baik yang  dikeringkan Bulog sendiri maupun yang dikeringkan petani,&amp;rdquo; ungkas Arief
&amp;ldquo;Tajamkan pula aspek digitalisasi dalam monitoring kondisi stok dalam  bentuk control room yang mampu mengetahui secara real time kondisi stok  yang ada,&quot; lanjut dia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wMy8xLzE3OTE3OS81L3g4dzg0ODA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jumlah serapan gabah Bulog mencapai 1.050.000 ton atau 535.000 ton setara beras. Volume ini tercatat hingga 19 Mei 2024. Angka serapan gabah sedikit lebih renda dibandingkan dengan pengadaan 2023 atau lebih tinggi dibandingkan 2022.
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyebut , fluktuatif jumlah pedagang gabah/beras disebabkan oleh kondisi musim tanam padi (MT).
&amp;ldquo;Saya sampaikan total pengadaan Bulog per tanggal 19 (Mei) itu sudah mencapai 535.000 ton setara beras atau kurang lebih 1,050.000 ton setara gabah,&amp;rdquo; ujar Bayu saat ditemui di Sentra Penggilingan Padi (SPP), Karawang, Jawa Barat, Senin (20/5/2024).

BACA JUGA:
HET Beras Bulog Naik Jadi Rp12.500 per Kg, Ini Alasannya


&amp;ldquo;Ini lebih banyak dibandingkan 2022, tapi lebih sedikit dibandingkan dengan 2023. Kondisi ini tentu menjadi perhatian kita semua karena sebagaimana kita ketahui MT1 itu adalah musim panen terbesar, jadi untuk MT2 biasanya kita mendapatkan jauh lebih kecil daripada MT1,&amp;rdquo; paparnya.
MT biasanya dapat dilakukan hingga periode waktu ke 3, yakni MT1 atau musim hujan, MT2 atau musim gadu dan MT3 atau musim kering. Karena itu, MT berkaitan dengan pola tanam.
Di mana, sebagian besar petani hanya dapat melakukan penanaman hingga pada MT2 saja, hal ini disebabkan keberadaan iklim dan kondisi ladang yang bergantung dengan curah hujan.

BACA JUGA:
HET Beras Bulog Naik, Harga Jadi Rp12.500 per Kg


Senada, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi meminta agar Bulog memperkuat serapan gabah di tingkat petani, permintaan ini sejalan dengan masa panen raya yang masih berlangsung termasuk di Karawang.
Menurutnya, serapan gabah sekaligus menjaga harga beras di petani agar tak anjlok.
&quot;Di masa panen raya seperti ini, Bulog agar terus memperkuat perannya sebagai offtaker hasil panen petani. Kita jaga harga di tingkat petani supaya tidak jatuh. Tidak ada alasan Bulog tidak serap karena kita punya dryer, keringkan lalu simpan dalam bentuk GKG (Gabah Kering Giling),&quot; ucap Arief.
Untuk mengoptimalkan serapan gabah, pemerintah telah mengeluarkan  kebijakan fleksibilitas harga pembelian pemerintah (HPP) yang  memungkinkan Bulog menyerap gabah dan menjaga harga di tingkat petani.
Kebijakan fleksibilitas ini sejak awal April hingga 30 Juni 2024  ditujukan untuk mendorong peningkatan serapan Bulog pada periode panen  raya.
Adapun, kebijakan fleksibilitas HPP gabah atau beras yang diterapkan  diantaranya, Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Rp6.000 per  Kilogram (Kg), Gabah Kering Giling (GKG) Rp 7.400 per kg.
Sementara HPP beras dengan derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air  14 persen, butir patah maksimal 20 persen, dan butir menir maksimal 2  persen Rp 11.000 per kg. Ini berlaku sampai akhir Juni mendatang.
&quot;Kita jalankan perintah Bapak Presiden agar stok cadangan pangan  pemerintah (CPP) terus diperkuat, terutama dari hasil produksi dalam  negeri. Untuk itu, silo terus dipenuhi dengan stok GKG, baik yang  dikeringkan Bulog sendiri maupun yang dikeringkan petani,&amp;rdquo; ungkas Arief
&amp;ldquo;Tajamkan pula aspek digitalisasi dalam monitoring kondisi stok dalam  bentuk control room yang mampu mengetahui secara real time kondisi stok  yang ada,&quot; lanjut dia.</content:encoded></item></channel></rss>
